Beda Trafo Banci(kecil) Vs Trafo Murni(besar) Pilih mana enaknya?

Trafo Banci(kecil) Vs Trafo Murni(besar) Pilih mana enaknya? Menjawab pertanyaan ini sebenarnya mudah tapi juga susah. Kok bisa? Mudah karena yang murni tentu kualitas amperenya sesuai dengan tulisannya, susahnya harganya jauh lebih mahal bisa 2 kalilipat dari trafo biasa atau banci. Jika kamu bingung mau beli yang mana, berikut hanya saran supaya bisa menentukan keputusan dengan pasti.

Trafo Banci Vs Trafo Murni, Sebaiknya Pilih yang Mana?

beda trafo murni vs trafo banci

Perbedaan trafo murni dan trafo banci

Secara fisik trafo murni lebih besar ukurannya, itulah mengapa trafo murni disebut juga trafo besar. Kawat lebih besar, dan besi lebih besar. Ada satu perbedaan lagi, trafo murni biasanya pin tegangan sampai 32V yang 5A sedangkan yang kecil biasanya paling besar 25V.

Apakah trafo banci itu KW2? belum tentu sebab ada trafo besar yang KW2. Baik trafo banci atau yang murni sama-sama ada yang berkualitas bagus dan lebih jelek. Secara fisik yang biasa atau KW2 biasanya tampak kasar, kertasnya jelek dan isolatornya juga jelek biasanya plastik biasa warnanya hitam lalu plat besinya tipis. Sama-sama trafo kecil, yang KW2 malah ukurannya bisa lebih kecil lagi.

Misalnya trafo merk big, ada big yang besar dan ada big yang kecil meskipun tulisan amperenya sama tapi masalah kualitas sama.

Mengapa ada trafo banci dan murni?

Ini hanya asumsi saya mungkin pabrik bisa saja ada alasan lain. Bisa jadi pabrik membuat 2 pilihan tergantung budget dan keperluan kita sebab bedanya juga ada di pin ditegangan maksimal, yang kecil maksimal biasanya 32V yang besar bahkan bisa 42V. Umumnya tegangan yang tinggi dipakai untuk power yang berdaya lebih besar untuk outdor atau semi-outdor.

Untuk audio rumahan tak butuh tegangan yang besar dan sering dipindah-pindah juga makanya ada pilihan trafo banci, selain lebih ringan juga sesuai dengan kebutuhan catudaya dari power amplifier yang tidak begitu besar.

Ampere trafo murni dan banci beda?

Ukurannya saja beda, baik kawat maupun keren/penampang intibesi dari trafo ya tentu ada bedanya dari sisi ampere.  Trafo banci misalnya 5 ampere adalah angka maksimal yang bisa dicapai atau kalau dirata-rata hanya 3 ampere saja, kalau trafo yang besar 5 ampere adalah rata-rata tidak akan kurang dari itu bahkan bisa lebih misal 6 atau 7.

Baca Juga :  7 Aplikasi Equalizer Android Terbaik Gratis Bass/Treble Mantap

Jadi pilih yang mana nih?

Semua kembali kepada kebutuhan. Pada dasarnya semakin besar trafo semakin kuat daya yang dihasilkan amplifier, dan semakin kuat ketahanannya. Semakin besar trafo juga semakin mahal harganya dan semakin berat bobotnya.

Nah kalau hanya untuk memberi catudaya buat power amplifier keperluan rumahan atau indoor saja untuk apa membeli trafo murni, selain berat juga tidak sesuai dengan kapasitas power amplifiernya. Trafo yang terlalu besar dari kapasitas power hanya mubazir buang-buang duit. Maka umpamanya kamu menggunakan power 60w final tip41/42 atau OCL150w final tip3055/2955 untuk rumahan lebih baik memakai trafo 5A yang kecil saja tak perlu pakai 5A murni. Dibawah itu ya cukup pakai trafo 3A saja.

Beda lagi kalau kamu memakai driver SOCL504 yang minimal tegangan 32V, tentu harus pakai sekurangnya trafo 5A murni tergantung jumlah set finalnya. Atau driver safari yang memakai final sanken, biasanya driver tersebut sudah semi outdoor dan bisa pakai 5A murni.

Pertimbangan

Jika kamu menggunakan final tip3055/2955 bisa saja menggunakan trafo 5A murni, itu tidak akan menyebabkan final terbakar asalkan voltagenya masih sesuai dengan PCB. Mungkin suatu saat kamu ingin mengupgrade power amplifier, supaya tidak beli tafo lagi mungkin dari awal membeli yang murni bisa lebih menghemat.

Kalau saya pribadi lebih baik memakai SMPS kecil-kecilan untuk audio rumahan, selain bobotnya ringan juga harganya murah.

Demkian tentang Trafo Banci(kecil) Vs Trafo Murni(besar) Pilih mana enaknya? sebuah usul dari saya mungkin kamu membutuhkan pendapat ini supaya tidak ragu dan tidak salah pilih trafo. Tidak ada yang jelek atau yang buruk melainkan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada. Bagikan jika artikel ini bermanfaat, dan tinggalkan komentar jika ada yang tidak jelas.

Leave a Reply