Penyebab Dan Tanda Kerusakan Injektor Bahan Bakar Mobil Injeksi/EFI

Injektor bahan bakar adalah komponen yang sangat penting dalam sistem bahan bakar injeksi atau EFI. Tugasnya adalah menyemprotkan/menginjeksikan bahan bakar kedalam ruang bakar secara tepat dengan komposisi yang pas sesuai urutan yang diatur oleh sistemnya. Sistem injeksi bahan bakar mesin mobil ini memiliki banyak keuntungan terutama dari sisi penggunaan bahan bakar yang lebih hemat(efektif) dan pada akhirnya mengurangi polusi sehingga mobil menjadi lebih ramah lingkungan. Karena semakin menipisnya cadangan minyak dunia dan semakin memanasnya suhu global, maka pabrikan otomotif termasuk mobil dan motor saat ini sudah pada meninggalkan teknologi lama yaitu karburator. Mungkin hanya mesin potong rumput atau genset rumahan  saja yang masih pakai teknologi konvensional karburator.

Namun disisi lain sistem bahan bakar canggih motor bensin ini bukan tanpa kekurangan. Semua komponen sangat banyak dan rumit, mulai dari sistem elektronik ECUnya hingga injektornya sehingga lebih rentan sekali rusak. Bahkan tak rusak pun mesin menjadi bisa tidak bekerja, misalnya setelan berubah/reset oleh akibat tertentu. Bandingkan dengan karburator yang jauh lebih sederhana dan primitif jika disandingkan dengan sistem EFI, namun jarang sekali rusak kecuali spuyer, jarum, pegas dan pelampung dan itupun sangat lama.

Baca juga : Kerusakan yang Sering pada Mesin Mobil sistem Injeksi/EFI

Sedikit saja kerusakan pada ECU maka mesin tak akan bisa hidup, bahkan tak bisa direpair kecuali kalau hanya karena masalah setelan saja. Selain itu Anda harus beli yang baru dengan harga yang hampir sepadan dengan harga sepeda motor baru untuk jenis mobil yang umum. Belum lagi harga dari injektor, kalau ke-empatnya rusak maka harga yang harus Anda tebus bisa sepadan dengan harga motor baru. Namun mau nggak mau kita harus mengikutinya sebab teknologi harus berkembang dan alam juga semakin butuh perhatian manusia demi kehidupan manusia itu sendiri.

Yang akan kita bicarakan kali ini hanya mengenai injektor, atau lebih tepatntya yaitu mengenai penyebab kerusakan, tanda dan gejalanya. Sebab kalau tidak segera tertangani, kerusakan injektor yang dibiarkan berpotensi tinggi untuk merusak seluruh bagian mesin diluar sistem termasuk ECU yang ada dalam system itu sendiri. Nah kalau sudah rusak semua, maka saya yakin Anda akan malas untuk memperbaiki mobil Anda – maksudnya mengeluarkan biayanya.

Tanda jika Injektor Bahan bakar pada mobil injeksi bermasalah dan beberapa kemungkinan penyebab umumnya.

Injektor mobil injeksi

Sebelum kita bahas mengenai gejala, ada baiknya Anda tahu apa saja gangguan umum dari injektor sehingga anda bisa meminimalisir kerusakan dini dari injektor mobil Anda; sehingga Anda sudah cukup tabungan ketika injektor itu mermang harus rusak sesuai dengan umur pakainya.

  • Injektor tersumbat: problem bensin tidak dapat mencapai intake manifold. Biasanya ini disebabkan oleh penumpukan karat yang menyebabkan injektor tersumbat. Karat ini biasanya terjadi oleh jalur bahan bakar misalnya pipa bahan bakar.
  • Hal lain selain karat adalah sumbatan oleh kotoran yang ikut terbawa bensin. Ini bisa disebabkan karena memakai bensin yang berkualitas buruk dan kotor. Selain itu kotoran yang ada dalam tangki bensin sudah banyak dan mengendap, sehingga ketika bensin mau habis/menipis maka kotoran itu ikut terhisap oleh pompa bahan bakar dan akhirnya masuk ke injektor. Jika Anda tak pernah melakukan perawatan berkala, sering membiarkan tangki kosong melompong, dan/atau jarang menghidupkan dalam jangka waktu yang lama, maka injektor bahan bakar bisa lebih cepat tersumbat.
  • Injektor Kotor: Kerja injektor yang cepat dan berulang membuatnya menjadi sangat panas. Pada akhirnya ketika aditif bahan bakar tidak pernah disemprotkan ke intake manifold, ini dapat meninggalkan residu pada injektor yang akhirnya terbakar dan menjadi kerak. Akibatnya semprotan injektor menjadi lemah dan dengan pola yang tidak merata. Bahkan injektot bisa macet total, yaitu tidak bisa membuka dan menutup untuk menyemprotkan bahan bakar.
Lihat Juga :  Perbedaan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza

Tanda dan Gejala Masalah Injektor yang harus diwaspadai

  • Performa mesin akan sangat terpengaruh jika injektor tidak bekerja dengan optimal, bahkan mesin tak dapat hidup samasekali jika keempat atau keenamnya bermasalah. Namun berikut adalah gejala kerusakan injektor, namun mesin masih bisa dihidupkan.
  • Tenaga mesin yang berkurang secara mendadak adalah tanda gejala kerusakan injektor yang paling jelas. Kalau salah satu dari sekian injektor ada yang tersumbat total, maka satu silinder tidak terjadi siklus kerja sehingga tenaga mesin menurun sangat drastis dan mobil terasa bergetar keras.
  • Jika injektor bahan bakar tersumbat, maka pasokan bahan bakar akan menjadi tidak teratur. Dan ketika asupan bahan bakar berfluktuasi secara drastis, maka akan menyebabkan RPM mesin tak bisa stabil (naik dan turun secara tiba-tiba) dan tak bisa dinaikkan secara bertahap dengan halus. Bahasa awamnya mesin tersendat-sendat.
  • Saat mesin idle, mesin menjadi kasar dan berputar tidak teratur karena gangguan pengiriman bahan bakar yang tak lancar.
  • Efisiensi bahan bakar menjadi berkurang, misalnya mesin menjadi lebih boros atau terlalu irit namun tenaga dan kenyamanan mengemudi berkurang adalah tanda lain injektor bahan bakar yang rusak.
  • Karena tugas injekor adalah membuat bensin menjadi kabut, jadi ketika injektor tidak bisa menutup maka bensin yang dikeluarkan masih dalam bentuk cair yang menetes sehingga merembes ke mesin. Sehingga tandanya Anda mungkin akan mencium bau bensin yang kuat.
  • Jika Anda merasakan putaran mesin yang tidak rata saat idel/mesin hidup tapi mobil tidak berjalan, mungkin masalahnya adalah injektor bahan bakar Anda kotor.

Namun tak selalu mudah untuk mengenali kerusakan injeksi, karena kerusakan kecil mungkin hanya bisa dideteksi oleh mekanik berpengalaman dengan alat yang memadai. Namun dengan bisa mengenali kerja injektor dan bisa mengenali kerusakannya, maka Anda bisa menolong mobil Anda sedini mungkin dari kerusakan yang lebih parah.

Tips

  • Sekecil apapun gangguan yang anda rasakan misalnya merasa mesin mobil atau performa mobil menurun tak seperti biasa, Anda perlu curiga. Tak lupa rawatlah mobil anda secara berkala demi kenyamanan dan keamanan plus penghematan biaya perbaikan.
  • Untuk perawatan injektor, Anda bisa menggunakan aditif semprot pembersih injektor yang banyak dijual ditoko asesoris atau sparepart mobil/motor. Ini bermanfaat untuk mencegah penumpukan residu yang menjadi penyebab injektor macet.
  • Gunakan jenis BBM yang disarankan pabrikan.
  • Tidak membiarkan tangki BBM sampai kosong melompong. Segera isi tangki ketika jarum/bar dari indikator BBM sudah menunjukkan ¼ tangki.
  • Kalau perlu menguras tangki setidaknya 3 tahun sekali untuk mencegah endapan lumpur dan membersihkan filter BBM.
  • Servis berkala seperti yang ada tertera dalam buku pedoman pemilik kendaraan.
Iklan

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *