Box Speaker Tanpa lubang Angin (Sealed) Vs Dengan Lubang Angin(Ported)

Box speaker tertutup/tanpa lubang angin-angin disebut Sealed, sementara lawannya adalah box speaker dengan lubang angin-angin disebut Ported. Mana yang terbaik? Ini banyak ditanyakan oleh rekan-rekan penggemar audio. Kebanyakan contoh yang diketahui awam adalah speaker monitor untuk gitar bass menggunakan speaker jenis tertutup/sealed, sementar untuk audio umum kebanyakan menggunakan speaker terbuka/ported dengan ventilasi. Untuk bisa menjawab ini mungkin kita perlu untuk mengetahui karakter suara, driver dan box speaker.

Box Speaker Tertutup tanpa angin-angin(sealed) Vs Box Terbuka dengan angin-angin(ported) kekurangan kelebihan

Perusahaan bonafid tidak sembarangan untuk menciptakan satu desain speaker produk mereka. Hal ini diawali dengan simulasi komputer hingga uji di laboratorium mereka untuk mendapatkan desain yang handal. Mulai dari volume, ukuran port, driver, dari mulai desain berventilasi atau tertutup, dan sebagainya. . Pada akhirnya mereka menemukan satu kesimpulan, jenis mana speaker yang akan mereka produksi dan menentukan aplikasinya. Dan untuk kalangan DiY seperti kita sepertinya tak perlu untuk sedetail itu, kita mungkin hanya perlu untuk membaca dan mencoba dan membuktikannya.

Sebelum membahas tentang box speaker tertutup atau dengan lubang angin-angin/ventilasi, pertama mari kita pikirkan mengenai tugas loudspeaker. Speaker menghasilkan output yang minimal ketika berada di udara bebas atau diluar box, suara dihasilkan dari depan dan belakang conus dari loudspeaker. Nah gelombang suara dari speaker ini harus dipisahkan untuk mencapai hasil yang bisa diandalkan. Jika tidak dipisahkan, maka output suara dari depan dan belakang daun speaker akan saling bertentangan. Ini lebih dikhususkan dengan frekuensi yang lebih rendah, dan itu merupakan alasan utama untuk memasang louspeaker pada penyekat. Penyekat ini juga berfungsi menyerap getaran yang diproduksi oleh loudspeaker. Jika loudspeaker tidak dipasang pada penyekat dan ditempatkan pada permukaan yang kokoh, maka getaran dari gerakan loudspeaker mungkin lebih keras daripada suara yang dihasilkannya. Bahan penyekat yang tidak beresonansi dengan speaker harus terbuat dari bahan yang padat dan tebal. Baca : 5 Bahan Terbaik Untuk Membuat Box Speaker Dan Subwoofer

Untuk mendapatkan suara low frekuensi di bawah 300Hz merupakan alasan utama untuk memilih jenis speaker tertentu. Respons dari conus loudspeaker menentukan bentuk suara yang dihasilkan oleh box speaker yang melebihi frekwensi 200-300Hz . Setiap loudspeaker akan menghasilkan suara ketika dipasangkan dengan box speaker model apapun, tetapi mengoptimalkan hubungan antara speaker dan box speaker adalah kunci untuk mendapatkan bass yang baik.

Pada awal tahun 70-an, dua orang insinyur, AN Thiele dan Richard H. Small berupaya untuk menunjukkan bagaimana parameter speaker secara spesifik menentukan hubungan antara speaker dan box tertentu. Sekarang parameter Ini dikenal dg parameter Thiele-Small (atau T/S). Itu adalah cara untuk membandingkan kinerja speaker dan menemukan desain box speaker yang optimal.

