Transistor Final Yang Bagus Untuk Power Amplifier Daya Besar

Transistor final power amplifier class AB yang bagus? Kelas amplifier yang paling banyak dibahasa adalah Class A/B” atau “Class AB.” Hal ini karena salah satu yang paling umum digunakan dalam perangkat audio tingkat tinggi karena mengggabungkan beberapa karakteristik dari kelas A dan kelas B untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.

Memilih Transistor Final Yang Bagus Untuk Power Amplifier Class AB Berdaya Besar

tujuan merangkai banyak transistor final

Transistor final yang bagus sesuai konteks karena hari ini kita hanya membicarakan tentang transistor final. Tetapi keseluruhan komponen juga sangat menentukan karena tanpa dukungan mereka transistor yang baguspun tidak akan ada gunanya. Lalu seperti apa spesifikasi amplifier class AB yang bagus?

Mengenali spesifikasi power class A/B yang bagus

Berikut adalah beberapa spesifikasi sebuah amplifier Class AB yang bagus dengan beberapa faktor yang mempegaruhi kualitasnya:

  • Amplifier Class AB dapat memberikan daya keluaran yang tinggi, yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan watt, tergantung pada tujuannya.
  • Kelas AB adalah yang paling efisien di antara amplifier berjenis kelas A, dan B. Efisiensi biasanya berkisar antara 50% hingga 78%, yang artinya sebagian besar daya supply diubah menjadi daya keluaran.
  • Distorsi harmonik total (THD) harus rendah, seringkali kurang dari 0,1% atau bahkan lebih rendah lagi. Ini menghasilkan reproduksi audio yang akurat dan jernih.
  • Amplifier Class AB harus memiliki respons frekuensi yang datar(flat), dengan kemampuan untuk menguatkan sinyal audio dalam rentang frekuensi audio manusia (20 Hz hingga 20 kHz).
  • Sinyal-ke-Noise Ratio (SNR) yang tinggi, mengindikasikan bahwa amplifier memiliki tingkat nois yang rendah. Amplifier kelas AB yang berkualitas tinggi harus memiliki SNR lebih dari 90 dB.
  • Damping factor yang tinggi, menunjukkan kemampuan amplifier untuk mengendalikan pergerakan driver speaker. Biasanya, damping factor yang baik adalah 100 atau lebih.
  • Impedansi masukan dan keluaran amplifier, harus sesuai dengan perangkat audio yang terhubung untuk menghindari masalah pencocokan impedansi.
  • Amplifier yang baik harus dilengkapi dengan heatsink atau perlindungan termal, perlindungan overcurrent, dan perlindungan terhadap tegangan berlebihan untuk menghindari kerusakan pada amplifier .
  • Beberapa amplifier Class AB mungkin dilengkapi dengan fitur tambahan seperti kontrol gain, filter notch, atau kemampuan menggabungkan beberapa channel (jika amplifier multi-channel).

Spesifikasi Transistor Final Yang Cocok Untuk Power Amplifier Class AB Berdaya Besar

Spesifikasi transistor final untuk sebuah amplifier Class AB yang berspek tinggi akan mencakup berbagai aspek dari transistor itu sendiri, seperti transistor Final (umumnya transistor bipolar/BJT) dan transistor driver.

spesifikasi transistor final NJW0281G

Berikut adalah beberapa spesifikasi transistor final dalam amplifier Class AB yang paling tinggi yang baik:

Kapasitas Daya Dan Spek Transistor:

Transistor final Class AB yang memiliki daya tinggi mampu menangani daya keluaran yang besar, misalnya, lebih dari 100 watt atau bahkan ribuan watt tergantung pada aplikasi atau penggunaannya.

Tegangan Kerja Maksimum (VCE, VDS):

Transistor harus dapat menangani tegangan kerja yang tinggi tanpa mengalami breakdown. Transistor yang digunakan dalam amplifier daya tinggi biasanya memiliki tegangan kolektor-emosi (VCE) atau tegangan drain-sumber (VDS) yang tinggi.

Baca juga : Cara Mengetahui Spesifikasi Transistor Dengan Melihat Dataheet

Arus Kolektor (IC) atau Arus Drain (Id) pada mosfet:

Transistor final harus mampu menangani arus keluaran yang tinggi tanpa overheating . Nilai IC atau Id yang tinggi penting untuk amplifier dengan daya keluaran yang tinggi.

Frekuensi Cut-off:

Transistor final power ampli Class AB yang berkualitas tinggi harus memiliki frekuensi cut-off yang tinggi. Artinya apa? yaitu transistor dapat merespons sinyal frekuensi tinggi dengan baik.

Gain (Hfe atau Beta):

Gain transistor, yang sering dinyatakan sebagai Hfe atau Beta, harus tinggi untuk menghasilkan penguatan yang baik dalam power amplifier.

Hfe transistor final NJW0281G

Kualitas Transistor:

Kualitas transistor itu sendiri sangat penting, termasuk toleransi produksi dan perusahaan pembuatnya, dapat secara signifikan memengaruhi kinerja keseluruhan amplifier. Transistor final yang asli tentu berkualitas tetapi harganya bisa jauh lebih mahal daripada kebanyakan yang beredar dipasaran yang kisaran KW1. Apakah kualitas di gambarkan dalam angka lot misalnya? tidak ada yang tahu sepenuhnya.

Baca Juga :  Memodifikasi Power OCL 150W Untuk Mendorong Subwoofer

Namun yang jelas pastikan untuk menggunakan transistor final yang asli sehingga spesifikasi dari datasheet yang beredar memang begitulah adanya. Transistor final yang asli mungkin hanya bisa diperoleh dari sistributor terpercaya atau jujur.

Tetapi Spesifikasi transistor final ini akan sangat bergantung pada desain amplifier, aplikasi, dan merek transistor yang digunakan. Transistor final kelas tinggi sering kali digunakan dalam amplifier audio profesional untuk menjamin kinerja terbaik dalam hal daya keluaran, kejernihan, kehandalan, dan respons frekuensi.

Memilih transistor final power amplifier class AB daya besar yang tepat

Memilih transistor final amplifier yang tepat untuk amplifier Class AB dengan daya yang besar memerlukan beberapa pertimbangan. Berikut adalah langkah-langkah dan faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Tentukan spesifikasi amplifier Anda secara rinci, termasuk daya keluaran yang diinginkan, impedansi beban, frekuensi operasi, dan tegangan catu daya yang akan digunakan.
  • Pilih jenis transistor daya yang sesuai dengan aplikasi atau tujuan amplifier Anda. Transistor bipolar junction transistor (BJT) yang paling banyak digunakan dalam audio amplifier, tetapi bisa juga MOSFETjuga dapat digunakan. MOSFET sering digunakan untuk amplifier daya tinggi karena dikenal efisiensinya yang tinggi.
  • Pastikan transistor final yang dipilih mampu mengakomodasi daya keluaran yang diinginkan. Perhatikan bahwa daya transistor final harus lebih besar daripada daya output power amplifier, biasanya sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat dari daya keluaran.
  • Transistor final harus mampu menangani arus yang sesuai dengan daya keluaran amplifier.
  • Pastikan tegangan kerja maksimum transistor (Vce untuk BJT atau Vds untuk MOSFET) lebih besar dari tegangan yang akan diterima oleh transistor. Misalnya kita memberikan tegangan 120V pada rangkaian power amplifier, maka Vce transistor final harus lebih besar dari itu misalnya 200V.

Frekuensi, Hfe, Efisiensi, proteksi, dan kualitas transistor Final

  • Pastikan transistor final memiliki respons frekuensi yang cukup, misalnya untuk Sub (20Hz-60Hz), Low(60Hz-250Hz), Mid(250Hz-2Khz), Mid-hi(2Khz-5Khz) dan Hi(5Khz-20Khz).
  • Transistor harus memiliki gain Gain (Hfe atau Beta) yang sesuai dengan kebutuhan amplifier Anda. Hfe adalah singkatan dari “h-parameter, forward current transfer ratio pada transistor. Hfe adalah parameter yang mengukur rasio perubahan arus kolektor (Ic) terhadap perubahan arus basis (Ib) pada transistor. Hfe mengindikasikan sejauh mana transistor dapat memperkuat sinyal yang berguna untuk mengukur gain arus pada transistor. Nilai Hfe yang tinggi menunjukkan bahwa transistor mampu memberikan penguatan arus yang baik. Semakin tinggi Hfe maka tingkat penguatan gain lebih besar artinya lebih peka dan itu yang bagus untuk transistor final.
  • Pilih paket transistor yang sesuai dengan pendingin dan metode pemasangan yang direncanakan. Paket transistor yang umum adalah TO-220(Thosiba, sanken, dll), TO-3 (jengkolan), dan atau TO-247 untuk MOSFET.
  • Perhatikan efisiensi transistor, terutama jika Anda peduli dengan efisiensi daya. MOSFET biasanya lebih efisien daripada BJT untuk power daya tinggi.
  • Beberapa transistor daya final dilengkapi dengan fitur proteksi termal atau proteksi arus berlebih(overcurrent protection), yang akan membantu meningkatkan keandalan amplifier.
  • Pilih transistor dari produsen atau penjual yang menyediakan transistor berkualitas tinggi. Merek yang terkenal biasanya menjamin kualitas dan ketersediaan produk yang baik.
  • Pertimbangkan pendinginan transistor yang baik untuk power amplifier daya tinggi. Anda mungkin perlu menggunakan heatsink atau sistem pendinginan tambahan misalnya fan heatsink.
  • Tentukan bajet Anda untuk membeli transistor final yang sesuai dan berkualitas, karena beberapa transistor mungkin memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Kesimpulan

Dalam rangka pemilihan transistor final yang sesuai, pastikan untuk merujuk pada lembar data (datasheet) transistor yang Anda pertimbangkan, dan konsultasikan dengan ahli elektronika khususnya yang berpengalaman beneran dengan power amplifier jika perlu. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memilih transistor final yang sesuai untuk amplifier Class AB berdaya besar yang sesuai degan kebutuhan Anda.

Powe amplifier berdaya tinggi bukanlah proyek yang main-main, salah sedikit anda bisa menangung banyak k3rug1an. Semua harus dikerjakan dengan cermat dari awal desain sampai akhir yaitu pemilihan transistor final yang tepat dan berkualitas. Transistor final berkualitas juga bukan satun-satunya, komponen pendukung lainnya juga harus tepat dan dipilih dengan akurat.

Tags:

Leave a Reply