Fan Berputar Otomatis Pada Saat Heatsink TR Final Panas

Untuk power amplifier sound lapangan umumnya kipas pendingin akan langsung menyala saat tombol power on, ya wajar karena selain letaknya jauh power sound system lapangan selalu diputar keras sehingga tak terlalu membutuhkan kipas pendingin nyala otomatis berbasis sensor suhu.

Lain halnya dengan sound system semi lapangan kadang dipakai dirumah mungkin butuh fan yang hanya berputar pada saat suhu panas tertentu. Ya terkadang kipas atau fan pendingin akan terdengar berisik saat sound diputar santai untuk menikmati musik didalam rumah, padahal heatsink TR final masih belum butuh dikipasi karena tidak panas. Jadi saat ini kalian mungkin sedang perlu alat ini sehingga terdampar di blog yang sederhana ini. 😀

Baca terus artikel ini sampai selesai, supaya tidak keliru atau gagal paham atau bertanya sesuatu melalui komentar yang sebenarnya sudah dicantumkan dalam artikel….

Membuat Fan Untuk Heatsink Final Amplifier Berputar Otomatis Pada Suhu 40-60ºC

Membuat fan bisa nyala dan mati otomatis sesuai suhu panas yang diharapkan akan membutuhkan sebuah sensor yang mendeteksi suhu untuk memutuskan saklar. Apapun itu namanya sensor suhu bukanlah barang baru didunia kelistrikan, termasuk alat rumah tangga seperti magicom, kipas angin, heater, hyr dryer, dll

Sekedar informasi supaya tidak salah paham

Alat pemanas termasuk setrika atau magicom membutuhkan sensor suhu agar bisa menjaga temperatur stabil sehingga berfungsi dengan baik. Kipas angin juga membutuhkan sensor suhu supaya tidak rusak akibat terlalu panas/overheating. Komponen yang digunakan sebagai sensor suhunya adalah termofuse, yaitu komponen yang bekerja dengan cara memutus arus ketika panas naik hingga mencapai suhu tertentu sesuai rating temperatur termofuse yang dipakai.

Biarpun sama-sama bekerja sebagai sensor suhu tetapi termofuse tidak bisa dipakai untuk mengaktifkan fan untuk mendinginkan heatsink karena karakteristik/fungsi kerjanya terbalik dari tujuan kita. Yang kita butuhkan adalah sensor yang bekerja kebalikan dari termofuse; yaitu yang berkarakteristik ketika heatsink terus naik sampai batas normalnya maka fan berputar karena arus suplainya terhubung supaya heatsink tidak overheating. Sedangkan pada termofuse, arus akan terputus ketika suhu terus naik sampai menyentuh batas normalnya sehingga peralatan tidak overheating. Karakteristik Terhubung Vs Terputus!

Memang ada komponen yang seperti itu?

Kerja transistor final aman atau optimal dikisaran suhu 30-40ºC saja, jika lebih dari itu misalnya 60ºC sudah dapat menurunkan kinerjanya dan harus segera didinginkan.

Untuk itu rata-rata heatsink Transistor final amplifier harus besar agar bisa menjaga suhu di kisaran kerja optimalnya atau tidak sampai terjadi overheating. Tapi masalahnya pendingin yang besar tentu menghabiskan banyak space didalam kotak amplifier, dan solusi praktisnya ya pakai kipas/fan pendingin.

Umumnya fan pendingin ikut berputar ketika saklar power on, dan ini kurang efektif untuk power amplifier kelas rumahan atau semi rumahan kadang dipakai diluar kadang dipakai didalam rumah. Suara kipas biasanya berisik dan mengganggu saat amplifier untuk menikmati musik didalam ruangan dengan volume santai, dan kurang efektif juga karena saat final panas atau tidak panas kipas berputar terus.

Komponen seperti itu ada yang sudah banyak digunakan pada peralatan tertentu yang membutuhkan  termostat untuk mengontrol temperatur.

Lihat Juga :  Skema Desain Box Speaker 12 inch Double Untuk Mid-Hi

Komponen yang kita butuhkan dalam kasus kita adalah Saklar Bimetal Sensor Temperatur/termostat, dimana yang bekerja otomatis menyambungkan arus(connect) ketika mendeteksi temperatur heatsink yang naik hingga menyentuh batas normalnya yang kita inginkan sehingga fan otomatis berputar.  Mantab bukan?

Jangan Salah Pilih Saklar Sensor Suhu/Termostat

 

termofuse dan termostat bimetal

Yang bagian atas pada gambar adalah termostat termal bimetal yang kita butuhkan, dan yang bawah adalah termofuse untuk memutus arus pada saat panas yang biasa ada pada kipas angin, magicom, inverter dll. (Lihat Gambar Diatas)

JANGAN SAMPAI SALAH PILIH, atau fan tidak akan bekerja!

INGAT!!! Termostat atau Saklar Bimetal Sensor Suhu ada 2 Karakteristik/type contact yakni :

  •  Normally Clossed(NC), Kondisi normal saklar terhubung(closed), yang terputus ketika suhu mencapai batas yang diprogramkan 40ºC – 145ºC sesuai type
  •  Normally Open (NO), Kondisi normal saklar terbuka(open)Saklar tersambung ketika suhu menyentuh batas yang diprogramkan 40ºC – 145ºC sesuai type

Jadi, untuk membuat fan heatsink OTOMATIS berputar ketika suhu mencapai batas normal yang kalian butuhkan adalah Saklar/termostat thermal Bimetal Sensor Suhu dengan rincian sbb:

  • Nama Komponen : Thermostat Bimetal Sensor Suhu
  • Type contact : Normally Open
  • Spek Rating : 10A 250V
  • Spek Suhu : Pilih 40º atau 60º sesuai keinginan

Spesifikasi bervariasi dari mulai 20º-130º celcius, rating DC 12-24V  – AC 110V-220V, rating arus 5A, 12A dst. Pilih saja yang mana yang diperlukan yang penting jangan salah beli Tipe NC.

Perbedaan Termostat Bimetal Sensor Suhu Dan Termofuse

Sebenarnya secara tujuan Saklar Bimetal Sensor Suhu tipe NC seperti sama saja dengan thermal fuse yang sama-sama memutus arus ketika suhu mencapai batas normal, kecuali bentuknya yang lebih besar dan spesifikasi suhu minimalnya lebih rendah.

Prinsipnya saja mungkin yang beda, yaitu yang satu sekring yang satunya saklar, atau sama saja?  Alat seperti magicom ada juga yang menggunakan Saklar Termostat Bimetal Sensor Suhu tipe Normally Closed selain menggunakan termofuse.

Bagaimana dengan pendapat kamu silakan ditulis saja dikolom komentar.. 😀

Termostat Bimetal Sensor Suhu ada yang fisiknya memiliki dua kuping atau lubang sisi kanan dan kiri untuk skrup atau baut sehingga bisa ditempel secara maksimal pada heatsink(rating 10A), ada yang bentuknya pipih(rating 5A) hanya perlu dijepit supaya menempel pada body yang perlu dijaga temperaturnya atau disensor panasnya.

Pilih yang mana untuk pendingin transistor final?

Kalau bagi saya untuk amplifier lebih suka termostat bimetal yang AC250V dengan fan AC 220V juga. Alasannya supaya tidak mengganggu power supply dan menambah power supply khusus untuk fan. Jadi untuk saklar/termostat bimetal saya akan memilih yang AC220V tentunya. Untuk Ampere, saya lebih suka 10A karena selain lebih kuat juga ada kuping untuk sekrupnya.

Kalau masalah pilihan ini adalah selera atau sesuai kebutuhan saja, sekali lagi yang penting jangan keliru membeli tipe yang kalian butuhkan yaitu Bimetal Sensor Suhu tipe Normally Open. Ini saya wanti-wanti nih 😀

Rangkaian Termostat bimetal dan fan pendingin AC220V

sensor suhuuntuk kipas pendingin amplifier

Nah demikian semoga artikel ini menjawab kebutuhan kalian tentang saklar otomatis untuk menjaga suhu transistor final, yang akan membuat fan pendingin aktif hanya pada suhu tertentu yang diharapkan sehingga tetap nyaman dan aman dengan pwoer amplifier.

Tak hanya untuk heatsink amplifier, ini mungkin bisa kalian terapkan juga pada alat elektronika lain misalnya Power Supply dsb. Selamat berkreasi!

Leave a Reply