Desainer speaker akan mencoba memanipulasi parameter T/S ini ketika menyesuaikan speaker untuk box speaker tertentu atau ketika dituntut untuk memenuhi tujuan dari desain box tertentu. Saya tak akan berbcicara secara spesifik tentang parameter T/S dan bagaimana hubungannya, tetapi penting ketahui bahwa semua hal berpengaruh dalam semua aspek. Jika Anda ingin bass yang lebih dalam, bass yang lebih keras, atau lebih banyak karakter yang diinginkan, maka hal yang lain akan dikorbankan untuk mendapatkannya. Setiap produsen amplifier dan box speaker memiliki metode tertentu untuk mendapatkan ciri mereka.

Kinerja loudspeaker dan desain kabinet adalah dua hal yang sama pentingnya dan  saling terhubung, itulah mengapa seringkali box tertentu harus menggunakan type speaker tertentu. Desainer harus memprioritaskan kinerja atau karakteristik suara apa yang mereka inginkan terbukti, dan menentukan aspek apa dari speaker dan box  yang akan membuatnya terwujud. Spek speaker  seperti output/SPL, power handling, frekuensi range, ukuran dan berat semuanya menjadi pertimbangan. Ketika satu faktor ditingkatkan, maka faktor-faktor lain mungkin akan terkurangi. Bagian yang paling sulit adalah menemukan jalan tengah. Setiap orang tentu ingin mendapatkan semuanya, tetapi sayangnya yang demikian itu hampir mustahil.

Box speaker Tertutup( sealed)

Bagian belakang speaker benar-benar tertutup rapat dari depan. Udara di dalam box bekerja seperti”pegas”, yang membantu mengontrol pergerakan conus sehingga loudspeaker tidak mudah mengalami kerusakan mekanis. Ketika cons bergerak keluar, maka tekanan di dalam box berkurang. Dan ketika conus bergerak kedalam, maka tekanan udara di dalam box meningkat.

Box tertutup dianggap menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih akurat. Box tertutup rapat lebih mudah dibuat jika dibandingkan dengan box terbuka, dan juga biasanya berukuran lebih kecil. Ada banyak risiko kesalahan dalam mendesain box dan konstruksinya karena perubahan kecil pada volume box tidak mempengaruhi frekuensi terendah terdengar secara signifikan.

Lihat Juga :  Perbedaan dan Fungsi Speaker Subwoofer, Woofer, Midrange, dan Tweeter

Box speaker tertutup memiliki respons transien yang lebih baik, yang artinya akan merespon perubahan nada yang mendadak lebih cepat. Ini adalah salah satu alasan mengapa box tertutup terdengar lebih keras dan lebih akurat/detail suaranya. Box tertutup juga memiliki kemampuan penanganan daya yang baik dan frekuensi naik turun secara bertahap.

Kekurangan box speaker tertutup

  • Efisiensinya yang lebih rendah, dan output bass yang dalam.
  • Desain box tertutup tidak akan bisa mendapatkan respon frekuensi lebih rendah dari loudspeaker. Speaker dengan frekuensi yang rendah biasanya memiliki output yang rendah dan range frekuensi yang sempit. Dengan kata lain, box tertutup menghasilkan suara “asli”.
  • Distorsi yang lebih tinggi
  • Loudspeaker bekerja lebih keras.

Box speaker terbuka/dengan lubang ventilasi(ported)

skema box speaker 2-way 2x12

Box dengan port atau ventilasi atau disebut juga bass-reflex. Desain ini membutuhkan pendekatan yang lebih ilmiah, hanya sedikit peluang kesalahan dalam membuat desain dan konstruksi. Box ported memungkinkan untuk mendapatkan respons bass yang lebih panjang. Hasilnya adalah suara yang bergemuruh dan nada bass yang lebih dalam. Port atau lubang digunakan untuk menyetel box speaker untuk mendukung respon frekuensi tertentu (Fb). Sebagai perhitungan ilmiahnya, luas permukaan dan panjang port sangatlah penting. Fb ini tidak berubah dengan pemilihan loudspeaker, tetapi F3 tidak demikian. Port ini menggunakan output dari bagian belakang speaker untuk meningkatkan output pada bagian depan speaker, yang meningkatkan output bass atau SPL di atas F3. Ini akan meminimalkan pergerakan conus speaker, sehingga untuk penanganan daya mekanis pada dan di atas frekuensi penyetelan sangat baik. Port sebenarnya memproduksi sebagian besar output pada frekuensi yang disetel dan gerakan conus minimal sehingga distorsi lebih rendah pada titiknya. Gambar :

box speaker tanpa lubang

Kelemahan box pada speaker terbuka/ported.

