Arti Built Up Pada Power Amplifier

Seringkali kita mendengar dari perbincangan orang-orang baik disosmed maupun dunia nyata tentang amplifier built-up. Apakah arti dari power amplifier built up? mari kita bahas supaya tidak salah pemahaman!

Memahami Power Amplifier Built-Up, Kelebihan Kekurangan Secara Umum

keunggulan power amplifier class TD

Arti Built Up Power Amplifier

Arti dari “built up” pada power amplifier mungkin merujuk pada proses konstruksi atau perakitan amplifier tersebut. Proses ini melibatkan penempatan dan penghubungan komponen-komponen elektronik seperti resistor, kapasitor, transistor, dan komponen lainnya untuk membentuk rangkaian yang berfungsi sebagai power amplifier.

Dalam konteks ini, “built up” bisa mencakup langkah-langkah seperti merangkai PCB (Printed Circuit Board), memasang komponen-komponen tersebut, dan melakukan penyolderan dengan hati-hati. Selain itu, “built up” juga bisa mencakup pengaturan fisik amplifier, seperti penempatan heatsink untuk pendinginan yang efektif atau penempatan komponen dalam suatu casing atau chassis.

Jadi, secara umum, “built up” pada power amplifier merujuk pada keseluruhan proses konstruksi dan perakitan dari komponen-komponen elektronik menjadi sebuah perangkat yang siap digunakan untuk memperkuat sinyal audio.

Completely Built Up

Istilah “completely built up” (CBU) biasanya digunakan dalam industri otomotif, khususnya untuk kendaraan bermotor. CBU merujuk pada kendaraan yang sepenuhnya dirakit dan disusun di pabrik, kemudian diimpor dan dijual dalam kondisi yang siap digunakan.

Dalam konteks power amplifier atau elektronika lainnya, istilah ini mungkin kurang umum digunakan. Namun, jika diartikan secara umum, “completely built up” dapat mengacu pada produk atau perangkat yang sudah sepenuhnya dirakit dan siap digunakan ketika tiba di tangan pengguna akhir, tanpa perlu perakitan tambahan.

Jadi, jika kita membicarakan amplifier atau perangkat elektronik lain yang dijual sebagai “completely built up,” itu berarti perangkat tersebut sudah lengkap dan dapat digunakan tanpa perlu merakit atau menyusun komponen tambahan.

Disisi Lain Arti Power Amplifier Ombro

Ombro kemungkinan merupakan bahasa prokem/bahasa pergaulan atau bahasa yang tak resmi tercatat dalam KBBI. Ombro seringkali mengacu kepada lata-alat elektronika termasuk power amplifier rakitan yang dirakit sendiri oleh pengguna.  Pengguna membeli modul terpisah, kemudian menggabungkannya sedemikan rupa untuk membangun sebuah power amplifier siap pakai. Modul-modul yang diperlukan untuk membangun sebuah power amplifier rakitan umumnya terdiri dari kit driver, kit tone control, kit input balance, kit speaker protector dll. Hal ini juga termasuk komponen pendukung yang dibeli terpisah seperti Trafo, Elco, Dioda Bridge, Kabel-kabel, konektor audio, casing amplifier, dll.

Baca Juga :  Penyebab Suara Bass Pada Audio Kurang Maksimal

Amplifier Ombro, juga sering dikaitkan sebagai lawan dari amplifier built-up. Keduanya memiliki penggemar sendiri-sendiri, yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dan budget dari penggunanya. Power amplifier ombro adalah alternatif yang juga memiliki beberapa kelebihan tersendiri, diantaranya harga terjangkau, bisa memilih part yang disesuaikan kebutuhan atau bisa dicustomisasi sesuai selera pengguna.

Kelebihan dan kekurangan amplifier built-up

Kelebihan

Amplifier built-up jelas spesifikasi dan fiturnya, jelas kualitasnya, jelas juga merk dan pabrikannya. Dengan demikian amplifier built up tentunya dirancang hingga diproduksi dan dijual dalam kontrol yang ketat. Untuk mempergunakan power amplifier built-up, pengguna tidak akan mengalami kesulitan karena pasti disertakan juga buku panduan penggunaan. Batasan-batasan dari power amplifier biasanya juga disertakan sehingga pengguna bisa mengukur kemampuannya dengan pasti. Dengan demikian bisa minim terjadi kesalahan dan kerusakan jika panduan diikuti dengan benar.

Kekurangan

Harganya sudah pasti jauh lebih mahal diatas harga amplifier rakitan atau ombro. Amplifier built-up biasanya juga susah diperbaiki oleh teknisi dengan alat dan kemampuan terbatas jika mengalami kerusakan. Jika ada part dari power amplifier built-up yang rusak maka harus diganti dengan part dengan kualitas yang sama, sebab jika tidak pasti akan mengurangi performa aslinya. Kekurangan lainnya adalah tidak mudah dicustomisasi seperti halnya power amplifier ombro.

Kesimpulan

Bisa kita simpulkan bahwa amplifier built-up artinya sebuah produk amplifier yang diimpor/di jual sudah dalam kondisi lengkap utuh yang siap digunakan. Produk build up juga biasanya mengacu kepada produk utuh yang di produksi oleh pabrikan besar, dimana yang sudah jelas merk dan reputasi dalam bidang produksinya. Maksudnya, power amplifier built-up bukan power amplifier siap pakai yang dirakit oleh industri rumah tangga. Atau punya merk tapi hanya dikenal secara lokal saja.

Lawan dari power amplifier built-up adalah jenis Ombro, dimana yang dirakit dari komponen modul yang dibeli terpisah. Membeli ampli ombro yang siap pakai juga ada yang dijual di toko. Tetapi itu biasanya tidak memiliki merk atau ada merknya tetapi tidak pernah didengar secara internasional. Hal ini karena ombro dibuat oleh home industri atau perakit power amplifier rumahan saja.

Power amplifier built-up harganya bisa jauh lebih mahal daripada yang ombro, namun biasanya memiliki fitur yang lengkap dan kehandalan yang lebih baik. Tetapi-masing bagus untuk digunakan sejauh memahami batasan-batasan penggunaannya, dan digunakan sesuai kebutuhan. Demikian tentang arti built-up pada power amplifier, semoga bermanfaat!

Tags:

Leave a Reply