Skema Power Supply CT

Kali ini saya akan membuat Skema Power Supply CT, dimana yang menggunakan trafo CT sebagai komponen utamanya. Pada trafo standard(non-CT), lilitan skunder terdiri dari tap-tap tegangan yang bisa dipilih yaitu pin 0 sebagai ground dan tap-tap yang lain terdiri dari beberapa keluaran tegangan tunggal yang berbeda-beda voltase yang bisa digunakan sesuai kebutuhan contohnya; 0-4.5-6-9-12…dst. Sedangkan pada trafo CT, pin 0 adalah titik tengah gulungan, lalu pin yang lain adalah pin/tap tegangan ganda yang berbeda-beda voltase contohnya; dst…25-18-12-0-12-18-25…dst. Kita bisa menggunakan trafo CT maupun non-CT.

Skema Power Supply CT Tegangan Simetris dan non-Simetris

Apakah Trafo CT?

Adalah Trafo dengan pusat lilitan  (center tap) pada gulungan sekunder memiliki ciri khas titik tengah pada gulungan sekundernya. Berikut adalah deskripsi singkatnya:

  • Transformator CT memiliki 2 sisi lilitan pada gulungan sekundernya, dan titik tengahnya terletak di tengah-tengah antara ujung-ujung gulungan tersebut. Dengan demikian, kedua sisi gulungan sekunder memiliki panjang yang sama dari pusat ke ujung.
  • Pusat lilitan adalah titik pusat di mana tegangan atau arus pada kedua gulungan sekunder diukur. Ini menciptakan kemampuan untuk mengukur arus AC baik dari sisi positif maupun negatif terhadap pusat tersebut.

Karena trafo CT memiliki kemampuan untuk menghasilkan arus AC dari sisi positif dan negatif tehadap pusat sebagai 0/ground. Dengan demikian jenis trafo ini umumnya digunakan untuk power supply yang mengeluarkan tegangan DC simetris misalnya -12V DC  (0/ground) +12VDC . Tegangan DC simetris umumnya digunakan untuk menyuplai daya power amplifier class AB (yang kebanyakan simetris) dan rangkaian pre-amp yang menggunakan IC Op-amp yang kebanyakan membutuhkan catu simetris.

Baca Juga :  Penjelasan Mengenai Rangkaian Listrik Paralel

Kelebihan Trafo CT

Selain dibutuhkan sebagai power supply rangkaian elektonika yang membutuhkan tegangan simetris, trafo CT juga bisa digunakan sebagai power supply untuk tegangan non-simetris dengah mudah dan lebih sederhana.

JIka digunakan sebagai power supply non-simetris, trafo CT tidak perlu menggunakan penyearah jembatan(dioda bridge), tetapi cukup menggunakan 2 buah dioda silikon untuk membuat power supply gelombang penuh yang kuat.

Skema Power Supply Simetris Dengan Trafo CT

SKEMA POWER SUPPLY CT

Dioda bridge bisa diganti dengan 4 buah dioda silikon yang di rangkai secara bridge, lihat caranya di artikel yang ini →  Cara Merakit Dioda Pengganti Kiprok

Power supply trafo CT diatas menghasilkan tegangan ganda atau disebut power supply tegangan simetris yang memiliki sisi jalur negatif, sisi jalur positif dan ground/0. Biasanya digunakan untuk rangkaian yang membutuhkan tegangan simetris termasuk power amplifier class AB dan tone control.

Skema Power Supply non-Simetris Dengan Trafo CT

SKEMA POWER SUPPLY CT NON SIMETRIS

Trafo CT juga bisa digunakan untuk membuat power supply non-Simetris seperti dalam skema diatas, yang lebih simpel karena hanya membutuhkan 2 dioda sebagai penyearah gelombang penuh(full-wafe rectifier) yang kuat.

Demikian tentang skema power supply CT atau menggunakan trafo CT, semoga bermanfaat dan selamat merangkai!

 

Leave a Reply