Kelebihan Rangkaian Paralel, Kekurangan dan Contohnya

Kelebihan rangkaian paralel sering dimanfaatkan untuk lampu penerangan rumah. Contoh, lampu-lampu dalam suatu ruangan terhubung secara paralel dengan satu sumber listrik yang sama, sehingga apabila salah satu lampu ruangan mati maka yang lain tidak ikut mati. Mari kita bahas lebih detail tentang rangkaian paralel dalam topik khusus ini!

Kelebihan Rangkaian Paralel, Kekurangan, Contoh, Dan Rumus-rumus

keuntungan rangkaian listrik paralel

Setiap komponen beroperasi secara individu

Rangkaian paralel memiliki beberapa kelebihan yang cukup menarik. Salah satu keunggulannya adalah jika satu komponen dalam rangkaian mati atau rusak, komponen lainnya masih dapat beroperasi dengan baik. Ini membuatnya lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan rangkaian seri, di mana kerusakan satu komponen dapat mengakibatkan kegagalan seluruh rangkaian.

Tegangan yang sama

Kelebihan lainnya adalah setiap komponen dalam rangkaian paralel memiliki tegangan yang sama. Ini membuat rangkaian paralel lebih mudah untuk mengelola dan memahami distribusi tegangan didalam rangkaian. Selain itu, penambahan komponen baru tidak mempengaruhi tegangan pada komponen lainnya.

Contoh Aplikasi Rangkaian Paralel

kelebihan rangkaian paralel

Contoh rangkaian paralel yang umum adalah lampu-lampu dalam satu ruangan yang terhubung ke sumber listrik yang sama, jika satu lampu mati lampu-lampu lainnya tidak terpengaruh ikut mati. Sebaliknya, dalam rangkaian seri jika satu lampu dalam rangkaian seri mati maka semua lampu akan mati.

Manfaat utama dari penggunaan rangkaian lampu paralel adalah bisa mengontrol setiap lampu secara independen. Karena setiap lampu terhubung secara paralel, maka apabila kita mematikan satu lampu, itu tidak akan memengaruhi lampu-lampu yang lainnya. Untuk keperluan lampu yang masing-masing bisa dikontrol demikian perlu menambahkan saklar untus setiap jalaur lampu yang ada dalam rangkaian paralel.

Ini memberikan fleksibilitas yang besar dalam pengaturan pencahayaan. Misalnya Anda memiliki beberapa lampu dalam satu ruangan, dengan rangkaian paralel Anda dapat mematikan beberapa lampu untuk menciptakan suasana yang berbeda;  atau menghemat energi ketika pencahayaan penuh tidak sedang diperlukan.

Kelemahan Rangkaian paralel

Namun, rangkaian paralel juga memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah bahwa konsumsi daya total bisa menjadi tinggi, terutama jika terdapat banyak komponen. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi daya yang tidak efisien dalam beberapa kasus.

Kekurangan rangkaian paralel yang lain, yaitu membutuhkan banyak kabel untuk aplikasi lampu penerangan rumah.

Baca Juga :  Fungsi Dan Cara Kerja BMS Baterai 3s, 4s Dan lain-lain

Rumus-rumus Rangkaian Paralel

Ini adalah rumus-rumus dasar yang dapat digunakan untuk menganalisis dan menghitung sifat-sifat rangkaian paralel.
Hukum Tegangan Kirchoff pada Rangkaian Paralel:
Tegangan pada setiap elemen atau resistor dalam rangkaian paralel adalah sama dengan tegangan total.
Vtotal = V1 = V2 = … = Vn

Hukum Arus Kirchoff pada Rangkaian Paralel:
Arus total dalam rangkaian paralel adalah jumlah dari arus masing-masing elemen atau resistor.
Itotal = I1 + I2 + … + In

Rumus Hambatan Total (hambatan setara) pada Rangkaian Paralel:
Ini digunakan untuk menghitung hambatan setara dari seluruh rangkaian paralel.
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + … + 1/Rn

Rumus Arus pada Setiap Elemen (hambatan) dalam Rangkaian Paralel:
Ii = Vtotal / Ri
Di mana Ii adalah arus pada elemen ke-i, Vtotal adalah tegangan total, dan Ri adalah hambatan elemen ke-i.

Rumus Daya pada Setiap Elemen (hambatan) dalam Rangkaian Paralel:
Pi = Ii * Vtotal
Di mana Pi adalah daya pada elemen ke-i, Ii adalah arus pada elemen ke-i, dan Vtotal adalah tegangan total.

Contoh Menghitung Daya Rangkaian Paralel

Untuk menghitung daya total dalam rangkaian paralel, kita dapat menggunakan rumus berikut:

Ptotal = P1 + P2 + … + Pn

Dimana Ptotal adalah Daya total adalam Watt

P1 + P2 + … + Pn adalah masing-masing komponen atau perangkat dalam Watt

Kasus:
Misalkan kita memiliki tiga lampu dalam rangkaian paralel, dan daya masing-masing lampu adalah 40W, 50W, dan 60W. Untuk menghitung daya total, kita tambahkan daya masing-masing lampu:

Rumus daya total dalam rangkaian paralel:

Ptotal = P1 + P2 + … + Pn

Jika P1 = 40 W, P2 = 50 W, dan P3 = 60 W, maka:
Ptotal = 40 W + 50 W + 60 W = 150 W

Selain itu kita juga mungkin perlu menghitung daya listriknya.

Rumus daya listrik:
P = V.I

Di mana:

  • P adalah daya dalam watt,
  • V adalah tegangan dalam volt (V),
  • I adalah arus dalam ampere (A).

Dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap komponen adalah sama, dengan demikian kita dapat menggunakan rumus ini untuk menghitung daya masing-masing komponen.

Kesimpulan

Rangkaian paralel maupun rangkaian seri keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kita bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Rangkain seri maupun paralel memberikan kita beberapa opsi ketika mendesain rangkaian, tergantung pada kebutuhan spesifik kita.

Ada beberapa rumus dasar yang bisa kita digunakan untuk menghitung sifat-sifat rangkaian paralel. Ada rumus hambatan, rumus arus, rumus tegangan dan hukum arus, hukum tegangan. Demikian tentang Kelebihan Rangkaian Paralel, contoh, penjelasan dan rumus-rumus. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply