Kelebihan Kekurangan SMPS untuk Audio Sound Lapangan

Hari ini penggunaan SMPS power supply untuk audio sound system kelas lapangan masih banyak menimbulkan pertanyaan dikalangan pecinta audio pemula seperti saya. Apakah kelebihan SMPS untuk sound system waat besar?… Apakah tahan jika digeber berjam-jam?…. apakah tidak cepat rusak, dsb… Teknologi switching power supply atau SMPS sebenarnya sudah lama dikenal, namun hal ini lebih banyak di pergunakan pada perangkat elektronik rumahan seperti VCD player, Komputer dekstop, monitor Komputer baik layar datar/tabung CRT, segala macam televisi, hingga charger handphone karena popularitas yang yang aman, dan efisien dalam berbagai sudut pandang(akan kita bahas dibawah). Namun demikian masih menimbulkan pertanyaan mengenai ketahannanya apabila di pakai untuk audio amplifier watt besar. Kalau mengenai efisiensi, SMPS atau orang juga menyebutnya dengan sebutan  AC-MATIC ini sudah tak diragukan lagi , yaitu termasuk lebih ringan, lebih kecil, lebih stabil, hemat listrik dsb jika dibandingkan dengan trafo biasa.

Tentang SMPS kelebihan dan kekurangan dibanding trafo biasa khususnya untuk audio amplifier watt besar

Sekilas mengenal apa itu SMPS

Sebelum membahas kelebihan dan kekurangan, alangkah baiknya kita berkenalan lebih akrab lagi dengan yang namanya SMPS ini….

SMPS adalah kependekan dari Switch Mode Power Supply, jadi artinya sumber tegangan yang menggunakan system switching; system yang bekerja dengan cara penyearahkan strum AC dari jala-jala PLN 220 Volt menjadi tegangan DC tinggi, yang kemudian di switch(pengsaklaran) menuju trafo dengan menggunakan TR Mosfet. Tegangan keluaran pada trafo sekunder diturunkan lagi lalu disearahkan lagi; sebelum dipakai untuk menghidupkan sirkit elektronik tegangan dilewatkan dulu ke tapis frekuensi tinggi dan kapasitor perata.

TR mosfet pada SMPS bekerja sebagai saklar on / off (switching) berkecepatan tinggi, yang menghasilkan ouput berupa deretan pulsa hidup-mati secara periodik pada   frekuensi yang biasanya antara 50 khz-500 khz.

Kelebihan kekurangan SMPS untuk Power Ampli lapangan

Photo Source : https://www.flickr.com/photos/33822855@N00/18892125294/

SMPS Vs Power supply biasa/linier

SMPS bekerja pada frekuensi kerja yang jauh lebih tinggi yaitu  50 kHz- 500 kHz. Perlu diketahui bahwa makin tinggi frekuensi artinya makin efisien kerjanya, sehingga SMPS dengan keluaran yang sama dengan PSU linier memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan dengan trafo yang berukuran jauh lebih kecil.

smps untuk power sound watt besar

Sumber gambar : FB Group SOUND SYSTEM rakitan MADE IN DEWE & segala sekema elektronik.

Efisiensi yang Tinggi

Strum keluaran power supply liner tergantung pada tap trafo yang ada. Untuk jenis nonregulasi, tegangan keluaran bervariasi tergantung pada beban arusnya. Tapi untuk yang teregulasi, dalam prosesnya menghasilkan disipasi daya transistor / panas yang berlebihan hingga menurunkan efisiensinya. Inti besi trafo juga menghasilkan rugi daya yang sangat besar, yang pada akhirnya cuma bisa menghasilkan efisiensi sekitar 30 atau 40% saja.

Tegangan SMPS mudah diset pada voltase berapapun dan pada arus berapapun sesuai kapasitas tanpa terpengaruh oleh dimensi dan berat. System pensaklaran pada SMPS, regulasi diperoleh hanya dengan mengatur lebar pulsa, yaitu transistor bekerja secara mati sepenuhnya atau hidup sepenuhnya, maka panas dan kerugian daya yang ditimbulkan akan sangat minim   – sehingga lebih dingin serta lebih sedikit kehilangan daya. Kerugian dari inti ferrit, inti konduktor dan dioda perata adalah penyumbang utama kerugian arus pada SMPS, namun masih bisa menghasilkan efisiensi tipikal antara 60 – 80%.

Stabilitas SMPS

SMPS mempunyai toleransi kisaran tegangan masukan yang lebar. Tegangan masukan bervariasi,  yaitu antara strum dc 150 – 300V atau strum ac antara 90 – 265V, SMPS masih mampu memberikan tegangan keluaran yang stabil. Dengan demikian SMPS juga disebut AC MATIC, artinya meskipun tegangan input anjlok sangat rendah menjadi 90V, namun tegangan output masih tetap utuh. Beda dengan catu daya linier, apabila jala-jala listrik drop hingga 90v, maka keluaran juga akan drop banyak hingga tak mampu menyalakan peralatan elektronika.

Perawatan SMPS lebih murah

SMPS, jika rusak paling sering adalah mosfet atau mungkin resistor dan diode kecil. Sedangkan power supply linier, justru travo inti besinya yang sering terbakar atau bocor. Harga mosfet tentu saja jauh lebih murah daripada harga travo inti besi yang paling kecil 500mA sekalipun. Travo inti besi yang terbakar memang bisa di gulung ulang, namun biayanya masih lebih mahal daripada harga mosfet. Apakah trafo inti ferrite SMPS nggak bisa rusak?… ya tentu bisa saja, tapi ini jarang terjadi, dan kalaupun rusak juga bisa digulung ulang namun dengan biaya yang jauh lebih murah daripada jasa gulung travo inti besi ~ bahkan bisa digulung sendiri.

Lihat Juga :  Cara Menyambung Banyak Speaker yang Benar pada Audio Sound System

Kelebihan SMPS lainnya

  • SMPS bisa dilengkapi sistem proteksi,. Jadi jika ada konslet atau kesalahan dalam penggunaan maka SMPS akan mengaktifkan system protek sehingga tegangan keluaran menjadi 0 dan tidak membahayakan sirkit elektronik.
  • Tegangan tinggi dan rendah adalah dua tegangan yang terisolasi, sehingga tidak akan menyebabkan kebocoran arus tegangan tinggi pada sekunder yang menyebabkan sengatan listrik. Travo inti besi sangat bisa terjadi kebocoran antara primer dan skunder, sehingga bisa menyebabkan orang tersengat tegangan jala-jala; selain itu travo bocor bisa menyebabkan distorsi/noise terutama jika digunakan pada audio ampifier.

Kekurangan utama SMPS

  • SMPS adalah unit yang tidak mudah dirakit oleh pemula karena lebih kompleks dan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Selain itu juga perlu menyearahkan tegangan tinggi 220VAC dari jala-jala yang akan berubah menjadi 300VDC. Dengan demikian sangat berbahaya apabila kurang berhati-hati ketika merakitnya sendiri tanpa pengetahuan yang memadai tentang SMPS – Kecuali anda membeli kit yang sudah jadi, SMPS bukanlah menjadi persoalan serius bagi pemula, seperti saya.. hehe.
  • Kelemahan lainnya bisa terjadi apabila rakitan dan part SMPS terutama ultra fast dioda dan kapasitor tapis yang kurang bagus, maka  frekwensi liar/harmonik pada keluaran bisa tidak diredam dengan baik, sehingga akhirnya akan menyebabkan gangguan suara noise yang cukup mengganggu pada Audio. Hal ini karena SMPS beroperasi menggunakan tegangan pulsa frekwensi tinggi.
  • Jik ada kegagalan kerja, maka output tegangan bisa sangat tinggi yang bisa membuat kebocoran transistor, capasitor meledak, bahkan semua komponen rusak sehingga SMPS menjadi sulit diperbaiki lagi.

Kesimpulannya, desain SMPS yang sangat sederhana atau tidak dibuat dengan teliti, bahkan hasilnya mungkin bisa lebih buruk dartipada power supply liner atau yang pakai trafo besi biasa.

Lalu bagaimana jika SMPS digunakan untuk Audio Amplifier daya besar untuk sound lapangan?…

  1. SMPS lebih efisien sehingga bisa juga dikatakan lebih irit daya, juga memiliki range tegangan yang lebar. Artinya lebih stabil ketika pada kondisi tegangan masukan yang naik turun.
  2. Dengan SMPS kita bisa membuat unit POWER AMPLI berdaya besar namun dengan ukuran yang kecil dan bobotnya yang sangat ringan. Upp Jangan ngiler dong…. hehe.
  3. Ketika dipasangkan dengan power class D, maka akan sangat cocok sekali disamping keduanya memang menganut sistem switching dan sama iritnya. Maka anda akan memiliki power sub-bass raksasa namun dengan ukuran yang sangat tipis dan bobot yang sangat ringan serta irit daya.

Kekurangannya jika SMPS untuk audio watt besar; SMPS menggunakan Transistor sebagai pembangkit pulsa. Dikhawatirkan transistor ini bisa mati mendadak ketika SMPS harus mengirimkan daya yang besar saat dentuman speaker dari power ampli yang berdaya raksasa. Namun hal ini sangat bisa diatasi dengan cara tertentu, misalnya : Memperkuat TR Mosfet dengan cara paralel atau memakai type yang lebih baik, atau menggunakan 2 unit SMPS untuk 1 power mono. Namun kabar baiknya, ketika mosfet mati atau short, hal ini tak akan merusak driver power sedikitpun. Hanya saja PENTING!!! Jika mosfet short, listrik bisa njeglek/nyetrip ~ untuk itu sekring yang sesuai sangatlah penting untuk melindungi dari kebakaran akibat konsleting tegangan tinggi.

JIka Anda memutuskan menggunakan SMPS untuk power lapangan, sebaiknya bukan untuk power raksasa diatas 1000 watt jika Anda tak yakin dengan kualitas SMPS yang Anda pakai. Kalau masih ragu  bisa menggunakan 2 unit SMPS/1 unit power mono. Pada intinya kamu harus lebih teliti dan terukur ketika menggunakan SMPS untuk power daya besar pada sound lapangan.

Kalau menurut saya, SMPS labih cocok untuk men-supply power class D – bukan untuk power class A/B. Hal ini karena power class D tidak banyak mengonsumsi daya listrik alias irit strum sehingga beban SMPS akan menjadi ringan; ini  berbeda dengan power class A/B yang sangat boros daya listrik sehingga beban SMPS akan lebih berat sehingga lebih rentan.

Dan usahakan menggunakan produk SMPS yang dirakit secara lebih canggih dan memang sudah terbukti teruji dilapangan. Sekian.

Advertisement

15 thoughts on “Kelebihan Kekurangan SMPS untuk Audio Sound Lapangan

  1. diyon

    Saya beli smps setara 20A 75v ct
    Tp ketika di coba untuk power amplifier ko tegvout/sekunder drop jadi 30v
    Bagamana solusinya kang?

    Reply
    1. Supri Post author

      Artinya nggak ada 20A, atau kapasitas powernya yg terlalu gedhe . Jadi di ceka aja, beneran nggak itu ada 20A. Itu SMPS rakitan/gacun atau asli bikinan pabrik?…Kalau bikinan sendiri mungkin lilitan trafo kurang bagus,,,, atau bisa juga feedbacknya nggak kerja saat tegangan jala-jala drop

      Reply
    1. Supri Post author

      Itu karena amperenya tidak sesuai. Gak bisa jamin kalau SMPS rakitan pakai gacun,,,, karena lilitan trafo yang kurang bagus, dsb bisa menyebabkan arus tidak optimal dan kadang tidak dikasih jalur feedback. Tergantung yg merakitnya

      Reply
  2. Saxty

    Klo mengatasi drop tegangan saat dentuman bass pada smsp gacun gmn mas.. drop sampai.15v. tp hnya saat bass berat..misal bunyi gong pada gending jawa

    Reply
  3. sbastian

    Ini saya pake smps yg 12 volt 30 ampere buat power amplifier mobil berdaya skitar 1500 watt dan saya pakai dirumah
    Dan saya cek tegangan tidak turun alias drop sama sekali walau dipake dengan volume penuhpun tegangan tetap stabil

    Reply
    1. Supri Post author

      powernya 1500 watt itu pmpo, tentu saja nggak drop tegangannya karena rmsnya cuma sekitar 150 watt 😀

      Reply
  4. Tuama

    Artikel ini sangat menarik.
    Tanya: jika 2kit Yiroshi 1800watt atau 2kit JBL 2500watt, apakah bisa hanya dgn 1 SMPS 40A 90V ??
    Tanya: Apakah harus 1kit Yiroshi 1800watt dgn 1smps ??
    Tanya: Apakah bisa 1kit JBL 2500watt dgn 1 SMPS 30A 65V ??
    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *