Skema Charger Aki Mobil Cepat Mengisi 35-70 Ampere

Kali ini saya membuat artikel tentang Charger Aki Mobil yang Cepat Mengisi dan Sederhana 35 -&0 ampere, yang siapapun bisa merakitnya sendiri dirumah dengan alat seadanya. Bagaimana skema pengkabelannya? silakan simak terus artikel ini sampai akhir, ada kekurangan, kelebihan dan cara penggunaan yang aman.

Skema Dan Penjelasan Charger Aki Mobil Sederhana 35-70A 12V

Setelah sebelumnya saya membuat skema charger aki otomatis cut off yang artinya akan memutus sendiri ketika aki sudah penuh, baca disini jika anda berminat merakitnya. Namun karena tak semua pembaca blog ini paham sekali cara merakit sirkuit elektronik yang sedikit rumit maka charger paling sederhana ini yang cocok untuk dikerjakan.

Skema Charger Aki Mobil Sederhana Dan Komponen

skema casan charger aki mobil sederhana 35 70 Ampere

Untuk membuat charger aki paling sederhana dan cepat mengisi aki ini cukup sederhana, biaya murah meriah tak butuh banyak komonen. Berikut daftar komponen yang anda butuhkan yaitu :

  1. 1 pieces Trafo 5A CT 12V
  2. 2 pieces dioda 10A
  3. Ampere meter(opsional)
  4. Voltmeter (opsional)
  5. Kabel 2 warna masing-masing 1,5 meter(umumnya merah sebagai positif dan hitam sebagai negatif) ukuran ketebalan 2-3mm.
  6. Kabel instalasi 2 warna, ukuran ketebalan 1,5mm
  7.  Sepasang Jepitan aki
  8.  1 pieces Sekring AC 2A
  9. 1 pieces Sekring DC 3A
  10. Kabel buntung(colokan listrik)
  11. Saklar on/off

Jika mengecas aki 9volt tegangan dari trafo adalah 9V juga, volmeter dan ampere meter bisa tidak di pakai tetapi itu adalah fitur pemantauan supaya anda bisa memahami apakah arus pengecasan sudah berjalan dengan normal. Dan tahu kapan pengecasan sudah penuh dan harus segera di cabut.

Tanpa Elco Vs Dengan Elco

Pro kontra adalah hal biasa dalam segala hal, charger aki tanpa elco dan menggunakan elco masih saja menjadi perdebatan, nah berikut alasan umum masing-masing yang pro elco dan kontra elco :

Pros:

  • Tanpa elco membuat pengisian lebih cepat, dan aki adalah elco yang besar jadi tak butuh elco untuk charger ini
  • Charger aki membutuhkan tegangan berdenyut, jadi tanpa elco malah lebih cepat ngisi

Contras :

  • Elco perlu ditambahkan supaya tegangan stabil tidak terjadi lonjakan listrik
  • Elco diperlukan supaya tegangan lebih halus dan konstan supaya aki awet.

Menurut saya semua bisa diaplikasikan, dan menurut saya yang tanpa elco terasa lebih cepat mengisi. Mengenai apakah baterai lebih awet atau cepat rusak itu saya belum membuktikan sendiri. Jadi terserah kepada anda yang mau pro apa kontra.

Langkah-langkah pengecasan Aki

Di bawah ini adalah langkah-langkah umum untuk mengisi ulang aki sederhana menggunakan trafo dan dioda:

Baca Juga :  Definisi Inverter Gelombang Sinus Murni dan Jenis Lainnya

Catatan Penting: Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah ini dengan hati-hati dan memahami risikonya. Kesalahan dalam pengisian ulang aki dapat menyebabkan kerusakan pada aki atau bahkan bisa membahayakn.

Persiapan

  • Pastikan Trafo memiliki tegangan sesuai dengan jenis aki yang akan diisi ulang untuk aki 12Volt maka tegangan pengisian maksimal yang aman adalah 13,8VDC – 14,4VDC. Karena aki mobil yang normal akan terisi penuh hingga 14V. Pastikan trafo dapat memberikan arus yang sesuai, setidaknya 5A.
  • Hubungkan satu ujung dioda ke terminal positif¬† kabel merah dan ujung lainnya kabel hitam ke terminal negatif. Pastikan hubungan ini kuat dan aman.

Nyalakan charger (on):

Setelah jepitan aki terpasang kemudian nyalakan yaitu posisi tombol on off. Jika aki dalam kondisi baik yang masih dalam keadaan Low- Charging maka Jarum Amperemeter akan naik menunjukkan angka tertentu sesuai dengan arus pengisian tergantung seberapa kosong aki anda, semakin kosong jarum semakin naik atau arus pengisian semakin besar.

Pengawasan dan Pengukuran:

Selama proses pengisian, monitor tegangan aki secara teratur menggunakan volt meter. Pastikan tegangan tidak melebihi tingkat yang direkomendasikan untuk jenis aki Anda. Juga, pastikan aki tidak mengalami pemanasan yang berlebihan.

Penghentian Pengisian:

Hentikan pengisian ketika aki mencapai tegangan penuh dan tidak lagi menyerap arus dengan cepat, pantau jarum Ampermeter, jika aki sudah penuh maka jarum ampere meter akan turun ke posisi 0. Proses ini disebut “pemanasan akhir.” Ini bisa memakan waktu beberapa jam tergantung pada kapasitas aki dan tingkat pengisian.

Pemeliharaan:

Setelah selesai pengisian, matikan charger/off dan lepaskan aki dengan hati-hati. Pastikan tidak ada kontak antara terminal positif dan negatif.

Tes Aki:

Setelah pengisian, tes aki untuk memastikan kinerjanya. Pastikan aki telah diisi ulang dengan benar dan dapat mempertahankan tegangan yang stabil.

Kesimpulan :

Demikian tentang membuat sendiri charger aki sederhana mudah dikerjakan siapa saja namun tetap harus hati-hati. Anda harus mengikuti prosedur keamanan. Sedikit pengetahuan tentang arus dan tegangan diperlukan supaya bisa melakukan pengerjaan dan pengawasan saat pengisian.

Memang bisa tanpa menggunakan Ampere meter dan voltmeter, tetapi anda harus tahu tegangan yang masuk sudah sesuai dengan keperluan charging aki yang direkomendasikan yaitu maksimal 14,4V. Jika charger tanpa menggunakan ampere meter mungkin anda hanya mengandalkan tanda panas pada aki jika sudah penuh tapi itu bisa kurang akurat.

Jika anda awam sekali sebaiknya menggunakan charger aki buatan pabrik yang sudah dilengkapi fitur keamanan seperti auto cut off dan fitur pemantauan.

Leave a Reply