Cara Kerja Transistor Bipolar (BJT), Saklar, Penguat Sinyal

Transistor adalah salah satu komponen elektronik kunci yang sangat penting dalam teknologi modern. Pemahaman tentang cara kerja transistor adalah hal yang sangat mendasar, yang bisa memiliki peran tertentu dalam rangkaian. Dalam artikel ini, kami akan menguraikan dengan lebih rinci bagaimana transistor berfungsi sebagai saklar, sebagai penguat sinyal serta memahami prinsip-prinsipnya, dan beberapa contoh penerapannya dalam berbagai rangkaian elektronik.

Mengenal Cara Kerja Transitor – Sebagai Saklar Maupun Sebagai Penguat Sinyal

Dasar-dasar Transistor

persamaan transistor C945 persamaan transistor a733

Transistor adalah semikonduktor yang memiliki tiga terminal yang dapat mengontrol aliran arus antara dua terminal dengan mengatur arus yang mengalir ke terminal ketiga. Ada dua jenis transistor utama yaitu: transistor bipolar (BJT) dan transistor efek medan (FET). Namun dalam artikel ini khusus kita membahasa cara kerja transistor Bipolar saja.

Transistor Sebagai Saklar

Pada dasarnya, transistor digunakan sebagai saklar elektronik dengan dua kondisi utama: “ON” (aktif) dan “OFF” (non-aktif).

Mode ON (Aktif)

Ketika transistor dioperasikan dalam mode “ON”, itu akan mengizinkan aliran arus antara dua terminal utamanya. Dalam transistor NPN, arus bergerak dari kolektor ke emitter, sedangkan dalam transistor PNP, arus bergerak dari emitter ke kolektor. Mode “ON” ini terjadi ketika tegangan atau arus yang diterapkan pada terminal kendali (biasanya disebut sebagai pin basis pada transistor bipolar atau BJT) melebihi ambang tertentu, yang disebut tegangan pintu (gate voltage pada FET).

Mode OFF (Non-Aktif)

Ketika transistor beroperasi dalam mode “OFF”, maka transistor tidak mengizinkan arus untuk mengalir diantara dua terminal utamanya. Mode “OFF” terjadi ketika tegangan atau arus pada terminal kendali tidak cukup tinggi untuk mengatasi tegangan pintu atau hambatan intrinsik transistor, sehingga aliran arus antara kolektor dan emitter menjadi sangat kecil atau sama sekali tidak ada.

Penerapan Transistor Sebagai Saklar

Penggunaan transistor sebagai saklar sangat umum dalam berbagai aplikasi elektronik. Di bawah ini adalah beberapa contoh penerapannya:

Penerapan Transistor dalam Saklar Elektronik

Transistor dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat seperti lampu, motor, atau relay dengan mengatur aliran arus melalui perangkat tersebut. Dalam hal ini, transistor bekerja sebagai saklar elektronik yang mengontrol daya perangkat tersebut.

Transistor banyak digunakan sebagai saklar elektronik dalam sebuah rangkaian elektronik sederhana. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan transistor bipolar NPN sebagai saklar untuk mengendalikan lampu LED.

Komponen yang Dibutuhkan:

  • Transistor Bipolar NPN (seperti 2N3904 atau sejenisnya)
  • Resistor (sekitar 220-1000 ohm)
  • Lampu LED
  • Sumber daya (misalnya, baterai 9V)
  • Kabel penghubung

Skema rangkaian dasar

cara kerja transistor sebagai saklar

Cara Kerja:

Ketika tidak ada tegangan pada basis transistor (Ib = 0), transistor akan berada dalam Mode Off, dan tidak ada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter. Oleh karena itu, lampu LED akan mati karena tidak ada aliran listrik yang mengalir melalui LED.
Ketika tegangan positif diberikan pada basis transistor (Ib > 0), maka transistor akan mengaktifkan diri dalam Mode ON  dan mengizinkan arus mengalir dari kolektor ke emitter. Ini akan mengalirkan arus melalui lampu LED, sehingga menyalakannya.
Dengan mengubah tegangan atau arus yang diterapkan pada basis transistor, kita dapat mengontrol apakah transistor dalam keadaan aktif atau non-aktif. Ini memungkinkan kita untuk menggunakan transistor sebagai saklar elektronik dalam berbagai keperluan, seperti mengendalikan lampu, mengendalikan motor, atau perangkat lain yang memerlukan kontrol on/off.

Baca Juga :  Cara Menggunakan Multimeter Analog Dan Digital

Saklar dalam hal ini bisa dikendalikan melalui sistem pengontrol yang lebih kompleks, misalnya mematikan TV melalui tombol stand-by yang juga bisa melalui remot.

Ingat bahwa nilai resistor yang digunakan pada basis transistor harus disesuaikan nilainya dengan hati-hati untuk memastikan transistor dapat beroperasi dengan baik dan tidak rusak karena arus berlebih. Selain itu, pastikan kamu memahami karakteristik transistor yang digunakan, seperti hfe (beta), untuk menghitung nilai resistor yang sesuai.

Penerapan Transistor dalam Logika Digital

Dalam rangkaian logika digital, transistor digunakan untuk mewakili nilai logika 0 (OFF) dan nilai logika 1 (ON). Ini membentuk dasar dari gerbang logika yang digunakan dalam komputasi dan pengolahan data. (tidak akan kita bahas disini sebab ini terkait logika digital kearah sistem kontrol atau komputasi yang sangat kompleks)

Penerapan dalam Amplifikasi (penguat sinyal)

Selain berfungsi sebagai saklar, transistor juga banyak digunakan sebagai penguat sinyal baik audio maupun radio. Transistor bipolar adala jenis transistor yang sering digunakan dalam penggunaan ini, di mana sesuai prinsip penguatan transistor yaitu perubahan kecil pada arus basis menghasilkan perubahan besar pada arus kolektor, menghasilkan penguatan sinyal.

Berikut adalah contoh rangkaian sederhana yang menggunakan transistor sebagai penguat sinyal. Dalam rangkaian ini, kita akan menggunakan transistor bipolar NPN sebagai penguat sinyal audio. Transistor ini akan menguatkan sinyal audio yang diberikan pada basisnya.

Komponen yang Dibutuhkan:

  1. Transistor NPN (misalnya, 2N3904)
  2. Sumber audio (misalnya, mikrofon atau sumber audio lainnya)
  3. Resistor (R1 – 10K ohm, R2 – 1K ohm)
  4. Kapasitor elektrolitik (C1 – 10uF)
  5. Speaker atau alat pemutaran audio
  6. Catu daya (misalnya, baterai 9V)
  7. Kabel penghubung

Skema Rangkaian Dasar:
Transistor sebagai penguat sinyal
Cara Kerja :

  • Ketika sinyal audio diberikan pada basis transistor melalui kapasitor C1, itu akan mengatur arus pada basis transistor (Ib).
  • Transistor akan menguatkan sinyal tersebut dan memungkinkan mengalirnya aliran arus dari baterai dari kolektor ke emitter, menghasilkan sinyal audio yang sudah diperkuat.
  • Sinyal yang diperkuat kemudian dikirimkan ke speaker sehingga sinyal yang tadinya kecil dapat didengarkan telingga kita.

Seperti itulah cara kerja transistor dasar sebagai penguat sinyal. Dengan merancang rangkaian sederhana ini(sebagai ontoh), kamu akan mendapatkan penguatan sinyal audio yang bisa digunakan untuk pengeras suara sederhana, atau penerapan lain yang memerlukan penguat sinyal audio. Pastikan untuk memilih nilai resistor dan kapasitor yang sesuai dengan kebutuhan, dan sesuaikan dengan karakteristik transistor yang digunakan.

Kesimpulan

Transistor adalah komponen kunci dalam elektronika modern yang memiliki banyak peranan, termasuk sebagai saklar elektronik yang efisien, sebagai penguat sinyal, hingga logika digital. Memahami cara kerja transistor sebagai saklar adalah langkah penting dalam merancang dan memahami berbagai rangkaian elektronik yang kompleks dan inovatif. Dengan peran vitalnya ini dalam teknologi modern, transistor akan terus berperan dalam perkembangan dunia elektronika.

Leave a Reply