Mengenal Secara Sederhana Perbedaan Transistor NPN dan PNP

Sebelum kita berbicara banyak tentang perbedaan antara transistor jenis NPN dan PNP, sebaiknya terlebih dahulu kita membahas apa itu NPN dan PNP serta persamaannya. Transistor adalah komponen elektronika aktif yang hampir selalu kita jumpai pada berbagai rangkaian elektronika, jadi sangat penting untuk memahami fungsi secara mendasar sebelum mencoba praktik yang lebih jauh dibidang elektronika.

Transistor NPN Vs PNP

Perbedaan transistor NPN dan PNP

Persamaan Transistor PNP dan NPN

Persamaan NPN dan PNP, keduanya adalah jenis transistor bipolar (Bipolar Junction Transistors – BJTs). BJT adalah transistor yang dikendalikan arus yang memungkinkan untuk penguatan/amplifikasi arus dan pensaklaran(switching).

Pada basis transistor memungkinkan arus yang jauh lebih besar untuk melintasi Emitor dan Collector. Transistor baik NPN dan PNP secara fungsi mereka sama, keduanya dibuat dengan fungsi penguatan dan atau kemampuan switching. Jadi secara teknis kedua transistor ini melakukan dan mencapai hal yang sama persis.

Perbedaan Transistor PNP dan NPN

Perbedaannya adalah bagaimana cara arus digunakan yang dialokasikan ke pin terminal transistor ini agar dapat memberikan fungsi penguatan atau pensakelaran. Karena kedua transistor secara internal didesain dengan sangat berbeda, maka arus dan tegangan juga harus dialokasikan secara berbeda supaya dapat bekerja.

Karakter transistor NPN menerima tegangan positif ke pin Collector dan tegangan positif ke pin basis agar bisa beroperasi secara tepat. Sedangkan transistor PNP menerima tegangan positif ke terminal emitor dan tegangan negatif di terminal basis (atau lebih tepatnya lebih tinggi tegangan negatif atau lebih rendah daripada yang di masukkan terminal emitor).

Baca juga : Cara Menguji Transistor Menggunakan Multimeter Analog

Karena alokasi tegangan yang berbeda, aliran arus yang bekerja untuk menyalakannya juga berbeda. Transistor NPN akan “On” ketika arus disuplai ke basis transistor sudah mencukupi. Oleh karena itu, basis dari transistor NPN harus terhubung ke tegangan positif agar arus bisa mengalir ke basis.

Kemudian karakter transistor PNP adalah kebalikannya. Dalam transistor jenis PNP, arus akan mengalir keluar dari basis (arus negatif ke basis) dengan jalan memberikan tegangan yang lebih negatif (lebih rendah) ke pin basis daripada yang disuplai  ke terminal emitor. Selama tegangan pada pin basis lebih rendah daripada di terminal emitor pada transistor PNP, maka efek bias dan arus negatif yang tepat akan tercapai.

Jadi dengan mengetahui diatas maka bisa didapat kesimpulan:

  • Pada transistor NPN perlu ada arus ke basis supaya transistor bisa bekerja. Artinya arus masuk melalui pin basis.
  • Pada transistor PNP, arus perlu dihilangkan dari basis ke ground supaya transistor bisa bekerja. Ini artinya arus keluar melalui pin basis.

Pendekatan sederhana untuk memikirkan ini adalah : Transistor NPN membutuhkan arus positif ke pin basis, sedangkan transistor PNP membutuhkan arus negatif ke basis (arus harus mengalir keluar dari basis ke ground).

Konsep lain yang membedakan dari transistor NPN dan PNP adalah karena tegangan dialokasikan secara berbeda, keduanya memiliki arus yang berlawanan pada output. Pada transistor NPN, arus keluaran mengalir dari collector ke emitor. Sedangkan dalam transistor PNP, arus keluaran mengalir dari emitor ke collector.

Lihat Juga :  Cara Mengetahui Nilai Resistor dari Kode Warna dengan Mudah

Di bawah ini kita akan mem bahas konsep yang sudah dijelaskan di atas secara lebih mendalam dengan grafik untuk menggambarkan perbedaan antara transistor NPN dan PNP secara lebih jelas.

Alokasi Tegangan dan Peralihan Arus

Karena transistor PNP dan NPN terdiri dari bahan yang berbeda, jadi tegangan bias untuk menghasilkan aliran arus berbeda, dan aliran arus yang berlawanan.

Transistor PNP terdiri dari 2 lapisan bahan P yang mengapit 1 lapisan bahan N, sedangkan transistor NPN terdiri dari 2 lapisan bahan N yang mengapit 1 lapisan bahan P. Jadi keduanya sangat bertolak belakang.

Transistor NPN dan PNP

Oleh karena itu untuk menghasilkan aliran arus pada transistor NPN, maka tegangan positif dihubungkan ke pin collector dan arus mengalir dari collector menuju ke emitor. Sedangkan Pada transistor PNP, tegangan positif masuk ke terminal emitor dan arus mengalir dari emitor ke collector.

Baca juga : Cara Membaca Resistor Dengan 5 atau 6 Pita/Gelang Warna

Tegangan dan Arus Bias Transistor

Transistor NPN

Kerja Transistor 1

Transistor NPN menerima tegangan positif pada pin collector. Hal ini sehingga membuat arus mengalir dari collector ke emitor(Lc), untuk hal ini harus ada arus basis yang cukup (Lb)untuk meng “On”kan transistor.

Transistor PNP

Bias transistor

Transistor PNP menerima tegangan positif pada pin emitor. Hal ini sehingga membuat arus dapat mengalir dari emitor ke kolektor(Ie), untuk hal ini harus ada arus negatif ke basis – arus yang mengalir keluar dari basis ke ground (Ib).

Cara Transistor Beroperasi (On dan Off )

Transistor NPN

Begini cara kerja transistor NPN:

Ketika tegangan yang disuplai ke basis melebihi tegangan ambang sebesar 0,7V, yaitu ketika Anda menaikkan arus yang ke basis transistor NPN, maka transistor akan terus mengalirkan lebih banyak sampai arus mengalir sepenuhnya dari kolektor ke emitor.

Dan ketika Anda menurunkan arus yang ke basis transistor NPN, maka transistor akan membuat arus yang melintasi dari collector ke emitor semakin sedikit, sampai tegangan yang disuplai ke basis berada di bawah ambang batas tegangan 0,7V, di mana pada titik dimana transistor sudah tidak lagi membuka lintas kolektor ke emitor dan transistor di “off”kan.

Transistor PNP

Transistor PNP berfungsi secara sebaliknya:

Saat arus hilang dari basis (mengalir keluar dari basis ke ground), maka transistor “On” dan membuka lintas daya pada beban keluaran.

Jadi begitulah konsep utama dari kedua jenis transistor bipolar, yaitu NPN dan PNP. Semoga penjelasan sederhana perbedaan antara transistor NPN dan PNP ini bisa dengan mudah Anda pahami.

Leave a Reply