Cara mengemudi Mobil Manual/Matic ditanjakan yang Padat dan Merayap

Cara mengemudi yang baik dan benar di tanjakanMengingat kondisi jalanan yang bervariasi dan kurang bisa dipastikan saat perjalanan luar kota dan tak mengenal medan sebelumnya, maka pengemudi mobil hendaklah memiliki ketrampilan yang baik dan siap menghadapi segala medan jalan yang bagaimanapun sulitnya.

Terutama kita harus benar-benar siap jika harus menghadapi jalanan yang menanjak terjal, bermuatan banyak sekaligus ketika kondisi macet maupun padat merayap. Kesalahan sedikit saja pada kondisi jalanan yang seperti itu dapat berakibat fatal, seperti kecel*k*an yang tidak kita inginkan bersama.

Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan jalanan menanjak. Hanya saja ketika kita harus berhenti atau berjalan pelan karena padatnya lalu-lintas saat itu, maka mau tak mau kita perlu ketrampilan mengemudi yang baik dan benar. Ketrampilan mengemudi yang baik tak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tapi juga untuk meminimalkan kerusakan dini pada mesin mobil.

Baca juga : Panduan Ringkas Membeli Mobil yang Cocok untuk Anda

Ada 3 teknik mengemudi untuk bisa menguasai jalanan tanjakan yang merayap ataupun macet [mobil manual dan matic]

1. Berhenti dengan mengandalkan rem

Ini adalah cara yang paling mudah untuk menahan laju kendaraan, namun cara ini hanya cocok jika kita sedang malalui tanjakan yang landai dengan penumpang yang tidak banyak dengan kondisi jalanan yang tidak terlalu lama macet.

Jika mobil didepan berhenti, seketika itu kita bisa langsung menekan pedal kopling setengah dan injak rem. Ketika mobil didepan sudah mulai berjalan, kita bisa mulai melepaskan pedal rem dan segera berpindah untuk menekan sedikit pedal gas.

Namun untuk mobil matic kita hanya cukup menginjak rem, pindah ke gigi L1, lalu menekan gas ketika harus maju. Kenapa menggunakan gigi L1 pada matic? karena pada saat menanjak, beban mesin lebih berat dan gigi L1 adalah gigi rendah yang sama dengan gigi 1 pada mobil manual. Tujuannya supaya mesin lebih awet, namun terkadang mobil matic memang tak bisa maju pada gigi D saat start di jalanan menanjak.

2. Berhenti dengan cara menyeimbangkan pedal kopling dan gas.

Cara ini sering disebut sebagai keseimbangan mengemudi. Caranya dengan hanya menekan pedal kopling yang ditekan separuh hingga menemukan titik yang pas sehingga mobil tidak mundur maupun maju. Separuh disini artinya bukan separuh yang sebenarnya, namun separuh adalah artinya bukaan kopling yang benar-benar seimbang dengan putaran mesin yang membuat mobil bisa tertahan, tidak maju juga tidak mundur sementara mesin tetap hidup.

Untuk bisa melakukan ini kita memerlukan perasaan dan kebiasaan agar mudah menemukan momen kerenggangan kopling yang tepat. Jangan lakukan ini dijalanan umum jika masih belum terbiasa karena risikonya tinggi, sebab jika tidak seimbang mesin mobil akan mati,  atau bisa juga mundur jika  kita spontan menginjak pedal kopling karena panik.

Tidak ada pengemudi yang bisa melakukan keseimbangan ini  dengan tenang tanpa latihan yang matang dan pengalaman dijalanan yang sesungguhnya. Tapi sering latihan adalah cara yang baik sebelum benar-benar turun ke medan jalanan menanjak yang sebenarnya. [berlaku pada mobil Manual /MT.]

Tapi cara seperti ini tidak disarankan jika kondisi tanjakan curam dan/atau bangku penumpang dalam keadaan penuh meskipun Anda adalah pengemudi yang sudah mahir dijalanan. Karena kopling adalah komponen yang harus menerima kerja yang berat saat melakukan keseimbangan, maka cara ini dapat merusak kanvas kopling dengan cepat bahkan terbakar dan mobil macet pada saat itu juga. Untuk itu lanjutkan membaca, dan cobalah cara berikut ini di poin berikutnya dibawah.

3. Menggunakan rem tangan/hand rem/handbrake

Cara ini bisa diterapkan pada semua kondisi jalanan, juga sangat disarankan pada saat harus berhenti macet ditanjakan yangterjal atau penumpang mobil dalam kondisi penuh/beban berat. Bukan hanya itu, kondisi tanjakan yang curam juga membutuhkan kondisi hand-rem, rem kaki, dan tenaga mesin mobil yang prima – sebab jika tidak, berjalan dijalanan terjal sangatlah berisiko tinggi.

Catatan: Mobil minibus biasa atau sejenis sedan yang tidak menggunakan gardan ganda/jeep disarankan tidak melewati jalur yang sangat terjal. Tetap ikuti petunjuk/rambu lalulintas yang ada. Ketika ada larangan mobil tertentu tidak boleh masuk, maka sebaiknya Anda mengikuti saran tersebut – yaitu balik arah.

