Cara Menurunkan Tegangan Dari Trafo Utama 30-90VDC Menjadi 9V, 12V, 15V

Kalau saya amat-amati, banyak dari kalian (saya dulu gitu sebelum tahu trik ini) bingung ketika harus menurunkan tegangan dari trafo utama yang antara 30v-45V menjadi 12V atau 15V supaya bisa untuk suplai arus ke tone control, audio consol, equalizer parametrik, gigabass dst. Dengan aman tentunya yang anti mbledos anti kebakaran.

Mengapa sih kok pusing memikirkan ini? ya iyalah kan nggak etis atau nggak estetik ketika dalam 1 box amplifier ada 2 trafo selain juga berat bahkan bisa menambah risiko dengung yang lebih besar? Jadi cara inilah solusinya, amplifier akan menjadi lebih rapi dilihat, minimalisir dengungan, lebih ringan dan menghemat duit tentunya, kan trafo mahal harganya?

Jadi banyuak manfaatnya, dan segera aplikasikan dirumah. Tolong jangan dirahasiakan karena ilmu bukan untuk dirahasiakan tapi juga diamalkan supaya ilmu kita tuh terus bertambah ya kan? jadi tolong dishare dimana saja artikel ini, di WA, di FB, tweeter dst ya? tapi jangan dicopypaste diblog kalian hehe..

Cara Menurunkan Tegangan Dari Trafo Utama 30-90VDC Menjadi 9V, 12V, 15V untuk suplai kit pre-amp sejenisnya

Gambar Skema rangkaian

SKEMA POWER SUPPLY 30 60 90V KE 12V

Rangkaian seperti diatas tuh bukan karangan saya belaka karena sudah umum sebenarnya. Dan ini sudah populer dibanyak rangkaian yang beredar baik ombro maupun build-up, karena memang ada insinyur penemu dibalik ini yang tentu saja itu bukan saya orangnya saya hanya membagikan saja kepada dulur semuanya.. jadi berterimakasihlah hehe..

CATATAN:

Resistor bisa berbeda tergantung tegangan input dari trafo/suplay driver!

  • Untuk tegangan 25-32V  resistor shunt R1/2 nilai 1k 2W
  • Untuk tegangan 45-60V resistor shunt R1/2 nilai 2.k2 2W
  • Untuk tegangan 70-90V resistor shunt R1/2 nilai 4k7
  • C6 dan C6(harusnya dalam skema tertulis c6 dan c7) 100uf-750uf 25V
  • Dioda zener bisa diganti sesuai kebutuhan, jika zener yang dipakai zener 12 volt maka keluarannya 12v, jika 15V keluarannya ya pasti 15 volt atau 5v, 9v dst pokoknya sesuaikan saja.
  • Jika kebutuhannya untuk pre-amp yang bukan simetris/CT , ya gampang saja tinggal pakai jalur positifnya (+) saja dan yang negatif (-) gak usah dipakai atau tak perlu dibikin rangkaiannya sekalian.

Masalah rumus dan tetek bengeknya sebenarnya juga ada untuk menentukan nilai R, tapi saya tidak pakai hitungan begituan jadi langsung diuji praktek aja ; jadi jangan tanyakan soal rumus dll ya?

Baca juga : Skema Cara Membuat Regulator dengan Dioda Zener

Cara kerja rangkaian

Secara sederhana saya jelaskan bahwa resistor 4.7K bertugas untuk menurunkan arus dari power supply utama yang besar, kemudian ada dioda zener disitu yang bertugas menjaga supaya tegangan stabil(teregulasi) dengan akurat sehingga aman bagi beban yang berupa tone control cs. Sementara capasitor hanya sebagai filter saja yang sebenarnya bisa saja tak dipasang, dan untuk elco (yang 100uf atau bisa juga 750uf) sama saja karena biasanya pada setiap rangkaian tone control sudah ada. Tapi ya lebih baik dipasang saja sih lur…

Amankah bagi kit yang disuplay?

Ini sangat aman kok lur secara praktek, jadi jangan kuatir terjadi kebakaran asal rangkaian sudah bener dan rangkaian tidak memakan arus yang terlalu besar. Artinya hanya dipakai untuk menyuplai tone control, equalizer, penguat signal/pre-amp dkk dimana yang hanya membutuhkan arus kecil(umumnya hanya dikisaran miliampere saja) tidak seperti power ampli atau yang lain.

Lihat Juga :  Gambar Desain Ukuran Boks Speaker Mini Scoop 12" Lengkap

Baca juga : Mengenal IC 7812, 78XX, 79XX Voltage Regulator Yang Paling Praktis

Asalkan beban tidak banyak mengonsumsi arus yg lebih besar dari kemampuan resistor atau zener, dan kalaupun KEBAKAR itu hanya resistor/zenernya saja yang putus dan arus otomatis akan terputus sehingga tidak mengalir ke beban atau kit yang dipakai.

Bagaimana kalau beban yang perlu disupply lebih besar dari kemampuan resistor atau zener misalnya bor listrik ? itu bukan aplikasi yang cocok untuk shunt regulator sederhana seperti ini karena butuh torsi atau daya yang besar, yang apabila dipakas maka bor akan berputar lemah karena kurang daya ; atau kalau untuk rangkaian amplifier misalnya ya tak akan bekerja/bunyi bahkan menjadi panas resistornya.

Jadi pergunakan dengan bijak sesuai tujuan kita saja dimana hanya butuh untuk menyalakan sejenis pre-amp seperti tone control cs dimana yang rata-rata hanya butuh arus kecil. Hal ini juga mengingat tegangan masukan yang terpaut jauh lebih besar daripada tegangan keluaran, yaitu misalnya 65V dengan yang dikeluarkan yaitu 12V.

Aplikasi yang sesuai

Hanya cocok untuk suplai kit arus rendah sekelas pre-amp termasuk tone control, equalizer, giga bass, filter subwoofer, in/out balance, penguat mic, audio concole USB, dll

Anti dengung

Jelas ini hasilnya akan bagus karena tegangan sangat stabil atau teregulasi dengan baik sebab suplai yang kurang stabil adalah salah satu biang kerok penyebab dengungan pada amplifier.

Kelemahan?

Bukan tanpa kelemahan karena setiap apapun tentunya ada saja kelemahan. Shunt regulator seperti ini adalah satu diantara banyak jenis rangkaian penyetabil tegangan sejenis yang paling dasar. Kelemahannya adalah konsumsi daya yang secara terus menerus baik ada beban maupun tidak, jadi rugi arus alias kurang efektif.

Tapi berapa sih lur kerugiannya? sangat kecil hanya beberapa watt saja bahkan tak sampai 1 watt jika untuk kebanyakan rangkaian pre-amp yang sebagai beban. Jadi itu nggak terasa lur daripada tambah trafo lagi malah lebih boros yang mana? Tapi jangan khawatir kok sebab ini telah banyak diaplikasikan di banyak produk elektronik.

Kelemahan lain yang perlu diketahui juga adalah shunt regulator ini tidak begitu cocok untuk menyuplai beban yang butuh arus besar. Jika untuk beban yang butuh arus besar tentunya butuh rangkaian driver regulator yang sesuai yaitu menggunakan final transistor daya yang sesuai dan tegangan masuk tidak terpaut terlalu jauh misalnya tegangan masukan 30V maka tegangan keluaran secara aman mungkin sekitar 20-25V saja. Ini hanya asumsi /kira-kira saya saja sebab spesifikasi komponen dan rangkaian harus dihitung dengan teori listrik untuk menentukan kemampuan secara lebih akurat.

Perlu diingat, rangkaian ini adalah regulator bukan rangkaian step-down yang untuk menurunkan tegangan. Regulator sebenarnya hanya untuk meregulasi tegangan saja sesuai dengan kebutuhan rangkaian yang disuplai.

Demikian cara menurunkan tegangan travo utama driver yang tinggi antara 30v ,45v, 60v, 90v menjadi rendah yaitu 9,12,15 volt untuk suplai pre-amplifier semoga menjadi solusi kalian – dimana kalian kan maunya cuma ada travo utama saja untuk menyuplai driver amplifier dan semua rangkaian pre-amp yang ada. Sehingga tidak tambah trafo lagi, tidak banyak bobot amplifier, tidak membebani anggaran belanja, dan sekaligus meminimalkan dengungan.

Leave a Reply