Perbedaan Antena TV Digital Dan Antena TV Analog

Banyak yang bertanya apa perbedaan antena TV digital dan TV analog. Mengetahui jawaban ini penting supaya tidak terkecoh dengan jenis-jenis antena atau supaya tidak bingung pilih mana antena yang cocok untuk TV digital mengingat kita baru saja hijrah dari TV analog ke Digital. Ada penjelasan-penjelasan terkait teknis sederhana yang perlu diketahui supaya tidak gagal paham dan yakin dengan jawabannya.

Yuk kita bahas lengkap tentang perbedaan antena untuk TV analog dan Tv digital

Yang perlu dipaham adalah semua stasiun siaran TV menggunakan frekwensi radio untuk mentransmisikan siaran mereka supaya bisa diterima oleh pesawat TV kita dirumah. Media yang digunakan supaya transmisi siaran mereka melalui frekwensi tertentu bisa menjangkau pemirsa yang berada jauh namanya adalah antena.

Antena TV

Antena yang digunakan oleh pemancar dari stasiun TV untuk memancarkan siaran mereka, namanya antena pemancar/TX. Sementara pesawat TV pemirsa juga perlu antena untuk bisa menangkap siaran dari stasiun pemancar TV, namanya antena penerima/RX .

Bentuk dari antena baik TX maupun RX berbeda-beda baik model dan jenisnya tergantung dari si perancang antena tersebut. Tapi yang pelu kita bicarakan hanya jenis antena saja terutama untuk antena penerima/TX(kita tidak membahas pemancar/RX), yang secara umum ada 2 jenis.

  1. Antena segala arah(Omnidirectional antena),  artinya antena penerima yang bisa menerima siaran dari segala arah. Jadi jenis antena ini tidak perlu diputar-putar sebenarnya untuk menemukan siaran dari stasiun pemancar TV. Biasanya antena jenis ini hanya bagus jika digunakan untuk menerima signal Tv yang sangat kuat misalnya TV penerima tidak jauh dari stasiun pemancar, modelnya sederhana dan memang biasanya khusus penggunaan indoor. Antena jenis omnidirectioanal tidak memiliki fokus terhadap antena pemancar sehingga ketika jauh dari pemancar, jenis antena ini tidak bisa menerima siaran dengan baik – meskipun di pasang secara outdoor dan berada ditempat tinggi misalnya diatas atap rumah.
  2. Antena satu arah (directional antena), artinya antena yang hanya bisa menangkap siaran dengan baik ketika arahnya tepat ke arah antena dari stasiun pemancar. Antena directional memiliki model yang lebih kompleks, yang lebih lengkap terdiri dari 3 elemen antena yaitu reflektor, driven(balun), dan batang elemen, sementara ada juga model yang tidak menggunakan batang elemen. Jenis antena ini bisa menangkap siaran dengan baik dari jarak yang lebih jauh ketika arahnya tepat dengan antena pemancar, dengan persyaratan lain ujung pengarah antena tidak terhalang oleh benda misalnya tembok – oleh karena itu antena directional digunakan secara outdoor yang sering ditaruh diatas atap rumah.

Panjang dari elemen antena TV

menangkap siaran tv digital dengan antena biasa

Baik radio maupun TV menggunakan frekwensi, dari frekwensi rendah sampai frekwensi yang tinggi. Frekwensi ini dibagi-bagi sesuai dengan rangenya yang umum dikenal misalnya HF, VHF, dan UHF adalah yang lebih tinggi yang digunakan untuk Televisi. Elemen dari antena ukuranya semakin tinggi frekwensi maka semakin pendek panjang elemennya. Contoh antena TV VHF (TVRI dimasa lalu) elemennya lebih panjang daripada antena TV UHF yang dulu pertama digunakan oleh siaran analog TV swasta pertama di indonesia yaitu RCTI yang jauh lebih pendek .

Kesimpulannya bahwa panjang pendek dari elemen antena tergantung dari frekwensi yang digunakan, baik radio maupun televisi.

Sampai disini, dengan penjelasan diatas mungkin anda sudah paham tentang antena TV. Tapi anda masih harus membaca lanjutannya tentang berapa kisaran frekwensi yang digunakan oleh TV digital dan analog – serta metode penyiarannya, supaya lebih paham bagaimana itu antena TV analog dan Antena TV digital.

Frekwensi Siaran TV analog dan Digital

Dengan mengetahui frekwensi siaran TV analog dan digital maka nantinya akan mengerti seperti apa antena yang bagus untuk digunakan.

Frekuensi siaran TV digital dan TV analog bisa berbeda-beda tergantung standar siaran yang digunakan pada suatu wilayah/negara.

TV Analog:

TV analog menggunakan modulasi gelombang radio untuk mentransmisikan sinyal video dan audio. Dalam sistem TV analog, frekuensi yang digunakan juga bervariasi untuk setiap wilayah/negara.  Beberapa contoh dari standar TV analog yang digunakan di diseluruh dunia adalah NTSC, PAL, dan SECAM.

NTSC (National Television System Committee),Digunakan terutama di Amerika. Frekuensi yang digunakan adalah sekitar 54 hingga 88 MHz untuk chanel VHF (Very High Frequency) dan sekitar 174 hingga 216 MHz untuk UHF (Ultra High Frequency).

PAL (Phase Alternating Line), Digunakan terutama di Eropa, Australia, dan beberapa negara lainnya. Frekuensi yang digunakan sekitar 48 hingga 230 MHz (VHF) dan sekitar 470 hingga 860 MHz(UHF).

Baca Juga :  Keunggulan Memasang Driver Speaker Terbalik Terhadap Box

SECAM (Séquentiel couleur à mémoire), Digunakan terutama di Prancis, Rusia, dan beberapa negara bekas Uni Soviet. Frekuensi yang digunakan mirip dengan PAL.

TV Digital:

TV digital menggunakan teknologi pemrosesan sinyal digital untuk mentransmisikan sinyal video dan audio. Ada beberapa standar TV digital yang digunakan di seluruh dunia, seperti DVB-T, ATSC, ISDB, dan DMB-T/H.

DVB-T (Digital Video Broadcasting – Terrestrial),  Standar untuk sebagian besar negara Eropa dan beberapa negara lain di seluruh dunia. Frekuensi umum untuk DVB-T adalah sekitar 470 hingga 862 MHz.

ATSC (Advanced Television Systems Committee), Standar yang digunakan terutama di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Korea Selatan. Frekuensi penggunaan umum ATSC adalah sekitar 54 hingga 806 MHz.

ISDB (Integrated Services Digital Broadcasting), Standar ini digunakan di Jepang, Brasil, dan beberapa negara lainnya. Frekuensi penggunaan umum untuk ISDB adalah sekitar 470 hingga 770 MHz.

Penting untuk dipahami bahwa frekuensi siaran TV bisa berbeda disetiap negara atau wilayah. Jadi, jika Anda ingin mengetahui frekuensi siaran TV digital atau analog di lokasi tertentu di indonesia, anda bisa bertanya kepada dpkominfo tentunya. Tapi untuk saat ini tak perlu, anda cukup untuk membaca artikel ini sampai selesai dijamin tahu. Lanjut!

Penggunaan frekwensi TV Analog dan Digital di wilayah di Indonesia

CATAT INI DULU: 

  1. TV analog UHF di indonesia menggunakan standar PAL dengan frekwensi 470 hingga 860 MHz(UHF).
  2. TV digital di indonesia menggunakan standar DVB-T dengan frekwensi sekitar 470 hingga 862 MHz.

Perbedaan antena TV analog dan Digital

antena tv digital terbaik

Sekarang kita sampai kepada poin utama dari artikel ini yaitu perbedaan antena analog dan digital. Jika anda sudah membaca artikel ini dari awal sampai akhr tanpa terlewatkan maka anda akan paham dengan jawaban yang saya berikan ini.

PERBEDAAN ANTENA TV DIGITAL DAN ANALOG (UHF) DI INDONESIA ITU TIDAK ADA. Hal ini karena sudah jelas bahwa frekwensi yang digunakan sama yaitu antara 470 hingga 860 MHz(UHF) untuk analog standar PAL, dan 470 hingga 862 MHz standar DVB-T.

Jadi pemahamannya begini, jika sebelumnya anda sudah menggunakan antena UHF untuk TV analog, maka antena tersebut masih bisa digunakan untuk menangkan siaran TV digital baik dari set top box maupun dari TV yang sudah bisa digital tanpa set top box. Alasan untuk ini adalah karena standar frekwensi yang digunakan di negara kita baik untuk analog dan digital itu sama.

Jika antena TV UHF anda kondisinya masih bagus, maka tak perlu untuk membeli antena lagi untuk TV digitalnya. Antena TV UHF yang sudah ada bisa digunakan bergantian tanpa perlu ada perubahan.

Akan tetapi jika anda tinggal dinegara lain bisa lain ceritanya, maka anda harus tahu apa standard siaran TV yang digunakan di negara tempat anda tinggal baik analog maupun digitalnya.

Antena TV Yang baik Untuk menerima Siaran Digital

Antena yang baik tentu harus dibuat dengan akurat sesuai dengan frekwensi siaran TV yang ada di suatu wilayah, berstandard industri.

Antena outdoor dan directional harus bebas penghalang dan arahnya tepat kearah stasiun TV yang dimaksud.

Menggunakan kabel antena coaxial yang bagus artinya sesuai dengan impedansi yang dibutuhkan oleh frekwensi yang ditangkap oleh TV. Kabel antena yang bagus harusnya berstandar industri supaya impedansi kabel yang digunakan sesuai dengan kebutuhan teknisnya.

Gunakan kabel dengan ukuran sependek mungkin, asal bisa terhubung dengan TV yang ada diruangan rumah anda. Artinya kabel jangan terlalu panjang karena semakin panjang kabel semakin besar hambatan listiknya apalagi jika digulung gulung. Gunakan yang pas-pas saja sesuai dengan tinggi antena, dan lokasi pesawat TV sedekat mungkin dengan posisi tiang antena.

Menggunakan booster penguat signal apabila signal siaran TV didaerah anda lemah. Petunjuk pemasangan minta ke pihak yang mengerti atau toko penjual.

Wawasan penting;

  • Antena TV tidak berstandar – kabel berstandar = kualitas tangkapan signal buruk
  • Antena berstandar – kabel antena tidak berstandar = kualitas tangkapan signal buruk
  • Antena berstandard – kabel berstandar – kabel terlalu panjang bergulung-gulung = kualitas tangkapan signal kurang maksimal
  • Antena berstandard – kabel berstandar – kabel cukup/sesuai dengan tinggi antena = kualitas tangkapan signal bagus maksimal alias good!

Umumnya antena untuk menerima siaran digital biasanya tidak harus setinggi antena untuk menerima siaran TV analog. Dicoba saja dulu karena terlalu tinggi antena TV berisiko terkena petir yang bisa merusak pesawat TV dan juga berbahaya bagi penontonnya.

Sekian semoga bermanfaat dan terimakasih sudah berkunjung!

Leave a Reply