Perbedaan Dan Cara Kerja TRIAC, DIAC, SCR, Serta Aplikasi

Dalam dunia elektronik, komponen semikonduktor memainkan peran penting dalam mengendalikan aliran listrik. Di antara berbagai jenis komponen semikonduktor, TRIAC, DIAC, dan SCR adalah tiga yang sering digunakan untuk mengendalikan aliran arus bolak-balik dan mengatur daya pada perangkat seperti lampu dan motor. Artikel ini akan membahas perbedaan antara ketiga komponen ini, cara kerjanya, serta aplikasi utamanya dalam dimmer AC.

TRIAC, DIAC, dan SCR: Perbedaan, Cara Kerja, dan Aplikasi Termasuk Untuk Dimmer AC

DEFINISI TRIAC, SCR, DIAC

Definisi dan Perbedaan TRIAC, DIAC dan SCR

1. TRIAC (Triode for Alternating Current)
TRIAC adalah komponen semikonduktor yang memungkinkan aliran arus listrik dalam kedua arah, baik saat polaritas tegangan positif maupun negatif. TRIAC biasanya digunakan untuk mengendalikan daya pada beban yang bekerja dengan sinyal AC.

2. SCR (Silicon-Controlled Rectifier)
SCR adalah komponen semikonduktor yang memungkinkan aliran arus listrik hanya dalam satu arah (rectification) dan dapat diaktifkan oleh sinyal gate. SCR umumnya digunakan dalam pengontrolan daya listrik dan pengaturan kecepatan motor.

3. DIAC (Diode for Alternating Current)
DIAC adalah jenis diode khusus yang dirancang untuk mengaktifkan komponen semikonduktor lainnya, seperti TRIAC. DIAC mengalirkan arus ketika tegangan yang diterapkan mencapai ambang tegangan tertentu dalam siklus AC.

Baca juga : Ini Kegunaan SCR, Komponen Elektronika Daya Tinggi

Cara Kerja TRIAC, DIAC dan SCR

1. TRIAC
TRIAC memiliki dua lapisan semikonduktor yang terhubung dalam konfigurasi serangkaian tertentu. Ketika gate TRIAC menerima impuls listrik, TRIAC akan terbuka dan membiarkan arus mengalir dalam kedua arah, mengatur aliran listrik dalam setiap siklus arus AC.

2. DIAC
DIAC mengalirkan arus ketika tegangan yang diterapkan mencapai ambang tegangan aktifnya. Ini mengaktifkan komponen semikonduktor lainnya, seperti TRIAC, untuk membuka jalur aliran arus dalam siklus AC.

3. SCR
SCR diaktifkan oleh sinyal gate dan memungkinkan aliran arus listrik hanya dalam satu arah. Setelah diaktifkan, SCR akan terus mengalirkan arus sampai arusnya turun di bawah ambang minimum atau pulsa AC mencapai nol.

Aplikasi-aplikasi TRIAC, DIAC dan SCR

1. TRIAC
TRIAC umumnya digunakan dalam aplikasi pengendalian daya AC, seperti dimmer lampu dan pengaturan kecepatan motor. TRIAC memungkinkan pengaturan intensitas cahaya atau kecepatan dengan mengatur rasio penghantaran daya.

2. DIAC
DIAC digunakan sebagai pemicu untuk komponen semikonduktor lainnya, terutama TRIAC. DIAC membantu mengaktifkan TRIAC pada titik tertentu dalam setiap siklus arus, memungkinkan dimmer AC mengendalikan daya yang dihantarkan ke beban.

3. SCR
SCR digunakan dalam pengendalian daya dan pengaturan kecepatan motor. Ini juga digunakan dalam pengendalian pemanas, pengontrol daya industri, dan aplikasi yang memerlukan saklar daya yang dapat diaktifkan oleh sinyal gate.

Aplikasi Untuk Dimmer AC (Dimmer Arus bolak balik)

Fungsi TRIAC, DIAC dan SCR

Dimmer AC umumnya menggunakan kombinasi TRIAC dan DIAC untuk mengendalikan daya yang dihantar ke perangkat seperti lampu atau beban resistif lainnya. Prinsip kerja dimmer AC dengan TRIAC dan DIAC adalah sebagai berikut:

  • TRIAC: TRIAC adalah komponen semikonduktor yang dapat mengontrol aliran arus AC dalam kedua arah. Ketika gate TRIAC menerima impuls listrik yang memadai, TRIAC akan terbuka dan membiarkan aliran arus AC melewati perangkat. Ketika gate tidak mendapatkan impuls, TRIAC akan tertutup dan menghentikan arus listrik.
  • DIAC: DIAC bertindak sebagai pemicu atau pengaktif untuk TRIAC. DIAC mengalirkan arus ketika tegangan yang diterapkan mencapai ambang tegangan tertentu, dan menghentikan konduksi ketika tegangan berubah polaritas. DIAC digunakan untuk mengaktifkan TRIAC pada titik tertentu dalam setiap siklus arus bolak-balik, memungkinkan kita untuk mengontrol daya yang dihantar ke beban.
Baca Juga :  Perbedaan MOSFET vs. JFET, Dan Aplikasinya dalam Elektronika

Proses kerja dimmer AC dengan TRIAC dan DIAC adalah sebagai berikut:

  • Pada Fase Awal: Ketika voltase AC meningkat, DIAC teraliri tegangan yang mencapai ambang tegangan aktifnya. DIAC mengalirkan arus listrik ke gate TRIAC, mengaktifkannya dan membiarkan arus AC mengalir ke beban.
  • Pada Fase Penghentian Arus: Ketika tegangan AC turun melalui nol, arus melewati nol dan berubah polaritas. DIAC mematikan, tetapi TRIAC masih tetap terbuka karena arus gate sebelumnya telah mengaktifkannya. Ini memungkinkan aliran arus berlanjut sampai TRIAC tertutup pada akhir siklus arus saat tegangan AC mencapai nol lagi.

Dengan mengatur waktu di mana TRIAC diaktifkan dalam setiap siklus arus, kita dapat mengatur rasio penghantaran daya, yang mengontrol intensitas cahaya lampu atau beban lainnya yang dihubungkan ke dimmer. Jadi, prinsip kerja dimmer AC dengan TRIAC dan DIAC memungkinkan kita mengendalikan daya yang dihantar ke beban dengan merubah rasio antara waktu terbuka dan tertutupnya TRIAC dalam setiap siklus arus bolak-balik.

Dimmer AC juga dapat menggunakan kombinasi DIAC (Diode for Alternating Current) dan SCR (Silicon-Controlled Rectifier) untuk mengendalikan daya yang dihantar ke beban. Prinsip kerjanya serupa dengan penggunaan TRIAC dan DIAC dalam dimmer AC. Dalam kasus ini, SCR akan menggantikan peran TRIAC dalam mengendalikan aliran arus listrik.

Skema Dimmer AC Triac Diac

Berikut adalah prinsip kerja dimmer AC dengan DIAC dan SCR:

  • DIAC: DIAC bertindak sebagai pemicu atau pengaktif untuk SCR. Ketika tegangan yang diterapkan mencapai ambang tegangan aktif DIAC, DIAC akan mengalirkan arus listrik ke gate SCR.
  • SCR: Ketika gate SCR menerima impuls listrik dari DIAC, SCR akan mengalirkan arus listrik dari sumber ke beban. Arus akan terus mengalir sampai arus melalui SCR turun di bawah ambang minimum atau hingga pulsa arus AC mencapai nol.
  • Pengaturan Daya: Dengan mengatur waktu ketika DIAC mengaktifkan SCR pada setiap siklus arus bolak-balik, kita dapat mengendalikan rasio penghantaran daya ke beban. Semakin lama SCR aktif dalam setiap siklus, semakin besar daya yang dihantarkan ke beban dan sebaliknya.

Penggunaan DIAC dan SCR dalam dimmer AC memungkinkan pengendalian daya yang dihantar ke beban dengan cara yang mirip dengan penggunaan TRIAC dan DIAC. Dimmer AC dapat menurunkan tegangan yang dihantar ke beban. Prinsip dasar dimmer AC adalah mengendalikan daya yang dihantarkan ke beban dengan merubah rasio penghantaran daya dalam setiap siklus arus bolak-balik. Ketika daya yang dihantarkan lebih rendah, maka tegangan yang diterima oleh beban juga akan lebih rendah.

Dalam pengaturan dimmer AC, ketika komponen semikonduktor seperti TRIAC atau SCR diaktifkan, mereka memberikan jalan bagi aliran arus listrik dari sumber ke beban. Namun, karena arus listrik diberikan hanya selama sebagian dari setiap siklus arus bolak-balik (dalam fase tertentu), maka daya yang dihantarkan juga berkurang.

Daya dihitung dengan rumus P = V * I, di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. Ketika daya dikurangi dengan mengurangi waktu di mana tegangan diterapkan ke beban dalam setiap siklus, maka daya dan tegangan yang dihantarkan juga akan berkurang.

Dengan demikian, dengan mengatur rasio penghantaran daya dalam setiap siklus arus, dimmer AC dapat mengendalikan tegangan yang dihantarkan ke beban dan dengan demikian mengendalikan intensitas cahaya (pada lampu) atau kecepatan (pada motor) secara proporsional. Ini memungkinkan kita untuk mengatur tingkat cahaya atau kecepatan sesuai dengan preferensi atau kebutuhan.

Kesimpulan

TRIAC, DIAC, dan SCR adalah tiga komponen semikonduktor yang memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran listrik dan daya. Melalui penggunaan kombinasi ini, dimmer AC dapat mengatur intensitas cahaya dan daya pada perangkat elektronik, bisa menjadi jalan untuk efisiensi energi dan kenyamanan penggunaan di berbagai aplikasi.

Leave a Reply