  • Respon yang buruk dibandingkan dengan box tertutup/sealed, dan hasilnya akurasi suara menjadi berkurang. Atau dengan kata lain, menghasilkan suara yang keluar dari suara Asli
  • Juga tiadanya kontrol penyetelan, sehingga memungkinkan conus akan bergerak lebih bebas. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada loudspeaker secara mekanis, fenomena ini dikenal dengan over-excursion.

Box speaker ported yang didesain asal-asalan dapat menyebabkan berbagai masalah. Penyetelan frekwensi box yang terlalu tinggi bisa menjadi masalah, akan menghasilkan satu nada dengan range frekuensi yang tidak memadai. Jika tiba-tiba ada pada frekuensi yang lebih rendah mungkin ada potensi masalah getaran speaker yang berlebihan. Akibatnya conus speaker benar-benar bisa lepas keluar. Penyetelan yang rendah juga bisa menghasilkan masalah.

Box ported yang berukuran besar diperlukan untuk mendapatkan penyetelan frekwensi yang lebih rendah. Ini bisa  sangat menurunkan penanganan daya mekanis loudspeaker, hasilnya bass yang sember dan bergemuruh yang tidak jelas mungkin yang bisa didapat.

Port yang kurang memadai dapat menciptakan kebisingan yang tidak diinginkan pada volume amlifier yang lebih besar meskipun ukuran box sudah bagus untuk jenis speaker. Jika kecepatan udara yang keluar terlalu tinggi, maka kebisingan dapat terjadi.

Untuk itu membuat ukuran port yang baik adalah mencari jalan tengah, tidak terlalu besar dan tidak terlalu sempit.

Kesimpulan

Tak ada yang benar-benar sempurna, semua ada kekurangan dan kelebihan namun semuanya bisa diatasi dengan penggunaan yang tepat.

Box terbuka/ported lebih sering diaplikasikan untuk speaker sub-bass karena box ported meningkatkan gain dan memungkinkan untuk mendapatkan frekwensi yang lebih rendah. Box terbuka juga sering diaplikasikan untuk speaker mid-low karena meningkatkan gain frekwensi low. Baca juga : Ukuran Dan Skema Box Speaker Sub-Bass 15 Inch Double

Box tertutup menghasilkan suara yang akurat dan lantang, mungkin menjadi alasan sering diaplikasikan sebagai speaker monitor bass gitar atau gitar. Box tertutup dengan karakter “akurat” atau bass murni sering juga diaplikasikan untuk monitor rekaman dan speaker rumahan. Untuk aplikasi speaker lapangan, box tertutup banyak diaplikasikan sebagai speaker mid-hi karena memungkinkan untuk suara yang lantang. Baca juga : Ukuran Box Speaker Mid-hi Double 12 (2×12) Simple Untuk Lapangan

Jenis driver yang dipakai harus saling mendukung dengan tujuan dari desain box speaker dibuat. Dengan berbagai tujuan seperti supaya mudah untuk mencapai range frekwensi yang diinginkan

Namun tidak terbatas daripada itu, setiap desainer box bisa membuat desain box mereka untuk berbagai aplikasi yang mereka kehendaki dengan segala pertimbangannya. Subwoofer audio mobil juga sering menggunakan jenis box tertutup, karena akurasi nada yang menjadi pertimbangan.

Leave a Reply