Merangkai 2 Buah LoudSpeaker Atau Lebih Sebaiknya Seri Atau Pararel?

Banyak pertanyaan tentang cara merangkai beberapa loudspeaker. Pertanyaan yang paling umum adalah loudspeaker itu yang bagus dirangkai seri atau pararel? Mana yang paling baik? Loudspeaker berbeda dengan lampu atau resistor meskipun sama-sama menjadi sebuah beban dalam listrik. Hal ini harus dibedakan, speaker termasuk komponen yang memiliki beban induktif sementara resistor dan lampu adalah beban resitif yaitu yang bekerja berdasarkan prinsip hambatan listrik yang menyebabkan panas atau menyala pada komponen, dan faktor daya tetap. Beban induktif memiliki perbedaan dapat menurunkan faktor daya, mempengaruhi gelombang tegangan dan arus. Jadi untuk menjawab pertanyaan itu perlu ada beberapa penjelasan yang berbeda.

Menambahkan loudspeaker, sebaiknya dirangkai seri atau pararel??

Tujuan menambahkan loudspeaker lebih dari satu

Tujuan menggunakan speaker lebih dari satu untuk satu unit power amplifier jelas ada tujuannya, karena dalam teori listrik tidak ada hal yang tidak diperhitungkan. Jadi dalam hal ini tidak bisa melakukan sesuatu hanya berdasarkan angan-angan saja.

Tujuan menambah lebih dari satu speaker :

  1. Supaya suara lebih keras (meningkatkan daya atau performa)
  2. Menyeimbangkan kemampuan daya amplifier dan power handling/kemampuan speaker
  3. Memperluas cakupan/jangkauan suara. Misalnya satu speaker ada disudut kanan, satunya ada disudut kiri.

Teori rangkaian Seri Dan Pararel

Rangkaian seri dan pararel adalah yang berkenaan dengan beban dalam listrik. Dalam listrik ada arus dan tegangan, dan kedua unsur ini berbeda sifatnya ketika mengalir kepada beban/komponen secara seri atau pararel.

Rangkaian seri :

Adalah komponen yang dihubungkan antara satu dan yang lainnya secara tertutup. Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian.
Dalam rangkaian seri, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun seri. Prinsip dalam rangkaian seri :

  • Hambatan total merupakan hasil dari penjumlahan tiap-tiap hambatan serinya.
  • Kuat arus dalam tiap-tiap hambatannya tetap dan besar, dan kuat arus pada setiap hambatan sama dengan kuat arus totalnya.

Beda potensial/tegangan tiap-tiap hambatannya berbeda-beda, dan hasil penjumlahan tegangan tiap-tiap hambatannya sama dengan tegangan totalnya.
V total = V1 + V2 +.. Vn
I total = I1 = I2 =…. I n
R total = R1 + R2 + … Rn

Sifat-sifat Rangkaian Seri

  • Arus yang mengalir pada masing-masing beban adalah sama.
  • Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama.
  • Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
  • Banyaknya beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total rangkaian akan membuat naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang mengalir ini tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
  • Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, maka aliran arus terhenti.

Rangkaian pararel :

Adalah komponen yang dihubungkan antara satu dan yang lainnya secara tertutup yang terpisah. Prinsip dari rangkaian pararel :

  • Seper-hambatan paralel merupakan hasil penjumlahan seper tiap-tiap hambatan paralelnya.
  • Kuat arus dalam percabangannya berbeda-beda dan perbandingan kuat arus tiap-tiap percabangan berbanding terbalik dengan perbandingan hambatan tiap-tiap percabangannya, serta hasil penjumlahan kuat arus tiap-tiap percabangannya sama dengan kuat arus totalnya.

Beda potensial/tegangan tiap-tiap percabangannya tetap dan besar tegangan setiap percabangan sama dengan tegangan totalnya.

V total = V1 = V2 = V3 = .. Vn
I total = I1 + I2 +.. In
1/R total = 1/R1 + 1/R2 + … 1/R n

Sifat rangkaian pararel :

  •  Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
  • Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah berdiri sendiri. Arus yang masuk pada masing-masing cabang adalah tergantung dari besar tahanan cabang.
  • Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel,maka tahanan total rangkaian mengecil maka karena itu arus total lebih besar.
  • Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.
  • Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, maka arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tadi. Dan rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

Lalu seperti apa hasilnya pada speaker yang dirangkai seri atau pararel?

Merangkai banyak speaker untuk sound system seri dan pararel

Secara sifat, rangkaian pada speaker tentu saja sama dengan teori rangkaian seri dan pararel yang sudah kita bahas diatas karena speaker termasuk komponen sebagai beban listrik, yaitu adalah sesuatu yang harus dipikul oleh sumber atau pembangkit listrik. Namun speaker adalah jenis beban yang berbeda dengan lampu atau resistor.

Speaker memiliki impedansi yang satuannya Ohm(Ω), tapi ini adalah beban secara induktif bukan beban resitif seperti halnya pada resistor. Beban induktif adalah sesuatu yang membutuhkan Daya listrik, yang berupa kumparan yang dililitkan pada inti kumparan yang bekerja berdasarkan prinsip induksi. Beban induktif ini menyerap daya aktif dan reaktif dan menghasilkan daya harmonik yang menyebabkan penurunan faktor daya.

Lihat Juga :  Skema Ukuran Box Speaker 8 Inch Subwoofer 3 Jenis Populer

Speaker yang dirangkai secara seri atau pararel, maka yang harus ketahui pertama kali adalah impedansi total dari speaker yang dirangkai tersebut.

Rangkaian speaker secara seri yang bersifat tahanan total naik, maka dihitung dengan rumus : Ztotal =Z1+Z2+Z3…dst. Tahanan adalah impedansi.

Speaker dirangkai pararel yang bersifat tahanan total mengecil maka dihitung dengan rumus : 1/Ztotal = 1/Z1+1/Z2+1/Z3…dst. Tahanan adalah impedansi.

 Z adalah lambang untuk impedansi, Ztotal adalah hasil dari impedansi seluruh speaker yang dirangkai.

Contoh : Saya memiliki 2 unit driver speaker yang memiliki impedansi 8Ω/100W.

Jika saya rangkai seri maka:

Ztotal = Z1+Z2

Ztotal = 4+4

Ztotal =

Jika saya rangkai pararel maka

1/Ztotal = 1/Z1+1/Z2

1/Ztotal = 1/4+1/4

1/Ztotal = 0.25+0.25

1/Ztotal = 0.5

1/0.5 =

Apa alasan saya merangkai ke 2 speaker 4Ω /100W saya tadi menjadi seri, atau pararel?

Nah, ini adalah mulai masuk kepada jawaban dari topik kita kali ini.

JADI HASILNYA Ketika speaker saya rangkai seri maka impedansi masing-masing speaker @4Ω akan menjadi 8Ω total, dan ketika saya rangkai menjadi pararel maka akan menjadi 2Ω total.

Lalu bagaimana dengan penanganan daya/power handling speaker(Watt speaker) ? Penanganan Daya atau Power Handling Speaker adalah kemampuan maksimal speaker menerima Daya keluaran dari amplifier. Caranya tinggal dijumlahkan saja, misalnya sebagai contoh:

Diketahui 2 speaker masing memiliki kemampuan penanganan daya 100W maka 100W+100W = 200W. Ini berlaku sama baik rangkaian speaker seri atau pararel.

Saya harus melihat spesifikasi dari Amplifier saya, ternyata dalam buku manual tertulis : 200W /2Ω dan 100W/8Ω.

Artinya jika saya menggunakan speaker 2Ω maka daya keluaran amplifier adalah 200W, dan jika menggunakan speaker 8Ω maka daya keluaran amplifier adalah 100W.

Karena saya menginginkan suara amplifier saya lebih keras, maka saya memilih untuk merangkai speaker saya menjadi pararel karena daya amplifier menjadi lebih besar 2 kali-lipat menjadi 200W.

Untuk itu Anda mungkin perlu mengetahui cara menghitung daya amplifier ==> Cara Menghitung Daya Output Watt RMS Power Amplifier

Prinsip aman : Daya keluaran amplifier tidak boleh lebih tinggi dari kemampuan penanganan daya loudspeaker, dan ini terkait dengan impedansi. Jadi Selain memperhatikan keluaran amplifier juga penting untuk memperhatikan impedansi.

Rangkaian gabungan/kombinasi seri dan pararel

Selain rangkaian speaker seri dan pararel, ada juga rangkaian kombinasi yaitu seri dan pararel sekaligus dalam sebuah rangkaian speaker tertutup/loop atau dalam satu blok. Rangkaian kombinasi ini biasanya untuk merangkai jumlah loudspeaker yang lebih dari 2 unit umumnya 4 unit atau lebih. Tujuannya sama, yaitu untuk menyesuaikan impedansi yang sesuai dengan kemampuan amplifier dan atau meningkatkan performanya.

Misalnya seorang soundman ingin merangkai 2 box speaker yang masing-masing berisi 2 unit loudspeaker, maka dia bisa mengombinasikannya seri dan pararel. Contoh gambar : 

speaker seri atau pararel

Lebih lanjut baca ==> Cara Menyambung Banyak Speaker yang Benar pada Audio Sound System

 

Kesimpulan dan jawaban:

Kesimpulan ini sebagai jawaban dari pertanyaan sesuai dengan judulnya. Pada intinya merangkai loudspeaker secara seri atau pararel adalah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan kemampuan terutama amplifier dan loudspeakernya itu sendiri. Beberapa poin yang harus diperhatikan:

  • Merangkai loudspeaker secara seri atau pararel tidak ada kaitannya dengan suara yang lebih enak atau kurang enak didengar, tapi lebih kepada menyesuaikan kemampuan daya yang bisa menyebabkannya menjadi lebih keras atau lebih lemah.
  • Speaker yang dirangkai seri akan menaikkan nilai impedansinya secara total, semakin tinggi nilai impedansi maka daya keluaran atau Watt akan turun sehingga amplifier lebih dingin karena konsumsi arus juga turun. Namun ini tidak boleh keluar dari kemampuan amplifier, misalnya amplifier mendukung 2Ω-8Ω maka tidak baik jika memakai loudspeaker dengan impedansi 16Ω.
  • Speaker yang dirangkai pararel akan menurunkan nilai impedansi total, semakin rendah nilai impedansi maka daya keluaran atau watt akan naik sehingga amplifier lebih panas karena konsumsi arus juga naik. Tapi ini tidak boleh lebih rendah dari yang diijinkan oleh kemampuan amplifiernya karena bisa menyebabkan overheat bahkan terbakar bahkan loudspeakernya juga bisa ikut terbakar.
  • Menyesuaikan dengan kemampuan daya amplifier. Misalnya Amplifier yang ada memiliki kemampuan daya 1000W, tapi speaker yang ada maksimal hanya mampu untuk 500W. Untuk menyesuaikan dengan amplifier yang 1000w maka harus ditambah 1 speaker lagi dengan kemampuan yang sama yaitu 500W. 2X speaker @500W yang dirangkain seri/pararel akan mengalikan kemampuan dayanya 500W+500W = 1000W.

Kesimpulan diatas berdasarkan dari sifat-sifat rangkaian baik seri maupun pararel.

Kelebihan dan kekurangan

Menurut saya tidak ada kelebihan dan kekurangan, karena pilihan merangkai seri atau pararel atau dikombinasi dari keduanya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan kesesuaian dengan tegangan sumber dalam hal ini adalah amplifier. Jika loudspeaker tidak sesuai dengan amplifiernya jika dirangkai seri atau pararel itu akan menyebabkan hasil yang tidak baik sebagaimana yang diharapkan.

Demikian artikel tentang merangkai loudspeaker secara seri atau pararel, mana yang terbaik. Semoga artikel ini berguna sehingga teman-teman semuanya tidak bingung lagi dalam menghadapi persoalan loudspeaker ini sehingga memperoleh kulitas audio yang maksimal dan juga aman.

2 Comments

  1. Zaki Februari 24, 2021
    • Supri Februari 25, 2021

Leave a Reply