Persamaan Transistor 2SC945 Paling Cocok

Tidak ada persamaan transistor C945 yang sama persis dengan C945, karena setiap jenis transistor memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa transistor yang dapat digunakan sebagai pengganti dari C945 dengan spesifikasi yang hampir sama atau setara. Namun ada beberapa transistor yang memiliki beberapa persamaan bisa menjadi pengganti c945 jika memang susah menemukannya. Jadi jangan khawatir asalkan tidak terpaut jauh dalam hal persamaan spesifikasi yang tertera pada datasheet dari masing-masing transistor c945 dan calon pengganti c945.

Transistor-transistor persamaan c945 yang aman menjadi pengantinya

Persamaan transistor C945 adalah :

VBE = VB – VE

di mana:

VBE adalah tegangan basis-emitennya
VB adalah tegangan basisnya
VE adalah tegangan emitennya

Persamaan ini menjelaskan hubungan antara tegangan basis-emitennya dengan tegangan basis dan tegangan emitennya. Saat tegangan basis-emitennya mencapai ambang, transistor C945 akan mengalami pembukaan dan mengalirkan arus dari kolektor ke emitornya. Persamaan ini adalah dasar bagi penggunaan transistor C945 dalam sirkuit elektronik. Dari persamaan ini kita bisa menemukan type lain dari transistor yang cocok untuk menggantikan transistor C945.

Baca juga : Perbedaan Transistor NPN dan PNP, dan Aplikasinya

Spesifikasi umum dari transistor C945:

Jenis transistor: NPN
Tegangan kolektor maksimum: 50 V
Arus kolektor kontinyu maksimum: 150 mA
Daya kolektor maksimum: 625 mW
Frekuensi maksimum: 200 MHz
Faktor penguatan arus DC (hFE): 60 – 520

Catatan: Nilai spesifikasi transistor C945 dapat berbeda-beda antara satu produsen dengan produsen lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memeriksa datasheet transistor yang Anda gunakan untuk memastikan spesifikasinya.

Transistor C945 digunakan untuk apa saja?

Transistor C945 umumnya digunakan sebagai penguat sinyal kecil atau sebagai switch pada rangkaian elektronik yang memerlukan arus dan tegangan kecil. Beberapa contoh aplikasi penggunaan transistor C945 adalah:

  • Penguat audio kecil pada amplifier headphone dan speaker mini.
  • Switch atau saklar pada rangkaian elektronik sederhana.
  • Penguat dan kontrol kecepatan pada motor DC kecil.
  • Sirkuit sensor suhu dan cahaya sederhana.

Namun, transistor C945 mempunyai batasan arus dan tegangan, sehingga perlu dipertimbangkan kecocokannya dengan spesifikasi aplikasi yang akan digunakan.

C945 adalah transistor jenis NPN yang masih banyak digunakan hingga saat ini, meskipun ada beberapa jenis transistor yang setara dan dapat menggantikannya. Beberapa jenis transistor setara yang dapat digunakan sebagai pengganti C945 adalah:

  • 2N3904
  • BC547
  • BC337
  • BC548
  • S9013

Namun, perlu diingat bahwa masing-masing transistor memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga perlu diperhatikan apakah pengganti yang dipilih dapat memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi tertentu.

elain transistor yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa jenis transistor yang setara dengan C945, di antaranya:

  • NTE85
  • MPSA06
  • MPSA42
  • PN2222A
  • S9018

Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, meskipun transistor-transistor ini setara dengan C945, karakteristik masing-masing transistor dapat sedikit berbeda, sehingga perlu memperhatikan spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi tertentu.

Alternatif pengganti dari transistor 2SC945

Jika Anda mencari pengganti transistor C945 yang spesifikasinya lebih sedikit, Anda bisa mencari transistor jenis NPN dengan nilai hFE dan polaritas yang sama dengan C945, namun dengan spesifikasi yang lebih rendah.

Beberapa contoh transistor yang dapat digunakan sebagai pengganti C945 adalah:

  • 2N3904: Transistor NPN yang umum digunakan untuk aplikasi amplifier dan switching. Memiliki nilai hFE sekitar 100-300, tegangan kolektor maksimum sebesar 40V, arus kolektor kontinyu maksimum sebesar 200mA, dan daya kolektor maksimum sebesar 625mW.
  • BC547: Transistor NPN yang umum digunakan untuk aplikasi amplifier dan switching. Memiliki nilai hFE sekitar 110-800, tegangan kolektor maksimum sebesar 45V, arus kolektor kontinyu maksimum sebesar 100mA, dan daya kolektor maksimum sebesar 500mW.
  • BC337: Transistor NPN yang umum digunakan untuk aplikasi amplifier dan switching. Memiliki nilai hFE sekitar 100-630, tegangan kolektor maksimum sebesar 50V, arus kolektor kontinyu maksimum sebesar 800mA, dan daya kolektor maksimum sebesar 625mW.

Pilihan pengganti transistor C945 tergantung pada spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa datasheet transistor tersebut sebelum menggunakannya sebagai pengganti C945.

Urutan susunan pin dari transistor pengganti

Urutan dari pin pada transistor C945 adalah E-B-C. Emitter (E) biasanya berada pada pin kiri, Basis (B) berada di tengah, dan Kolektor (C) berada di sebelah kanan. Urutan dari Pin transistor-transistor ini dibaca dari kiri kekanan, dengan posisi transistor ketika kita pegang tulisannya menghadap kemata kita.

persamaan transistor C945

Dan transistor-transistor persamaan c945  yang disebutkan di atas bisa memiliki urutan susunan pin yang berbeda-beda. Urutan pin pada sebuah transistor biasanya terdiri dari tiga buah pin yaitu basis (B), kolektor (C), dan emitter (E), dan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan model transistor tersebut.

Baca Juga :  Cara Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Dan Penyebabnya

Sebagai contoh, untuk transistor BC547, urutan pinnya adalah B-C-E, sedangkan untuk transistor BC337, urutannya adalah B-C-E. Sedangkan untuk transistor 2N3904, urutan pinnya adalah E-B-C. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya, penting untuk mengetahui urutan pin yang benar pada masing-masing transistor agar bisa dipasang dengan benar dan berfungsi dengan baik. Berikut adalah urutan pin untuk transistor-transistor yang telah disebutkan sebelumnya:

NTE85: B-C-E
MPSA06: B-C-E
MPSA42: B-C-E
PN2222A: E-B-C
SS9018: E-B-C
2N3904: E-B-C
BC547: B-C-E
BC337: B-C-E
BC548: E-B-C
S9013: E-B-C

Jadi ketika mencari pengganti dari C945 jangan lupa untuk mengetahui susunan atau urutan dari pin-pinnya, karena meskipun dikatakan persamaan transistor 3945, urutan pin-pin belum tentu sama. Tentang kemasan yang berbeda mungkin saja ada yang beda tapi itu tak masalah asalkan karakteristik dan spesifikasinya sama untuk itu jangan lupa membaca datasheet dari masing-masing jenis transistor. Transistor c945 sendiri memiliki jenis kemasan TO-92.

Karakteristik beberapa persamaan yang memungkinkan untuk menggantikan transistor c945

Berikut adalah spesifikasi dan karakteristik dari masing-masing transistor pengganti C945 yang telah disebutkan sebelumnya:

NTE85:
Tipe: NPN
VCEO: 45 V
IC: 0.1 A
hFE: 100 – 300
ft: 250 MHz
Paket: TO-92
MPSA06:
Tipe: PNP
VCEO: 20 V
IC: 0.5 A
hFE: 100 – 500
ft: 100 MHz
Paket: TO-92
MPSA42:
Tipe: NPN
VCEO: 300 V
IC: 0.5 A
hFE: 40 – 250
ft: 150 MHz
Paket: TO-92
PN2222A:
Tipe: NPN
VCEO: 40 V
IC: 0.6 A
hFE: 100 – 300
ft: 250 MHz
Paket: TO-92
SS9018:
Tipe: NPN
VCEO: 20 V
IC: 0.05 A
hFE: 60 – 120
ft: 1 GHz
Paket: SOT-23
2N3904:
Tipe: NPN
VCEO: 40 V
IC: 0.2 A
hFE: 100 – 300
ft: 300 MHz
Paket: TO-92
BC547:
Tipe: NPN
VCEO: 45 V
IC: 0.1 A
hFE: 110 – 800
ft: 300 MHz
Paket: TO-92
BC337:
Tipe: NPN
VCEO: 45 V
IC: 0.8 A
hFE: 100 – 630
ft: 100 MHz
Paket: TO-92
BC548:
Tipe: NPN
VCEO: 30 V
IC: 0.1 A
hFE: 110 – 800
ft: 300 MHz
Paket: TO-92
S9013:
Tipe: NPN
VCEO: 40 V
IC: 0.5 A
hFE: 70 – 140
ft: 100 MHz
Paket: TO-92

Perlu diingat bahwa spesifikasi dan karakteristik ini dapat bervariasi tergantung pada produsen dan batch produksinya. Sebaiknya adan mengecek sekali lagi datasheet dari masing-masing transistor persamaan c945 diatas, ada kemungkinan juga salah ketik untuk semakin meyakinkan.

Contoh persamaan transistor yang terlihat mirip dengan c945

BC546

BC546 adalah transistor NPN yang juga sering digunakan sebagai pengganti C945. Namun, perlu diingat bahwa BC546 memiliki spesifikasi yang sedikit berbeda dengan C945, meskipun keduanya memiliki polaritas yang sama.

Beberapa perbedaan antara BC546 dan C945 adalah sebagai berikut:

  1. Nilai hFE (hFE adalah rasio arus kolektor dan arus basis): BC546 memiliki nilai hFE antara 110 hingga 800, sedangkan C945 memiliki nilai hFE antara 150 hingga 400.
  2. Tegangan kolektor maksimum: BC546 memiliki tegangan kolektor maksimum sebesar 65V, sedangkan C945 memiliki tegangan kolektor maksimum sebesar 60V.
  3. Arus kolektor maksimum: BC546 memiliki arus kolektor maksimum sebesar 100mA, sedangkan C945 memiliki arus kolektor maksimum sebesar 150mA.

Akan tetapi pilihan antara BC546 dan C945 tergantung pada spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi Anda. Jika spesifikasi yang dibutuhkan memungkinkan penggunaan salah satu dari keduanya, keduanya dapat digunakan sebagai pengganti satu sama lain. Namun, pastikan untuk selalu memeriksa datasheet transistor tersebut untuk memastikan kecocokan dengan aplikasi Anda.

Transistor C828

Transistor C828 dan C945 memang memiliki kemasan dan konfigurasi yang mirip, namun keduanya tidak setara. Keduanya termasuk transistor jenis NPN dengan nilai hFE yang sama-sama berada pada kisaran 60-520, namun memiliki perbedaan spesifikasi yang cukup signifikan.

Beberapa perbedaan antara C828 dan C945 adalah sebagai berikut:

  • Tegangan kolektor maksimum (Vcbo) pada C828 adalah 30V, sedangkan pada C945 adalah 50V.
  • Arus kolektor maksimum (Ic) pada C828 adalah 500mA, sedangkan pada C945 adalah 150mA.
  • Daya kolektor maksimum (Pc) pada C828 adalah 400mW, sedangkan pada C945 adalah 625mW.

Oleh karena itu, penggantian transistor C945 dengan C828 atau sebaliknya tidak dianjurkan, kecuali jika rangkaian yang akan digunakan memang memungkinkan perbedaan spesifikasi tersebut. Sebaiknya Anda selalu memilih transistor yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dalam aplikasi tertentu.

Demikian tentang persamaan trasistor c945 yang bisa anda gunakan pada aplikasi-aplikasi tertentu yang memungkinkan. Kalau perlu pastikan lagi dengen mengecek datasheet dari transistor pengganti yang mudah diakses secara online. Untuk aplikasi-aplikasi tertentu mungkin persamaan c945 diatas kurang cocok, jadi memang kita harus teliti dan harus bisa memahami karakteristik transistor dan rangkaian elektronik dalam aplikasinya.

Leave a Reply