Mengapa SMPS Lebih Efisien Daripada PSU Trafo Biasa?

SMPS Lebih Efisien Daripada PSU Trafo Biasa sudah sering menjadi banyak perbincangan. SMPS adalah jenis power supply switching yang lebih umum dijumpai sebagai catudaya pada banyak perangkat elektronik modern. Hal ini mulai dari charger laptop/ponsel, PSU dekstop, Pesawat TV, Speaker aktif, dll. Dengan demikian berkat SMPS, perangkat elektronik modern cenderung lebih kompak, slim dan yang terpenting lebih irit daya.

Beberapa Alasan Mengapa PSU SMPS Lebih Efisien Daripada PSU Trafo Besi Biasa

half bridge smps audio

Baca juga : Jenis SMPS Terbaik Untuk Driver Power Amplifier Berdaya Besar

Beberapa Alasan Umum

SMPS (Switched-Mode Power Supply) umumnya lebih efisien daripada power supply linier karena beberapa alasan utama:

Konversi Energi:

SMPS menggunakan teknik konversi energi yang lebih efisien daripada power supply linier. Dalam SMPS, tegangan AC (Arus Bolak-Balik) dari sumber daya listrik umumnya diubah menjadi tegangan DC (Arus Searah) menggunakan proses switching (penyalaan dan pemadamannya) dengan frekuensi tinggi. Teknik ini memungkinkan SMPS untuk menghasilkan tegangan DC yang diinginkan dengan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode reguler yang digunakan dalam power supply linier.

Penggunaan Energi:

SMPS cenderung meminimalkan konsumsi energi yang tidak perlu, yaitu dengan cara mengatur putaran mesin dan konsumsi daya sesuai dengan beban yang diterapkan. Power supply linier, di sisi lain, cenderung menggunakan energi dalam jumlah tetap terlepas dari beban yang diterapkan, yang dapat menyebabkan pemborosan energi.

Panas dan Efisiensi:

Karena SMPS menggunakan switching untuk mengatur arus listrik, jumlah panas yang dihasilkan biasanya lebih sedikit daripada power supply linier. Ini mengurangi kebutuhan pendinginan dan meningkatkan efisiensi keseluruhan sistem.

Efisiensi SMPS Dari Faktor Teknis

  • Topologi Konversi: SMPS menggunakan topologi konversi energi yang lebih canggih, seperti boost, buck, buck-boost, atau topologi lainnya, yang memungkinkan penyesuaian tegangan input dengan kebutuhan beban output. Topologi ini memungkinkan SMPS menghasilkan tegangan keluaran yang lebih dekat dengan yang diinginkan tanpa banyak pemborosan energi.
  • Penggunaan Transistor Daya: SMPS menggunakan transistor daya (seperti MOSFET atau IGBT) yang efisien dalam proses switching untuk mengatur suplai daya. Transistor daya ini dapat beralih antara keadaan on dan off dengan kecepatan tinggi, mengurangi kerugian daya yang dihasilkan selama proses switching.
  • Kapasitor dan Induktor: SMPS menggunakan kapasitor dan induktor dalam filter dan rangkaian penyaringan, yang dirancang khusus untuk mengurangi kerugian daya dan meningkatkan efisiensi. Komponen ini digunakan secara efisien untuk menyimpan dan mentransfer daya, mengurangi pemborosan daya yang disebabkan oleh resistansi dan impedansi.
  • Kontrol Kualitas Daya: SMPS sering dilengkapi dengan kontroler switching yang canggih yang dapat mengatur frekuensi dan lebar pulsa switching sesuai dengan kebutuhan beban. Ini memungkinkan SMPS beroperasi pada poin kerja yang lebih optimal, yang meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.
  • Konsumsi daya rendah saat tanpa beban: Pada saat tanpa beban contohnya Pesawat TV yang sedang standby, arus yang menghantar pada sistem SMPS menjadi sangat kecil. Hal ini berbeda dengan trafo besi meskipun tanpa beban arus yang mengalir jauh lebih besar, yang dimana akhirnya mempengaruhi jumlha konsumsi daya listrik.
  • Transformator Yang Lebih Kecil: Dalam SMPS, transformator yang digunakan biasanya lebih kecil dan lebih ringan dibandingkan dengan power supply linier, karena frekuensi switching yang tinggi memungkinkan transformator yang lebih kecil digunakan tanpa mengorbankan efisiensi.
Baca Juga :  TV SHARP Slim PICCOLO 21" Tidak Bisa Start, Lampu Standby Dan On Normal

Semua faktor ini bekerja bersama-sama untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan SMPS. Meskipun desain dan implementasi SMPS memerlukan pemahaman yang mendalam tentang teknik konversi energi dan elektronika daya, hasil akhirnya adalah power supply yang lebih efisien dan kompak untuk berbagai aplikasi elektronik.

Ada kelebihan Ada Kekurangan

Namun, power supply dengan trafo besi yaang lebih boros energi masih tetap digunakan pada aplikasi yang memerlukan keunggulan yang sulit didapat dari SMPS, misalnya power amplifier daya besar dimana yang butuh kehandalan tingkat tinggi dari power supply.

Meskipun SMPS memiliki banyak keuntungan dalam hal efisiensi, ukuran, dan bobot, tapi juga memiliki beberapa kelemahan potensial. Ini termasuk peningkatan gangguan elektromagnetik (EMI) penyebab nois, dan lebih rumit dan sebab beberapa hal lebih rentan rusak.

Namun, secara keseluruhan, keunggulan efisiensi dan kinerja SMPS membuatnya menjadi pilihan umum dalam banyak aplikasi elektronik modern.. Baca : Power Supply SMPS vs. Power Supply Linier (Trafo Besi)

Demikian artikel tentang Mengapa SMPS Lebih Efisien Daripada PSU Trafo Biasa?, semoga memberikan jawaban yang benar dan bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan dibidang elektronika.

Leave a Reply