Fungsi Induktor, Pengertian Induktor, Rumus, Jenis Dan Satuan

Mari kita Bahas Induktor Fungsi Induktor, Pengertian Induktor, Rumus, Jenis, Satuan induktor, induktor adalah ini dan itu secara lengkap. Dalam elektronika induktor (yang juga sering disebut koil) adalah adalah suatu komponen pasif yang banyak digunakan untuk berbagai apaikasi dalam elektronika, meliputi audio, radio, TV, power supply dan lain-lain. Induktor adalah komponen sederhana yang pada intinya digunakan untuk menyimpan energi dalam medan magnetik. Induktor terdiri dari serangkaian kawat atau kumparan yang dihasilkan oleh arus listrik yang melalui kawat tersebut. Ketika arus listrik mengalir melalui kawat, medan magnetik akan terbentuk di sekitar kawat dan energi akan disimpan dalam medan magnetik ini.

Induktor Dengan Ragam dan Fungsinya

jenis induktor

Induktor biasanya digunakan untuk melindungi sirkuit elektronik dari perubahan arus listrik yang tiba-tiba, serta untuk mengatur kecepatan motor listrik dan mengurangi noise dalam sirkuit. Komponen juga dapat digunakan dalam rangkaian filter untuk mengurangi frekuensi tertentu dan meningkatkan kualitas sinyal dalam sirkuit elektronik.

Induktor diukur dalam satuan henry (H) dan nilainya tergantung pada jumlah kawat, jumlah lilitan, diameter kawat, dan bahan inti induktor. Bahan inti induktor dapat berupa udara, ferit, atau baja, dan mempengaruhi efisiensi dan kinerja induktor.

Fungsi induktor dalam rangkaian elektronika secara umum

Induktor memiliki beberapa fungsi penting dalam rangkaian elektronika, antara lain:

  • Menyimpan Energi: Induktor dapat menyimpan energi dalam medan magnetik yang dihasilkan oleh arus yang mengalir melalui kumparan induktor. Ketika arus listrik berubah atau dimatikan, energi yang disimpan dalam medan magnetik akan dilepaskan kembali ke rangkaian.
  • Menstabilkan Arus Listrik: Induktor dapat membantu menstabilkan arus listrik dengan meredam perubahan arus yang tiba-tiba atau fluktuasi tegangan dalam sirkuit.
  • Meningkatkan Tegangan: Induktor dapat digunakan untuk meningkatkan tegangan dalam sirkuit elektronika dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Hal ini sering digunakan dalam rangkaian catu daya, di mana tegangan tinggi diperlukan untuk mengoperasikan komponen elektronik.
  • Mengatur Kecepatan Motor: Induktor dapat digunakan dalam rangkaian pengatur kecepatan motor listrik. Dengan mengubah nilai induktansi induktor, kecepatan motor dapat diatur.
  • Mengurangi Noise: Induktor dapat digunakan dalam rangkaian filter untuk mengurangi noise dalam sirkuit elektronika dengan meredam frekuensi tertentu yang tidak diinginkan.
  • Mengubah Bentuk Gelombang: Induktor juga dapat digunakan dalam rangkaian filter untuk mengubah bentuk gelombang sinyal listrik. Induktor dapat mengubah gelombang pulsa menjadi gelombang sinusoidal atau sebaliknya.
  • Mengatur Frekuensi: Induktor dapat digunakan dalam rangkaian osilator untuk mengatur frekuensi osilasi dan menghasilkan sinyal sinusoidal atau gelombang kotak.

Itulah beberapa fungsi induktor dalam rangkaian elektronika. Perlu diingat bahwa setiap fungsi induktor tergantung pada karakteristik dan desain rangkaian elektronika.

Aplikasi-aplikasi induktor

Induktor digunakan dalam berbagai macam rangkaian elektronika, di antaranya:

  • Catu daya: Induktor digunakan dalam rangkaian catu daya untuk meningkatkan tegangan dan mengurangi noise.
  • Osilator: Induktor digunakan dalam rangkaian osilator untuk mengatur frekuensi osilasi dan menghasilkan sinyal sinusoidal atau gelombang kotak.
  • Amplifier: Induktor dapat digunakan dalam rangkaian amplifier sebagai bagian dari filter, terutama dalam amplifier audio.
  • Antena: Induktor digunakan dalam antena sebagai bagian dari filter yang memperkuat sinyal yang diinginkan dan meredam sinyal yang tidak diinginkan.
  • Motor listrik: Induktor digunakan dalam rangkaian pengatur kecepatan motor listrik. Induktor mengatur kecepatan dengan mengubah nilai induktansi induktor.
  • Rangkaian filter: Induktor digunakan dalam rangkaian filter untuk meredam frekuensi tertentu yang tidak diinginkan dan meningkatkan kualitas sinyal.
  • Sistem kontrol: Induktor digunakan dalam rangkaian sistem kontrol untuk meredam perubahan arus yang tiba-tiba atau fluktuasi tegangan dalam sirkuit.
  • Rangkaian RF: Induktor digunakan dalam rangkaian radio frekuensi untuk memperkuat sinyal dan mengurangi noise.
  • Transformator: Transformator adalah jenis khusus induktor yang digunakan untuk mengubah tegangan dan arus listrik dari satu level ke level yang lain.
  • Rangkaian DC-DC converter: Induktor digunakan dalam rangkaian DC-DC converter untuk meningkatkan atau menurunkan tegangan secara efisien.

Itulah beberapa contoh aplikasi induktor dalam berbagai rangkaian elektronika. Tentu saja, penggunaan induktor tergantung pada kebutuhan dan karakteristik dari masing-masing rangkaian.

fungsi induktor

Jenis peralatan elektronika yang menggunakan induktor

Induktor digunakan dalam berbagai jenis peralatan elektronika, di antaranya:

  • Sumber daya listrik (power supply): Induktor digunakan dalam sirkuit catu daya (power supply) untuk meningkatkan tegangan atau mengurangi noise.
  • Peralatan audio: Induktor digunakan dalam rangkaian filter untuk meningkatkan kualitas sinyal audio dan meredam noise.
  • Radio dan TV: Induktor digunakan dalam rangkaian antena sebagai bagian dari filter yang memperkuat sinyal dan meredam noise.
  • Sistem kendali motor: Induktor digunakan dalam rangkaian pengatur kecepatan motor listrik.
  • Sistem telekomunikasi: Induktor digunakan dalam rangkaian filter dan amplifier pada sistem telekomunikasi.
  • Lampu pijar: Induktor digunakan dalam ballast lampu pijar untuk mengatur arus listrik dan memperpanjang masa pakai lampu.
  • Elektronik kendaraan: Induktor digunakan dalam sistem pengapian pada mobil untuk mengatur arus listrik.
  • Peralatan medis: Induktor digunakan dalam rangkaian filter dan amplifier pada peralatan medis, seperti elektrokardiogram (EKG).
  • Komputer dan perangkat seluler: Induktor digunakan dalam rangkaian sirkuit daya, filter dan regulator tegangan pada komputer dan perangkat seluler.
  • Peralatan industri: Induktor digunakan dalam berbagai peralatan industri, seperti pengatur kecepatan motor, sirkuit kendali dan sistem daya.

Itulah beberapa contoh jenis peralatan elektronika yang menggunakan induktor sebagai komponen penting dalam rangkaian elektronikanya.

Induktor pada power supply

Induktor digunakan pada beberapa jenis power supply, di antaranya:

  • Switching power supply: Jenis power supply ini menggunakan induktor sebagai elemen utama dalam sirkuit konversi DC-DC. Induktor pada switching power supply digunakan untuk menyimpan energi dari input DC dan melepaskannya pada output DC dengan arus yang lebih rendah atau lebih tinggi tergantung pada konfigurasi sirkuit.
  • Linear power supply: Jenis power supply ini juga menggunakan induktor pada sirkuit regulasi tegangan. Induktor digunakan untuk membatasi aliran arus pada sirkuit regulasi tegangan, sehingga menghasilkan output tegangan yang stabil.
  • Flyback power supply: Jenis power supply ini menggunakan sebuah induktor yang disetel ulang secara periodik (flyback transformer) untuk menghasilkan output tegangan yang diinginkan. Flyback transformer memungkinkan konversi energi yang lebih efisien dari input DC ke output DC.
  • Boost power supply: Jenis power supply ini menggunakan induktor sebagai elemen utama dalam rangkaian DC-DC converter. Induktor pada boost power supply menghasilkan output tegangan yang lebih tinggi dari input tegangan.
  • Buck power supply: Jenis power supply ini juga menggunakan induktor pada rangkaian DC-DC converter. Induktor pada buck power supply menghasilkan output tegangan yang lebih rendah dari input tegangan.
  • Forward power supply: Jenis power supply ini menggunakan sebuah induktor yang dihubungkan seri dengan transistor pemutus (switch) untuk menghasilkan output tegangan yang diinginkan.

Itulah beberapa jenis power supply yang menggunakan induktor sebagai komponen utama dalam sirkuitnya. Setiap jenis power supply memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing tergantung pada kebutuhan dan aplikasi yang diinginkan.

Fungsi induktor dalam power supply

Induktor memiliki beberapa fungsi penting dalam power supply, terutama pada jenis power supply switching atau switch-mode power supply (SMPS). Berikut adalah beberapa fungsi induktor dalam power supply:

  • Fungsi filter: Induktor digunakan sebagai filter pada jalur DC output power supply untuk mengurangi noise atau gangguan pada sinyal output. Induktor memblokir sinyal frekuensi tinggi pada jalur DC output dan menghasilkan sinyal DC yang lebih bersih dan stabil.
  • Fungsi penyimpan energi: Induktor juga berfungsi sebagai penyimpan energi sementara saat sinyal input AC berubah menjadi sinyal DC pada bagian rectifier pada power supply. Induktor menyimpan energi selama bagian siklus sinyal input AC yang positif, dan kemudian melepaskannya saat bagian siklus yang negatif.
  • Fungsi regulator tegangan: Induktor digunakan pada regulator tegangan switching (switching voltage regulator) untuk menghasilkan tegangan stabil pada output power supply. Induktor pada regulator tegangan switching biasanya digunakan dalam konfigurasi buck atau boost.

Dalam power supply switching, induktor bekerja pada frekuensi tinggi yang dapat mencapai puluhan kiloHertz hingga ratusan kiloHertz. Pada frekuensi ini, induktor dapat dijadikan sebagai komponen kunci untuk menghasilkan sinyal DC output yang stabil dan bersih pada power supply.

SIMBOL INDUKTOR CARA KERJA INDUKTORJenis-jenis Induktor

Berikut adalah beberapa jenis induktor dalam elektronika:

Induktor toroid
Induktor toroid memiliki inti magnetik berbentuk torus atau donat dan sering digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi dan aplikasi switching. Jenis ini umumnya memiliki induktansi yang tinggi, efisiensi yang baik, dan radiasi elektromagnetik yang rendah.

Induktor liniar
Induktor linier biasanya terdiri dari kawat yang dililitkan pada inti magnetik yang berbentuk batang atau silinder. Sering digunakan pada rangkaian daya rendah hingga menengah.

Induktor RF
Induktor RF adalah jenis induktor yang digunakan pada aplikasi frekuensi tinggi dan memiliki induktansi yang rendah. Jenis ini biasanya dilengkapi dengan pengamanan untuk mencegah kebocoran frekuensi radio ke lingkungan sekitar.

Induktor variable
Adalah jenis induktor yang dapat diatur nilai induktansinya dengan mengubah posisi atau jarak antara dua kumparan induktor. Induktor jenis ini  sering digunakan pada aplikasi frekuensi rendah dan biasanya memiliki induktansi yang rendah.

Induktor SMD (Surface Mount Device) 

yang dipasang langsung di atas permukaan PCB (Printed Circuit Board). Jenis ini memiliki ukuran yang kecil, bobot yang ringan, dan sering digunakan pada aplikasi elektronik dengan ukuran yang lebih kecil dan padat.

Induktor powder core
Induktor powder core memiliki inti magnetik yang terbuat dari serbuk logam yang dicetak menjadi bentuk yang diinginkan. Hal ini memiliki keuntungan dari induktansi yang tinggi dan radiasi elektromagnetik yang rendah.

Induktor common mode
Adalah jenis induktor yang digunakan untuk mengurangi gangguan elektromagnetik yang terjadi pada sinyal yang melewati dua atau lebih jalur yang berbeda dalam rangkaian. Induktor ini sering digunakan pada filter sirkuit dan aplikasi komunikasi.

Itu adalah beberapa jenis induktor yang biasa digunakan dalam elektronika. Induktor dapat digunakan pada berbagai aplikasi elektronika seperti filter sirkuit, transformer, resonator, dan banyak lagi.

Fungsi induktor dalam radio pemancar dan penerima

Induktor memainkan peran penting dalam radio pemancar dan penerima sebagai bagian dari filter dan rangkaian resonansi pada sirkuit RF (Radio Frequency). Beberapa fungsi induktor dalam radio pemancar dan penerima adalah sebagai berikut:

  • Fungsi filter: Induktor digunakan pada sirkuit RF sebagai filter untuk memblokir atau mengurangi frekuensi yang tidak diinginkan pada jalur sinyal. Filter yang mengandalkan induktor disebut sebagai filter LC (inductor-capacitor), dan dapat menghilangkan noise dan sinyal interferensi pada sirkuit RF.
  • Fungsi resonansi: Induktor digunakan dalam rangkaian resonansi pada sirkuit RF untuk menghasilkan sinyal dengan frekuensi tertentu yang diinginkan. Rangkaian resonansi LC memanfaatkan sifat induktor dan kapasitor yang dapat menyimpan energi dan melepaskannya secara bergantian pada frekuensi tertentu, sehingga menghasilkan sinyal dengan frekuensi yang sesuai dengan karakteristik rangkaian.
  • Fungsi matching: Induktor juga digunakan pada rangkaian matching pada sirkuit RF untuk menyesuaikan impedansi antara pemancar dan penerima. Matching antara sirkuit pemancar dan penerima sangat penting untuk memastikan bahwa sinyal dapat ditransmisikan dan diterima dengan baik tanpa adanya sinyal yang terpantul atau hilang.
Baca Juga :  Perbedaan Phase dan Polaritas Dalam Kelistrikan & Elektronik

Pada radio pemancar dan penerima, induktor juga digunakan dalam berbagai jenis sirkuit seperti oscillator, amplifier, mixer, dan lain-lain. Fungsi-fungsi tersebut membantu dalam menghasilkan sinyal RF yang berkualitas baik pada frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan pemancar dan penerima.

Fungsi induktor dalam amplifier audio

Induktor dalam amplifier audio umumnya digunakan sebagai bagian dari filter pada sirkuit power supply, dan juga pada sirkuit output amplifier. Beberapa fungsi induktor dalam amplifier audio adalah sebagai berikut:

  • Fungsi filter: Induktor digunakan pada sirkuit power supply untuk mengurangi noise dan ripple pada sinyal power supply yang masuk ke amplifier. Induktor bekerja sebagai bagian dari filter LC (inductor-capacitor) untuk memblokir sinyal frekuensi tinggi dan menghasilkan sinyal DC yang bersih dan stabil pada input amplifier.
  • Fungsi coupling: Induktor digunakan sebagai koneksi antara tahap input dan output amplifier, biasanya pada tahap output. Induktor ini dikenal sebagai coupling transformer, dan digunakan untuk mengubah impedansi antara tahap output amplifier dan speaker. Induktor ini juga dapat mengurangi distorsi pada sinyal output amplifier.
  • Fungsi filter pada output: Induktor digunakan pada rangkaian filter pada output amplifier untuk menghilangkan sinyal frekuensi tinggi yang tidak diinginkan pada sinyal output. Filter output yang mengandalkan induktor disebut sebagai filter LC pada sirkuit output amplifier.

Induktor dalam amplifier audio biasanya memiliki nilai induktansi yang relatif rendah, dan bekerja pada frekuensi yang rendah. Induktor coupling transformer pada sirkuit output amplifier umumnya memiliki nilai induktansi yang lebih tinggi, dan berfungsi untuk mengurangi distorsi pada sinyal output amplifier.

Bagaimana induktor bisa bekerja?

Induktor bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, yaitu ketika arus listrik mengalir melalui kumparan atau lilitan kawat, medan magnetik dihasilkan di sekitar lilitan tersebut. Medan magnetik yang dihasilkan akan memproduksi fluks magnetik, yang diukur dalam weber (Wb).

Ketika arus listrik berubah, baik dalam amplitudo atau frekuensi, fluks magnetik yang dihasilkan oleh induktor juga akan berubah. Ketika fluks magnetik berubah, tegangan listrik akan diinduksi di sekitar lilitan induktor berdasarkan hukum Faraday.

Jadi, jika terdapat sinyal AC (arus bolak-balik) yang mengalir melalui lilitan induktor, maka medan magnetik di sekitar lilitan akan berubah dengan frekuensi yang sama dengan sinyal AC tersebut. Hal ini akan menghasilkan tegangan listrik yang diinduksi pada lilitan, dengan amplitudo dan fase yang bergantung pada frekuensi sinyal dan karakteristik induktor.

Selain itu, induktor juga dapat digunakan untuk menyimpan energi dalam medan magnetiknya, seperti pada sirkuit DC-DC converter atau filter sirkuit power supply. Ketika arus DC (arus searah) mengalir melalui lilitan, medan magnetik akan terbentuk dan menyimpan energi. Ketika arus berubah atau diberhentikan, energi dalam medan magnetik akan dilepaskan kembali ke sirkuit.

Dalam rangkaian elektronika, induktor digunakan untuk berbagai tujuan, seperti filter sirkuit, resonator, transformer, dan masih banyak lagi. Induktor biasanya terdiri dari kumparan kawat yang dililitkan pada inti magnetik, dan dapat dibuat dengan berbagai jenis kawat dan inti untuk mencapai nilai induktansi yang berbeda-beda.

Ilmuwan Penemu induktor

Induktor merupakan salah satu komponen elektronika yang telah dikenal sejak lama, dan tidak ada satu orang penemu tunggal yang diakui sebagai pencipta induktor. Namun, beberapa ilmuwan dan penemu telah membuat kontribusi penting dalam pengembangan dan pemahaman induktor.

Salah satu ilmuwan terkenal yang mempelajari induktor adalah Joseph Henry, seorang fisikawan dan ahli listrik asal Amerika Serikat pada abad ke-19. Henry melakukan banyak penelitian tentang induksi elektromagnetik, termasuk eksperimen dengan induktor pada rangkaian listrik.

Selain itu, Michael Faraday, seorang fisikawan Inggris yang hidup pada abad ke-19, juga dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan induksi elektromagnetik dan transformator, yang menggunakan induktor sebagai salah satu komponen pentingnya.

Ada juga banyak penemu lain yang membuat kontribusi dalam pengembangan induktor, seperti Heinrich Lenz, Carl Friedrich Gauss, dan Wilhelm Eduard Weber. Namun, tidak ada satu orang penemu tunggal yang diakui sebagai pencipta induktor, karena pengembangan dan pemahaman tentang induktor terjadi selama berabad-abad dan melibatkan banyak ilmuwan dan penemu yang berbeda.

Satuan pengukuran induktor

Satuan pengukuran induktor adalah henry (H). Nama satuan ini berdasarkan nama fisikawan Inggris abad ke-19, Joseph Henry, yang mempelajari dan meneliti banyak tentang fenomena induksi elektromagnetik, termasuk induktor.

Satuan henry (H) digunakan untuk mengukur induktansi, yaitu kemampuan suatu induktor untuk menghasilkan tegangan listrik saat arus berubah dengan laju tertentu. Hal ini didefinisikan sebagai besaran SI (Sistem Internasional) yang setara dengan satu volt sekon per ampere (V·s/A), atau dapat juga diartikan sebagai jumlah fluks magnetik yang dihasilkan oleh sebuah kumparan saat arus yang melalui kumparan tersebut berubah sebesar satu ampere per detik.

Satuan yang lebih kecil yang sering digunakan dalam pengukuran induktor, yaitu milihenry (mH) dan mikrohenry (μH). Satuan milihenry setara dengan satu ribu henry, sedangkan satuan mikrohenry setara dengan satu juta henry. Pada aplikasi elektronika, penggunaan satuan milihenry dan mikrohenry lebih umum dibandingkan dengan satuan henry karena biasanya nilai induktansi yang dibutuhkan untuk rangkaian elektronika tidak terlalu besar.

Alat ukur induktor

Alat untuk mengetahui nilai dari induktor disebut sebagai LCR meter atau meter induktansi dengan satuan henry. Umumnya digunakan untuk mengukur nilai induktansi dengan akurat dan cepat.

LCR meter menggunakan prinsip pengukuran impedansi, yaitu hambatan listrik pada suatu rangkaian yang melibatkan induktor, kapasitor, dan resistor (LCR). Pada saat pengukuran, alat akan memasukkan sinyal listrik ke dalam induktor dan mengukur respon listrik pada rangkaian tersebut. Dengan mengukur impedansi pada berbagai frekuensi, alat dapat menghitung nilai induktansi dari induktor yang diukur.

Alat ini biasanya dilengkapi dengan layar LCD yang menampilkan nilai induktansi dalam satuan henry (H), serta berbagai fitur tambahan seperti pengukuran kapasitansi dan resistansi, frekuensi kerja, dan pengaturan toleransi nilai komponen. Beberapa LCR meter juga dilengkapi dengan opsi pengukuran Q faktor dan faktor rugi pada induktor, yang dapat memberikan informasi tambahan tentang kualitas dan performa induktor tersebut.

Persamaan / rumus induktor

Persamaan atau rumus dasar untuk induktor adalah sebagai berikut:

V = L x (dI/dt)

Di mana:

  • V adalah tegangan yang dihasilkan pada induktor (dalam volt)
  • L adalah induktansi dari induktor (dalam henry)
  • dI/dt adalah laju perubahan arus listrik pada induktor (dalam ampere per detik)

Rumus ini dikenal sebagai Hukum Faraday untuk induksi elektromagnetik. Rumus ini menggambarkan bahwa tegangan yang dihasilkan pada induktor sebanding dengan laju perubahan arus listrik pada induktor dan induktansi dari induktor itu sendiri. Selain itu, ada beberapa rumus atau persamaan yang terkait dengan induktor, seperti:

Induktansi (L) = (N x Phi) / I
Di mana:

N adalah jumlah lilitan pada induktor

Phi adalah fluks magnetik pada induktor (dalam weber)

I adalah arus listrik yang mengalir melalui induktor (dalam ampere)

Energi magnetik yang disimpan pada induktor (W) = 1/2 x L x I^2
Di mana:

  • W adalah energi magnetik yang disimpan pada induktor (dalam joule)
  • L adalah induktansi dari induktor (dalam henry)
  • I adalah arus listrik yang mengalir melalui induktor (dalam ampere)

Arus yang mengalir melalui induktor (I) = V x (t/R) x e^(-Rt/L)
Di mana:

  • V adalah tegangan pada induktor (dalam volt)
  • t adalah waktu (dalam detik)
  • R adalah hambatan dalam rangkaian (dalam ohm)
  • L adalah induktansi dari induktor (dalam henry)
  • e adalah bilangan konstanta Euler (sekitar 2.718)

Rumus-rumus ini memberikan gambaran tentang bagaimana induktor berperilaku dalam suatu rangkaian dan dapat digunakan untuk melakukan perhitungan dan desain pada aplikasi elektronika yang melibatkan induktor.

Contoh Cara Menghitung Induktor

Contoh soal : Diinginkan sebuah induktor dengan nilai induktansi sebesar 300μH.
Jawab:

Untuk menghitung jumlah lilitan induktor yang diperlukan untuk mencapai nilai induktansi 300 μH, kita perlu menggunakan rumus berikut:

L = (N^2 x µ x A) / l

Di mana:
L = induktansi dalam henry (H)
N = jumlah lilitan
µ = permeabilitas relatif dari inti induktor
A = luas penampang inti induktor dalam meter persegi (m^2)
l = panjang inti induktor dalam meter (m)

Dalam kasus ini, kita tidak diberikan nilai dari µ, A, dan l. Kita dapat menggunakan perkiraan nilai dari µ dan A yang umum digunakan pada inti induktor. Dalam hal ini, kita akan menggunakan nilai µ = 2000 (permeabilitas relatif dari inti ferit) dan A = 1.5 x 10^-5 m^2 (luas penampang inti ferit umum).

Maka rumus dapat diubah menjadi:

N = √[(L x l) / (µ x A)]

Dengan mengganti nilai yang diketahui, maka kita dapat menghitung jumlah lilitan induktor yang dibutuhkan untuk menghasilkan nilai 300 μH pada inti ferit dengan luas penampang 1.5 x 10^-5 m^2 dan panjang inti yang tidak diketahui:

N = √[(300 x 10^-6 H x l) / (2000 x 1.5 x 10^-5 m^2)]

N = √[(0.3 x l) / 3 x 10^-5]

N = √(10 x l)

Contoh, jika panjang inti induktor yang digunakan adalah 10 cm atau 0.1 m, maka:

N = √(10 x 0.1)

N = √1

N = 1

Jadi, jumlah lilitan induktor yang dibutuhkan untuk mencapai nilai 300 μH pada inti ferit dengan luas penampang 1.5 x 10^-5 m^2 dan panjang inti 10 cm atau 0.1 m adalah 1 lilitan. Perlu diingat bahwa ini adalah contoh perkiraan dan nilai yang sebenarnya dapat berbeda tergantung pada nilai µ dan A yang sebenarnya pada inti induktor yang digunakan.

Demikian tentang pengertian induktor, fungsi induktor, cara kerja induktor dan aplikasi induktor dalam dunia listrik dan elektronika. Sebuah komponen sederhana tapi sangat penting dan seringkali terlihat di rata-rata perangkat elektronika kebanyakan.

Leave a Reply