Jenis-jenis MOSFET Dan Penggunaannya

MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistor) adalah salah satu jenis transistor yang memiliki peran sangat penting dalam dunia elektronik. Karakteristik uniknya memungkinkan pengendalian arus dan tegangan dengan mudah melalui tegangan pada terminal Gate. MOSFET banyak digunakan dalam berbagai aplikasi elektronik, termasuk dalam Switched-Mode Power Supply (SMPS), Inverter, Saklar elektronik dan audio amplifier. Artikel ini akan membahas berbagai jenis MOSFET, aplikasi, serta bagaimana cara kerjanya!

Mengenal MOSFET, Jenis-jenis , Cara kerja, aplikasi dan contoh-contohnya

jenis jenis mosfet dan penggunaannya

1. Jenis-Jenis MOSFET

Ada beberapa jenis MOSFET berdasarkan mode operasinya dan polaritasnya:

a. MOSFET Enhancement-Mode

  1. -N-Channel (NMOS): Arus mengalir antara Drain dan Source ketika tegangan Gate lebih tinggi dari ambang tertentu.
  2. ¬†–P-Channel (PMOS): Arus mengalir ketika tegangan Gate lebih rendah dari ambang tertentu.

b. MOSFET Depletion-Mode :

  1. ¬†–N-Channel (DNMOS): Arus mengalir tanpa tegangan Gate, dan Gate negatif akan mengurangi konduktivitas saluran.
  2. -P-Channel (DPMOS): Mirip dengan N-Channel, tetapi arah aliran arusnya berlawanan.

c. MOSFET JFET (Junction Field-Effect Transistor):

MOSFET jenis JFET menggunakan junction antara bahan semikonduktor untuk mengendalikan arus. Tergantung pada tipe, arus mengalir dengan atau tanpa tegangan Gate.

Cara Kerja MOSFET

1. Prinsip Kerja MOSFET

MOSFET memiliki tiga terminal, yaitu Gate (G), Source (S), dan Drain (D). Arus mengalir antara Source dan Drain melalui saluran semikonduktor ketika terbentukkan oleh tegangan pada Gate. Jenis MOSFET dan tegangan Gate yang diberikan akan menentukan apakah arus mengalir atau tidak.

2. Pengendalian Arus dengan Tegangan Gate

a. MOSFET Enhancement-Mode:

  • – N-Channel (NMOS): Arus mengalir saat tegangan Gate lebih tinggi dari ambang tertentu.
  • – P-Channel (PMOS): Arus mengalir saat tegangan Gate lebih rendah dari ambang tertentu.

b. MOSFET Depletion-Mode:

  • – N-Channel (DNMOS): Arus mengalir tanpa tegangan Gate, dan Gate negatif akan mengurangi konduktivitas saluran.
  • – P-Channel (DPMOS): Arus mengalir ketika tegangan Gate lebih tinggi dari ambang tertentu.

3. Penggunaan MOSFET sebagai Saklar Daya dan Penguat Daya

Berbagai penggunaan MOSFET dalam berbagai aplikasi seperti Audio Amplifier AF, Radio Frekuensi (RF), Inverter, Regulator Tegangan, dan Switched-Mode Power Supply (SMPS).

Penggunaan MOSFET dalam Audio Amplifier AF

Audio Amplifier (AF) adalah perangkat yang menguatkan sinyal audio untuk menghasilkan output audio berkualitas tinggi. MOSFET tipe power, terutama N-Channel MOSFET, sering digunakan sebagai penguat daya dalam amplifier. MOSFET menawarkan kinerja yang baik dalam menguatkan sinyal audio dengan daya tinggi, memberikan suara yang jernih dan detail. Amplifier class D adalah contoh penggunaan MOSFET dalam dunia audio. Tetapi penggunaan MOSFET untuk audio tidak hanya terbatas pada class D saja, tetapi juga bisa untuk class AB.

Penggunaan MOSFET dalam Radio Frekuensi (RF)

Dalam aplikasi Radio Frekuensi (RF), MOSFET tipe RF atau MOSFET yang berdaya tinggi yang digunakan. MOSFET tipe ini memiliki karakteristik yang optimal untuk aplikasi RF, termasuk frekuensi cutoff (fT) yang tinggi dan daya transmisi (Pout) yang besar. MOSFET tipe N-Channel dan P-Channel digunakan tergantung pada jenis rangkaian dan polaritas yang diperlukan.

Inverter dan MOSFET

Inverter digunakan untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC dengan frekuensi tinggi. MOSFET tipe power menjadi pilihan utama sebagai saklar daya dalam inverter. MOSFET dapat dengan cepat mengalihkan arus DC untuk menciptakan output AC yang diinginkan. MOSFET tipe N-Channel lebh sering digunakan  karena performa dan efisiensi yang lebih baik dalam aplikasi daya tinggi.

Regulator Tegangan dan MOSFET

MOSFET digunakan dalam regulator tegangan sebagai bagian dari desain regulator switching. Regulator tegangan switching menggunakan MOSFET sebagai saklar untuk mengatur keluaran tegangan yang stabil dan efisien. MOSFET tipe N-Channel dan P-Channel digunakan tergantung pada arus dan tegangan yang diperlukan.

SMPS dan MOSFET

Dalam SMPS, MOSFET digunakan sebagai saklar daya untuk mengatur aliran arus dan tegangan secara efisien. MOSFET mematikan dan menghidupkan dengan cepat untuk menciptakan efisiensi yang tinggi dalam konversi energi. MOSFET tipe N-Channel, terutama yang memiliki resistansi saluran (Rds(on)) rendah, menjadi pilihan umum dalam SMPS untuk meningkatkan efisiensi.

Baca Juga :  Cara Pasang Set Top Box Ke TV Tabung

Contoh type MOSFET yang umum digunakan

Berikut adalah beberapa contoh MOSFET yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk jenis-jenisnya N-channel, P-channel, dan JFET:

MOSFET N-Channel:

  • IRF520: MOSFET N-channel yang sering digunakan dalam aplikasi switching dan amplifikasi daya rendah hingga menengah. Biasanya digunakan dalam aplikasi seperti motor kontrol, LED switching, dan rangkaian driver relay.
  • IRF540: MOSFET N-channel yang kuat dan serbaguna, digunakan dalam aplikasi daya tinggi seperti audio amplifier, regulator switching, inverter, dan berbagai aplikasi daya lainnya.
  • IRLZ44N: MOSFET N-channel yang populer dalam aplikasi seperti motor kontrol, LED switching, dan regulator switching. Ia memiliki resistansi saluran yang rendah dan daya yang baik.

MOSFET P-Channel:

  • IRF9530: MOSFET P-channel yang sering digunakan dalam aplikasi daya rendah hingga menengah. Biasanya digunakan dalam aplikasi pengatur tegangan, pemutus daya, dan rangkaian switching lainnya.
  • IRF4905: MOSFET P-channel daya tinggi yang serbaguna, cocok untuk aplikasi switching dan pengaturan tegangan yang membutuhkan daya besar.
  • IRF9540: MOSFET P-channel yang populer dalam aplikasi daya sedang hingga tinggi, digunakan dalam aplikasi seperti motor kontrol, regulator switching, dan penguat daya.

MOSFET JFET (Junction Field-Effect Transistor):

  • J113: MOSFET JFET tipe N-channel yang digunakan dalam berbagai aplikasi dengan impedansi input yang tinggi dan kebisingan rendah. Digunakan dalam aplikasi seperti preamplifier dan rangkaian sensitif lainnya.
  • J175: MOSFET JFET tipe P-channel dengan impedansi input tinggi, digunakan dalam aplikasi elektronika audio, penguat sinyal rendah, dan rangkaian sensor.
  • BF245C: MOSFET JFET tipe N-channel yang digunakan dalam aplikasi audio dan frekuensi radio rendah. Serbaguna dan sering digunakan dalam rangkaian preamplifier dan pengendali gain.

MOSFET Untuk RF Daya Tinggi (Khusus)

Untuk aplikasi RF daya tinggi, MOSFET tipe RF daya tinggi yang umum digunakan. MOSFET tipe ini dirancang khusus untuk bekerja pada frekuensi tinggi dan mampu menangani daya tinggi. Berikut adalah beberapa contoh MOSFET yang sering digunakan dalam aplikasi RF daya tinggi:

  • MRF454: MOSFET tipe RF daya tinggi dengan daya keluaran (Pout) yang besar dan frekuensi cutoff (fT) yang tinggi. Biasanya digunakan dalam aplikasi daya tinggi pada frekuensi radio yang lebih rendah.
  • BLF188XR: MOSFET tipe RF daya tinggi yang memiliki performa tinggi pada frekuensi radio dan daya keluaran yang besar. Digunakan dalam aplikasi frekuensi radio yang lebih tinggi dan transmitter daya tinggi.
  • MRFE6VP61K25H: MOSFET tipe RF daya tinggi yang memiliki daya keluaran dan efisiensi yang tinggi pada frekuensi radio VHF (Very High Frequency) dan UHF (Ultra High Frequency).
  • MRF13750H: MOSFET tipe RF daya tinggi yang mampu menangani daya tinggi pada frekuensi radio yang sangat tinggi, seperti dalam aplikasi pita S (S-band) atau pita C (C-band).
  • MRFE6VP6300H: MOSFET tipe RF daya tinggi yang memiliki performa tinggi pada frekuensi radio yang lebih tinggi, seperti pita L (L-band) atau pita S (S-band).

MOSFET tipe RF daya tinggi ini biasanya digunakan dalam transmitter RF, amplifikasi daya tinggi, dan aplikasi lain di mana diperlukan daya tinggi pada frekuensi radio yang beragam. Sangat penting untuk memilih MOSFET yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi RF daya tinggi untuk mencapai performa yang optimal. Selain itu, penggunaan MOSFET tipe RF daya tinggi juga memerlukan perancangan pendingin yang baik untuk menjaga MOSFET beroperasi pada suhu yang aman.

MOSFET yang paling tepat untuk digunakan dalam sebuah aplikasi tergantung pada persyaratan spesifik dari rangkaian tersebut. Oleh karena itu, selalu penting untuk memilih MOSFET yang sesuai dengan daya, tegangan, resistansi saluran, dan karakteristik kinerja lainnya yang dibutuhkan dalam rangkaian yang ingin dibangun.

Kesimpulan

MOSFET adalah komponen krusial dalam banyak aplikasi didunia elektronika. Berbagai jenis MOSFET memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda. Dalam SMPS, MOSFET berfungsi sebagai saklar daya yang efisien, sementara dalam audio amplifier AF, MOSFET berfungsi sebagai penguat daya yang menghasilkan output audio yang kuat dan jernih. Memahami jenis-jenis MOSFET, aplikasi, dan cara kerjanya memungkinkan para desainer dan teknisi untuk memilih MOSFET yang tepat untuk setiap aplikasi yang diinginkan. Dengan ini, kinerja SMPS dan audio amplifier dapat dioptimalkan untuk memberikan solusi daya dan suara yang terbaik.

Leave a Reply