Ada dua cara penggunaan handbrake ditanjakan dan/atau beban berat yang banyak dilakukan oleh pengemudi yaitu :

#1 Cara yang paling sering dilakukan orang :

Mobil Manual/MT

      1. Pastikan masuk gigi 1 agar tenaga mesin lebih kuat sehingga bisa mengalahkan tanjakan yang curam dan/atau dengan beban muatan yang berat.
      2. Jika harus berhenti, tekan rem, injak kopling, lalu tarik hand rem penuh. Saat akan berjalan, lepaskan pedal kopling secara perlahan sampai mobil terasa bergetar ~ kemudian lepaskan handrem juga secara perlahan bersamaan dengan melepaskan pedal kopling juga perlahan sampai penuh yang sekaligus dibarengi menekan pedal gas agar mobil bergerak maju. ————– Ya, memang terdengar sulit dan sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi. supaya bisa menemukan momen/timing yang tepat antara lepasnya pedal kopling=lepasnya handrem=dan menekan pedal gas…Sebab jika tidak pas momennya, yang bisa terjadi adalah mesin bisa mati bahkan kendaraan bisa kontan  terperosok kebawah.  Kekurangan lainnya dari cara ini adalah kopling bisa lebih cepat aus.
  • (Catatan : Sangat tidak disarankan melalui tanjakan curam dengan beban berat bagi pemula sebelum pernah berlatih pada kondisi jalan seperti ini yang dilakukan secara bertahap dari yang ringan)

 

Lihat Juga :  Keunggulan kekurangan mobil diesel dan mobil bensin

Untuk mobil matic/AT:

Pastikan gigi dalam posisi L1. Ketika mau bergerak maju, tinggal lepaskan hand rem secara perlahan bebarengan dengan kaki menekan pedal gas sampai mobil bergerak maju.

Memang sangat mudah kalau pakai mobil matic, semua kondisi jalanan terasa tidak begitu berarti. Namun sebaiknya memakai cara yang benar saat melalui tanjakan dan harus berhenti atau sedang macet. Gunakan Gigi L(low) supaya beban mesin ringan supaya umur pakai mobil lebih lama saat dalam kondisi tersebut – atau ikuti petunjuk manualnya.

#Cara kedua (jarang dipakai, namun sangat efektif)

Cara ini terlihat sangat kasar, namun sebenarnya lebih aman dan lebih mudah dari cara pertama.

Mobil Manual/MT

  • Seperti biasa, jika tiba-tiba harus berhenti ditanjakan, tekan pedal rem, tarik handrem, dan tekan kopling dan pastikan gigi masuk 1.
  • Ketika mau berangkat, biarkan dulu handrem tertarik penuh kemudian secara bersamaan tekan sedikit pedal gas agar mesin tak mati dan melepaskan kopling secara penuh. Apakah mobil tersentak? ya, dan disinilah cara kerjanya! Setelah mobil tersentak, lalu spontan lepaskan handrem dan jalankan mobil dengan menambah pedal gas. (Catatan: Biarkan kendaraan yang ada didepan sudah bergerak maju agak jauh didepan supaya tidak keseruduk)

Untuk mobil Matic/AT :

Sangat mudah, gigi pastikan dalam posisi L1. Ketika akan berangkat, biarkan dulu hand-rem tertarik penuh lalu tekan pedal gas sampai ada sedikit hentakan pertanda mobil akan maju, kemudi lepaskan hand rem.

Tips Aman melewati tanjakan curam:

  • Pastikan kondisi kendaraan secara keseluruhan dalam kondisi prima (terutama mesin, rem, handerm, kopling, dsb) sebelum bepergian jauh apalagi belum mengenal medan yang akan dilalui.
  • Jika anda dihadapkan dengan masalah seperti ini dan merasa ragu-ragu untuk melewatinya(jika tanjakan curam dan/atau beban berat), maka jangan dipaksakan lebih baik mencari jalan alternatif yang aman. Jika memang sangat terpaksa, cara paling aman adalah dengan meminta semua penumpang untuk turun, pastikan handrem penuh, nyalakan lampu tanda bahaya lalu salah satu penumpang Anda suruh mencari batu yang besar untuk mengganjal – ketika tanjakan sudah terlewati, baru Anda berhenti dan angkut lagi semua penumpang. Atau bisa juga dengan meminta bantuan orang yang dipastikan sudah ahli. Tepikan kendaraan, dan nyalakan lampu hazard, tunggu sampai bantuan datang.(tanjakan yang ekstrim biasanya sudah ada jasa driver yang mangkal).
  • Jika Anda tak yakin dengan kondisi mobil, kondisi tanjakan yang dirasa berat, dan beban kendaraan yang tinggi, maka jangan dipaksakan untuk melewatinya – lebih baik mencari jalan alternatif atau kembali pulang atau setidaknya ke bengkel untuk memastikan kondisi mobil.
  • Pakailah bahan bakar yang memiliki tingkat kualitas [oktan tinggi untuk mobil bensin, dan cetane tinggi untuk mobil solar] . Hal ini asumsinya adalah, mobil lebih responsive dan tenaganya lebih kuat saat jalanan menanjak.
  • Tetap tenang, hindari rasa panik(butuh banyak pengalaman).
  • Selalu mematuhi petunjuk dan rambu lalu-lintas. Jika memang ada larangan bagi jenis mobil tertentu untuk melewati tanjakan tersebut, sebaiknya tidak dipaksakan – misalnya ada tulisan JEEP ONLY, hanya boleh 4×4, dsb.

Baca juga :Keunggulan kekurangan mobil diesel dan mobil bensin dan Apakah kelebihan bensin Pertamax dibanding bensin premium?

Mengemudi itu tidak sesederhana yang kita lihat bukan?… Semua ada tekniknya, kuasailah dengan baik dan benar dan kamu akan menjadi ahlinya!! Pengemudi yang aman disegala medan.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Satu pemikiran “Cara mengemudi Mobil Manual/Matic ditanjakan yang Padat dan Merayap

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *