Seberapa Sering Harus Mengganti Cairan atau Olie Transmisi?

Cairan transmisi sangat berperan vital untuk komponen dalam bak transmisi, yaitu termasuk untuk melumasi, membersihkan, mendinginkannya. Kelalaian untuk menggantinya secara rutin dapat menyebabkan kerusakan transmisi parah sehingga Anda harus mengeluarkan biaya perbaikan yang besar. Sementara itu terlalu sering menggantinya akan menyebabkan pemborosan biaya perawatan mobil. Kapan saatnya harus mengganti oli transmisi? Jawabannya tergantung dari banyak faktor termasuk bagaimana cara Anda menggunakan kendaraan, rekomendasi pabrikan, dll.

Kapan Saat yang tepat Untuk Mengganti Cairan atau pelumas transmisi mobil?

Seberapa sering mengganti cairan transmisi

Mungkin banyak pengemudi yang memberi saran kepada Anda bahwa Anda perlu mengganti oli transmisi/bak persneling adalah sebanyak 1 kali untuk setiap 3 kali ganti olie mesin untuk mobil manual. Sementara untuk mobil matik perlu untuk mengganti cairan transmisi setiap 24.000 kilometer, tapi ada yang menyarankan supaya lebih sering dari itu yaitu setiap 10.000 atau 12.000 kilometer.

Mana jawaban yang benar? Untuk mengetahuinya dengan benar, pertama Anda perlu mengerti bagaimana cara kerja oli atau cairan transmisi mobil Anda.

Apa Kegunaan cairan transmisi?

Cairan transmisi adalah cairan kental yang berfungsi untuk melumasi, membersihkan dan melindungi semua komponen yang bergerak yang berada di dalam sistem transmisi. pada transmisi mobil matik, cairan pelumas ini juga bekerja sebagai pendingin dan perantara yang menyalurkan tenaga mesin ke transmisi. Jenis cairan berbeda untuk setiap sistem transmisi yang berbeda. Untuk transmisi matik harus menggunakan cairan khusus untuk transmisi matik, sementara transmisi manual bisa menggunakan berbagai jenis minyak pelumas bahkan olie mesin motor biasa.
Jika Anda ingin mengetahui apa jenis minyak transmisi yang digunakan untuk mobil Anda, Anda bisa melihat pada buku panduan pemilik kendaraan.

Apakah harus mengganti cairan transmisi sesuai dengan rekomendasi pabrik?

Secara umum iya. Tapi frekuensi penggantian cairan transmisi bervariasi untuk setiap jenis mobil dan pabrikan. Kebanyakan pabrik merekomendasikan untuk mengganti cairan pelumas transmisi matik setiap 48.000 kilometer. Namun banyak mekanik yang mengatakan bahwa interval itu terlalu lama, dan merekomendasikan penggantian olie transmisi setiap 24.000 kilometer.

Untuk transmisi mobil manual memiliki interval yang berbeda dengan mobil matik, namun banyak mekanik yang merekomendasikan untuk mengganti olie transmisi setiap 3 kali ganti olie mesin. Tapi sebaiknya Anda mengikuti jadwal penggantian sesuai yang disarankan di buku pediman pemilik.

Cara mengoperasikan kendaraan menpengaruhi kualitas olie transmisi

Cara mengemudi yang yang salah, pengoperasian kendaraan untuk  jarak jauh, dan atau melewati medan berat, dapat menyebabkan kerusakan dini cairan transmisi, sehingga harus lebih sering menggantinya.  Berikut beberapa masalah pada gigi persneling yang terkait dengan penurunan kualitas cairan transmisi atau kotor meliputi:

  • Pergeseran gigi yang terasa keras atau kasar
  • Transmisi mengeluarkan suara bising yang tidak biasa
  • Gigi transmisi selip
  • Efek tunda setelah gigi digeser/dipindah

Pengoperasian kendaraan yang ekstrim seperti yang telah dijelaskan diatas dapat meningkatkan suhu operasi transmisi. Suhu panas ini akan diserap olea cairan transmisi, dan pada suhu yang lebih panas cairan tidak akan mampu melakukan fungsi utamanya seperti mendinginkan transmisi.

Lihat Juga :  12 Panduan Penting Dalam Membeli Mobil Bekas

Karena beban kerja transmisi, gesekan pada bagian yang bergerak yang pada akhirnya menyebabkan partikel dan gram mengotori cairan transmisi yang selanjutnya mempengaruhi kinerjanya. Jika cairan tidak segera diganti maka cairantransmisi yang kotor oleh gram dan kotoran lainnya akan terus melumasi komponen yang bergerak pada sistem transmisi –  yang akan memperpendek umur transmisi. Perlu diketahui bahwa biaya perbaikan transmisi cukup mahal, atau bahkan harus mengganti gearbox secara keseluruhan. Kerusakan fatal ini bisa dihindari dengan cara mengganti cairan transmisi secara tepat waktu.

Cara memeriksa cairan transmisi

Jika Anda merasa sering mengendarai kendaraan Anda di kondisi yang ekstrim, Anda harus lebih sering memeriksa kondisi cairan transmisi. Cara melakukannya adalah dengan menarik dipstick transmisi. Lakukan ini saat gigi dalam posisi netral. Bersihkan dipstick hingga bersih,  kemudian masukkan kembali ke dalam transmisi lalu tarik lagi.

Jika kualitas cairan transmisi menurun jauh di bawah tingkat optimal, maka itulah saatnya untuk menggantinya. Penurunan kualitas olie transmisi termasuk berbau menyengat seperti terbakar, atau cairan berubah warna menjadi lebih pekat kehitaman oleh partikel kotoran bahkan mungkin melihat serbuk halus. Jika diketahui demikian, maka cairan transmisi harus diganti meskipun masih belum mencapai batas kilometer yang dianjurkan oleh produsen.

Pemeriksaan Rutin

Ketika Anda ke bengkel untuk perawatan rutin, teknisi mungkin saja menyarankan untuk sekaligu mengganti cairan transmisi. Perlu dimengerti bahwa hal ini tidak berarti Anda harus menggantinya, kecuali sudah jika memang diketahui kualitasnya telah menurun dan benar-benar harus diganti. Lihat bukua panduan pemilik, dan berfikir sebentar untuk mempertimbangkannya.

Apakah perlu menguras cairan dengan menggunakan mesin bilas/kompresor?

beberapa bengkel mungkin menggunakan pembilas atau kompresor untuk mempercepat proses penggantian cairan transmisi. Cara ini memang akan menghemat waktu, namun beberapa produsen mobil menyarankan untuk tidak melakukannya. Jadi penting untuk mengetahui cara penggantian cairan transmisi yang diperlukan untuk jenis mobil Anda sesuai dengan buku panduan pabrik.

Produsen mobil tertentu mungkin mengharuskan penggunanya untuk menggunakan jenis cairan transmisi produksi mereka sendiri, serta memperingatkan bahwa menggunakan jenis cairan transmisi lain bisa merusak sistim transmisi. Demikian pula, beberapa jenis transmisi memiliki filter yang perlu dibersihkan atau diganti bersama dengan penggantian cairan. Untuk memastikan penggunaan jenis cairan beserta prosedur penggantian yang benar, sebaiknya lakukan di diler resmi.

Kapan cairan transmisi Anda terakhir diganti?

Bagaimana jika Anda lupa sehingga tidak mengganti cairan transmisi mobil Anda lebih dari 100.000 kilometer? jawabannya harus segera diganti. Jika Anda menemukan masalah dengan transmisi Anda, misalnya selip gigi atau pemindahan gigi yang kasar, penggantian cairan transmisi saja tidak akan bisa mengatasinya – mungkin Anda harus memperbaikinya.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *