Macam-macam Kerusakan Ban Mobil Yang Penting Untuk Diwaspadai

Ban mobil adalah komponen yang harus menampung semua beban mobil. Untuk itu juga kenapa Ban mobil dibuat berbeda tergantung dari berapa beban yang aman, contohnya ban untuk jenis kendaraan penumpang dan kendaraan angkutan dibuat dengan spesifikasi berbeda. Namun dalam artikel ini kita tidak berbicara tentang spesifikasi ban, mungkin akan kita bahas lain kali. Namun yang jelas karena ban adalah komponen yang menopang total berat kendaraan; tak hanya itu, ban juga bekerja berat untuk menyalurkan torsi ke permukaan jalan agar kendaraan dapat melaju, serta menahan laju kendaraan saat mengerem dan berbelok. Untuk itu demi keamanan kita harus paham tentang kerusakan-kerusakan yang umum pada ban – sekecil apapun kerusakan ban harus diperhitungkan.

Ban mobil adalah komponen yang paling cepat aus, selain karena beban kerja yang tinggi juga karena kontak dengan permukaan jalan yang sering abrasif dan rusak. Demi keamanan, kontrol ban mobil secara teratur,  setidaknya sekali dua minggu atau sebelum melakukan perjalanan panjang atau berjalan pada berkecepatan tinggi.

Ban yang aus atau rusak berpotensi mematikan baik bagi penumpang dan pengguna jalan yang lain, tak heran kelayakan ban yang dipakai juga diatur oleh UU.

Dengan mengetahui keausan ban mobil Anda, setidaknya Anda bisa memperhitungkan untuk penggunaan mobil yang berlebihan baik kecepatan maupun beban angkut.

Berikut macam-macam kerusakan ban yang perlu diperhatikan demi keselamatan berkendara

Keausan normal

Ban gundul artinya tapak/alur ban sudah habis karena keausan normal. Tentu saja tidak aman menggunakan ban yang gundul karena ban akan mudah kehilangan traksi sehingga rentan selip yang menyebabkan kendaraan tergelincir. Tak hanya itu, ban yang gundul juga rentan pecah baik karena beban berat atau terjadi benturan keras

Menurut Ahli ban yang masih baik dan aman memiliki kedalaman tapak 2mm. Kedalaman tapak yang kurang dari 2mm seharusnya kita mulai waspada dalam mengendarai mobil, kemudian ketika kedalaman tapak kurang dari 1mm itu sudah berisiko tinggi dan berpotensi membahayakan.

Cara Mengukur kedalaman tapak ban :

mengukur kedalaman tapak ban

Anda bisa menggunakan bantuan ujung obeng yang dimasukkan kedalam tapak ban, tandai kedalamannya, kemudian diukur dengan penggaris. Bisa juga menggunakan alat khusus untuk mengukur kedalaman tapak ban(probe gauge).

Keausan ban tidak merata

Keausan tidak merata pada ban dimana pada satu sisi kedalam tapak lebih banyak daripada kedalaman tapak di sisi yang lain. Mengapa bisa ban menjadi aus tidak rata? ada sejumlah penyebab termasuk distribusi beban yang tidak merata, masalah pada suspensi, dan masalah keseimbangan ban(balancing). Jika pada tapak pada sisi ban yang aus kurang dari 1mm, maka ban sudah tak aman lagi untuk digunakan.

Lihat Juga :  Tips Membeli Mobil Bekas

Untuk menghindari masalah keausan ban yang tidak merata ini pastikan kendaraan Anda sudah mendapat setel balancing dan tidak ada masalah pada kaki-kaki termasuk sistem suspensi.

Ban Benjol

Benjolan pada ban terjadi pada area tapak ban yang lebih lemah, bisa disebabkan oleh benturan keras atau sebab lain misalnya terkena minyak tanah dsb. Masih sebagus apapun kondisi ban Anda, tapi jika sudah ada benjolan berati harus diganti karena bisa pecah setiap saat. Benjolan pada ban bisa terjadi pada tapak ban atau pada bagian sisi ban.

Ban terkena tusukan benda asing

Ban sangat rentan terkena tusukan oleh benda-benda asing yang bisa bertebaran dijalan misalnya pecahan batu yang tajam, kaca, skrup dan paku. Untuk itu rajinlah memeriksa kemungkinan adanya tusukan oleh benda-benda asing ini. Mungkin pada ban jenis tubeless, tusukan kecil mungkin tidak pada saat itu mengempiskan ban.

Gejala ban terkena tusukan biasanya membuat tekanan angin ban menjadi cepat berkurang. Anda perlu curiga ban terkena tusukan jika lebih cepat kehilangan tekanan daripada ban yang lainnya.

Kerusakan ban bagian samping

kerusakan ban samping

Kerusakan pada sisi ban bisa disebabkan tergerus akibat bergesekan dengan separator jalan, batu-batu, bagian logam dari kendaraan, dsb.

Ban kehilangan kelenturan/keras

Meskipun tapak ban masih memiliki kedalaman yang aman, namun ban yang sudah kehilangan kekenyalannya akan menjadikannya tidak aman lagi karena menurunkan cengkeraman ban terhadap aspal sehingga mobil mudah tergelincir. Kenapa ban kehilangan kekenyalan? ceceran minyak dijalan, suhu tinggi, dan panas matahari.

Untuk itulah setiap pabrik ban menyarankan untuk mengganti ban setelah berumur 6 tahun pemakaian karena rentang usia itu adalah kinerja terbaik ban. Jadi tak banyak orang yang mengerti bahwa ban juga memiliki expired date.

Berikut cara mengetahui code umur ban :

Setiap ban memiliki code tertentu yang bisa menjelaskan peruntukan dan spesifikasi, termasuk tanggal pembuatan. Untuk mengetahui umur ban tentu kita perlu mengetahui dulu kapan ban tersebut di  buat.
expired ban

Usia kronologis setiap ban bisa ditemukan di dinding samping ban dengan memeriksa mengikuti simbol “DOT”. Empat angka terakhir menunjukkan tanggal pembuatan ban;  2 angka pertama dari empat angka ini menunjukan minggu pembuatan , kemudian dua angka terakhir menunjukkan tahun pembuatan. Misalnya DOT (XXXXXX) (3112) , maka ban tersebut bisa diidentifikasi dibuat pada tahun 2012 pada minggu ke-31.

Jadi penting juga kalau Anda berencana membeli ban second, ada baiknya mempertimbangkan masa expired ban, yaitu yang disarankan 6 tahun.

Demikian mengenai sejumlah kerusakan ban yang wajib diketahui. Memperhatikan ban adalah terkait dengan keamanan berkendara, luangkan sedikit waktu demi keselamatan bersama.

Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *