Fungsi Alternator Pada Mobil, Jenis, Dan Cara Kerjanya

Apa fungsi alternator pada mobil? Alternator adalah salah satu komponen penting pada sistem kelistrikan pada mobil. Komponen ini memiliki fungsi untuk menghasilkan energi listrik yang dibutuhkan oleh berbagai komponen kelisrikan dan elektronik pada mobil, seperti lampu, AC, sistem pengapian, ECU, dll. Tapi fungsi paling utamanya adalah untuk mengisi atau charging aki/baterai pada mobil. Karena fungsi utama untuk mengisi baterai ini maka Alternator sering juga disebut sebagai dinamo ampere atau dinamo isi. Begitu pentingnya alternator sehingga semua jenis mobil baik keluaran lama sampai baru menggunakan alternator, bahkan mesin-mesin alat berat, hingga pesawat terbang membutuhkannya. Pengen tahu lebih jauh tentang alternator mobil, yuk baca sampai tuntas!

Alternator pada mobil, Fungsi, dan Cara kerjanya

Fungsi Alternator Pada Mobil

Cara kerja alternator

Fungsi utama alternator pada mobil adalah menghasilkan energi listrik yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan pada mobil. Hal ini terutama digunakan untuk mengisi baterai mobil, karena arus listrik yang disimpan oleh baterai  lambat laun akan habis karena dikonsumsi oleh sistem kelistrikan. Karena tidak ada yang mengisi ulang baterai, maka tidak akan ada suplai energi untuk menggerakkan sistem kelistrikan termasuk motor stater sehingga mobil tak bisa dihidupkan lagi. Alternator bekerja untuk mengisi ulang baterai sehingga tak akan ada ceritanya mobil kehabisan energi listrik, selama alternator tidak rusak.

Baca juga : Macam-macam Kerusakan Ban Mobil Yang Penting Untuk Diwaspadai

Alternator pada mobil juga memiliki fungsi sebagai penyearah dan regulator tegangan, itulah mengapa ia tak disebut sebagai dinamo saja karena didalamnya sudah include termasuk penyearah dan regulator. Ada 3 komponen penting didalam alternator,  yaitu 1. dinamo/generator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik/AC. 2. Penyearah yaitu dioda yang mengubah arus AC dari dinamo menjadi arus DC. 3. Regulator tegangan yang berfungsi untuk mengontrol tegangan output dari alternator agar sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan mobil. Dengan adanya regulator tegangan pada alternator, maka tegangan output yang dihasilkan akan stabil dan tidak berlebihan, sehingga dapat menjaga keamanan dan umur pakai komponen-komponen kelistrikan pada mobil termasuk baterai.

Cara kerja Alternator dan Komponen-komponennya

fungsi alternator

Komponen-komponen pada alternator terdiri dari rotor, stator, dioda, regulator, dan pulley. Berikut adalah penjelasan tentang masing-masing komponen dan cara kerjanya:

Rotor
Rotor pada alternator adalah bagian yang berputar dan terdiri dari serangkaian kumparan kawat yang disebut belitan medan. Ketika rotor diputar, belitan medan ini menghasilkan medan magnet yang berputar. Rotor pada alternator pada mobil biasanya terbuat dari magnet permanen atau belitan kawat yang diberi daya melalui slip ring.

Stator
Stator pada alternator adalah bagian yang diam dan terdiri dari serangkaian kumparan kawat yang disebut belitan stator. Belitan stator ini terletak di sekitar rotor dan berfungsi untuk menangkap medan magnet yang dihasilkan oleh rotor dan mengubahnya menjadi arus listrik AC. Arus listrik AC yang dihasilkan oleh stator kemudian dikirimkan ke dioda untuk di searahkan yaitu dijadikan arus DC sebelum dikirim ke regulator untuk dikontrol supaya stabil dan aman bagi peralatan listrik mobil.

Dioda

Dioda pada alternator berfungsi untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC. Dioda pada alternator biasanya terdiri dari enam buah dioda yang dihubungkan dalam bentuk jembatan dioda. Dengan adanya dioda pada alternator, maka arus listrik yang dihasilkan akan menjadi arus searah yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan mobil.

Regulator
Regulator pada alternator berfungsi untuk mengatur tegangan output dari alternator agar sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan mobil. Regulator pada alternator pada mobil biasanya terletak di dalam unit alternator atau terletak di luar unit alternator dan dihubungkan dengan kabel. Regulator akan memantau tegangan baterai dan memutuskan atau menghubungkan arus pengisian baterai jika tegangan sudah mencapai batas yang ditentukan.

Regulator untuk alternator ada 2 macam, untuk mobil lama biasanya menggunakan komponen yang disebut Cut-out yang masih bekerja secara mekanis. Untuk mobil jenis baru sudah menggunakan sirkuit terpadu/IC atau  bekerja dengan sistem elektronik.

Dengan adanya regulator maka baterai tidak akan rusak sebelum mencapai umur pakai yang sudah menjadi standar pemakaian normal karena overcharge.

Pulley
Pulley pada alternator berfungsi untuk menggerakkan rotor dengan menggunakan belt yang terhubung ke mesin mobil. Pulley pada alternator pada mobil biasanya terbuat dari bahan logam dan memiliki diameter yang bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis mobil.

Cara kerja alternator pada mobil dimulai ketika mesin mobil hidup dan pulley pada alternator mulai berputar. Saat pulley berputar, rotor pada alternator juga ikut berputar sehingga tercipta medan magnet. Medan magnet yang tercipta pada rotor akan memotong belitan stator pada alternator dan menghasilkan arus listrik AC. Arus listrik AC yang dihasilkan kemudian diubah menjadi arus listrik DC oleh dioda dan dikirimkan ke regulator. Regulator akan mengontrol tegangan output dari alternator agar sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan mobil dan mengisi baterai mobil.

Akibat jika alternator rusak

Umumnya semua mobil sudah dilengkapi dengan indikator yang berguna untuk memberitahu jika ada masalah pada sistem pengisian yang merujuk pada alternator. Indikator ini terletak pada dashboard mobil yang menunjukkan logo indikator gambar baterai.

Jika sistem pengisian normal : Ketika mobil di kontak ON, maka semua lampu indikator nyala termasuk indikator pengisian yang bergambar baterai/aki. Dan pada saat mobil berhasil dihidupkan, maka lampu indikator berlogo baterai tersebut akan padam.

Jika ada masalah dengan sistem pengisian : Ketika mobil berhasil dihidupkan, lampu logo baterai tetap menyala.

Tapi tidak selalu demikian karena adakalanya ada masalah pada sistem pengisian padahal lampu indikator menunjukkan gejala normal. Hal ini biasanya terjadi pada alternator yang menggunakan magnet tidak tetap, yang dimana arus dari baterai tidak hadir pada belitan rotor sehingga tidak menimbulkan efek gaya  magnet. Penyebabnya adalah carbon brush pada alternator sudah habis. Jadi bagaimana cara memastikan ada masalah pada alternator? nanti kita bahas dibawah.

Baca Juga :  Mobil penggerak roda belakang VS Mobil penggerak roda depan

Jika alternator pada mobil rusak atau tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi beberapa akibat yang dapat mempengaruhi kinerja sistem kelistrikan pada mobil, antara lain:

Baterai mobil cepat habis
Ketika alternator pada mobil rusak, baterai mobil akan cepat habis karena tidak mendapatkan pengisian energi listrik dari alternator. Akibatnya, mobil tidak dapat dihidupkan dan komponen kelistrikan pada mobil tidak dapat berfungsi dengan baik.

Tegangan listrik tidak stabil
Jika alternator pada mobil tidak berfungsi dengan baik, maka tegangan listrik yang dihasilkan juga tidak stabil. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komponen kelistrikan pada mobil, seperti sistem pengapian, lampu, AC, sistem audio, dan lain sebagainya.

Lampu redup
Ketika alternator pada mobil rusak, arus listrik yang dihasilkan tidak mencukupi untuk menyuplai listrik ke lampu mobil. Akibatnya, lampu mobil akan menjadi redup atau mati saat digunakan.

Overheat pada mesin
Jika alternator pada mobil tidak berfungsi dengan baik, maka mesin mobil akan menjadi overheat. Hal ini terjadi karena komponen-komponen kelistrikan pada mobil tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga mesin mobil menjadi terlalu panas.

Kerusakan pada komponen kelistrikan
Jika alternator pada mobil rusak, arus listrik yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada komponen kelistrikan pada mobil. Hal ini dapat memperburuk kondisi mobil dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada sistem kelistrikan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kondisi alternator secara berkala dan melakukan perawatan secara teratur untuk mencegah kerusakan pada alternator pada mobil. Jika terdapat gejala-gejala kerusakan pada alternator, segera lakukan perbaikan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Ciri-ciri umum ketika alternator rusak atau ada masalah

Berikut adalah beberapa ciri-ciri alternator rusak atau bermasalah pada mobil:

Lampu indikator baterai menyala
Lampu indikator baterai pada dashboard mobil biasanya menyala ketika ada masalah pada sistem pengisian listrik mobil. Jika lampu ini menyala saat mesin menyala atau ketika mobil sedang berjalan, kemungkinan besar ada masalah pada alternator.

Bunyi berisik dari alternator
Jika terdengar suara berisik atau menggeretak dari alternator ketika mesin mobil dihidupkan, kemungkinan ada masalah pada bearing atau komponen lain di dalam alternator.

Tegangan listrik tidak stabil
Jika tegangan listrik yang dihasilkan oleh alternator tidak stabil, lampu mobil bisa menjadi redup atau gelap, dan dapat terjadi penurunan daya pada perangkat kelistrikan seperti sistem audio mobil. Jika masalah ini terus terjadi, kemungkinan besar alternator mengalami masalah.

Baterai mobil sering habis
Alternator yang bermasalah dapat membuat baterai mobil menjadi cepat habis karena tidak dapat mengisi baterai dengan baik. Jika baterai sering habis meskipun baterai baru atau sudah diganti dengan yang baru, kemungkinan besar masalah ada pada alternator.

AC dan sistem pendingin mesin tidak berfungsi dengan baik
Alternator berfungsi untuk memberikan listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem pendingin mesin dan AC mobil. Jika dua sistem ini tidak berfungsi dengan baik, kemungkinan besar alternator mengalami masalah.

Jika Anda mengalami beberapa masalah tersebut, segera periksakan alternator mobil ke bengkel terdekat untuk mendapatkan penanganan dan perbaikan yang tepat.

Cara memastikan kerusakan alternator dirumah

  • Posisikan kontak mobil “ON” tapi jangan dihidupkan dulu mesinnya. Lalu tempelkan obeng atau benda apapun yang terbuat dari besi pada pulley alternator. Alternator yang masih baik akan menghasilkan gaya menarik oleh magnet pada pulley yang menarik obeng/besi untuk menempel. (dengan catatan arus dari baterai masih ada setidaknya 70-80% atau masih ada tegangan 10 volt)
  • Ujung obeng menempel masih belum menjamin alternator 100% normal. Maka selanjutnya persiapkan multimeter pada posisi pengukuran arus DC 50V. Hidupkan mesin terlebih dahulu, kemudian tempelkan kedua ujung probe multimeter pada kutub – dan + pada aki/baterai. Alternator yang masih baik akan menunjukkan pengukuran tegangan pada multimeter sebesar 14Volt atau lebih sedikit misalnya 14.2 Volt. 14 Volt adalah arus pengisian yang normal dari alternator sehingga baterai bisa terisi dengan sebagaimana mestinya.
  • Hidupkan mesin mobil, lalu lepaskan kabel negatif(-) pada aki mobil yang terhubung ke masa. Jika mesin langsung mati, maka bisa dipastikan alternator sudah rusak.

Lakukan pengetesan alternator sendiri dirumah dengan hati-hati, dan jangan lakukan sendiri jika anda tidak yakin.  Sebab kesalahan anda bisa fatal, misalnya terjadi konsleting atau ada yang terjepit pulley misalnya kabel atau apapun.

Tips :

Jika lampu indikator baterai tidak mati meskipun mesin sudah hidup maka bisa dipastikan ada masalah pada sistem pengisian terutaa alternator. Karena kerusakan alternator bisa mengakibatkan risiko kerusakan yang lebih besar, maka sebaiknya langusng bawa kebengkel atau jangan dipakai mobil kemanapun walaupun itu jaraknya dekat.

Kesimpulan

Alternator adalah sebuah komponen pada sistem kelistrikan mobil yang berfungsi untuk menghasilkan listrik untuk menyalakan sistem kelistrikan mobil dan mengisi daya baterai mobil. Alternator pada mobil terdiri dari beberapa komponen seperti rotor, stator, dan pulley. Ketika mesin mobil hidup, alternator akan berputar dan menghasilkan listrik melalui elektromagnetik pada stator dan rotor. Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menghidupkan sistem kelistrikan mobil dan mengisi baterai mobil.

Jika alternator pada mobil bermasalah atau rusak, dapat menyebabkan beberapa masalah seperti baterai mobil cepat habis, tegangan listrik tidak stabil, lampu redup, AC dan sistem pendingin mesin tidak berfungsi dengan baik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perawatan dan pengecekan secara rutin pada alternator sangat penting untuk menjaga kinerja sistem kelistrikan mobil dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada komponen kelistrikan pada mobil.

Demikian tentang fungsi alternator berikut cara kerjanya. Semoga bermanfaat dan bisa membantu memahami apa itu alternator dan sedemikian penting peranannya dalam sistem kelistrikan mobil khususnya.

Leave a Reply