X
    Categories: Audio

Diagram Instalasi (routing) Unit Sound System Lengkap Dan Benar

Ads

Diagram susunan sound system lengkap akan menghadirkan kualitas audio yang diharapkan.  Ada beberapa cara routing sound system yang sering dipakai oleh soundmand, dari yang paling sederhana dimana yang hanya menggunakan crossover passive, 2 way yang menggunakan crossover passive dan active dan 3 way yang secara keseluruhan menggunakan crossover active. 3 way crossover menghasilkan 3 output berdasarkan 3 rentang frekwensi suara yaitu Low, mid, dan hi.

Crossover adalah alat dalam audio yang berfungsi untuk membagi frekwensi berdasarkan range yang sesuai dengan speaker yang digunakan. Hal ini karena speaker didesain berbeda-beda sesuai dengan rentang frekwensi yang diproduksi berbeda beda, ada speaker jenis fullrange yang bekerja di rentang frekwensi mid, ada woofer dan subwoofer yang bekerja pada rentang frekwensi rendah dan ada tweeter yang bekerja pada rentang frekwensi tinggi. Baca juga : Perbedaan dan Fungsi Speaker Subwoofer, Woofer, Midrange, dan Tweeter

Kenapa kita bahas crossover diawal artikel? Crossover adalah hal pertama yang paling dibutuhkan dalam satu sistem manajemen loudspeaker, sebab tak mungkin sound system bisa menghasilkan suara yang baik tanpa crossover baik active maupun passive; selain itu crossover berguna untuk mencegah speaker bekerja pada frekwensi yang tidak benar sehingga tidak membuatnya cepat rusak.

Dalam artikel kali ini saya akan membicarakan tentang instalasi sound system(routing) yang lengkap dengan gambar diagram instalasi yang menggunakan 3 way active crossover, merupakan penataan standard yang paling banyak digunakan oleh professional sound system dalam pertunjukan live music maupun pagelaran live yang lain.

Diagram Urutan Penataan/ Instalasi(routing) Sound System Standard Lengkap

 

Keterangan gambar :

Audio mixer

Audio Mixer sebagai pencampur audio yang berasal dari microphone, dan berbagai sumber suara lainnya yaitu player musik. pada mixer sudah terdapat alat untuk mengolah suara untuk mengatur masing-masing masukan/input, dilengkapi juga dengan jek untuk headphone sebagai monitor, line output ke audio monitor bahkan juga sudah dilengkapi efek seperti delay.

Monitor

Monitor ini biasanya dibutuhkan oleh musisi pada pertunjukan live music dan speaker dipasang dipanggung untuk memonitor hasil dari mixing.

External Audio effect

Biasanya dibutuhkan untuk menambahkan efek yang lebih lengkap daripada efek yang sudah ada di mixer, biasanya efer seperti efek hall atau dome supaya vocal terdengar lebih berwibawa. Merk umum yang banyak dipakai biasanya seperti alsesis.

Equalizer

Equalizer berfungsi sebagai perata frekwensi agar audio yang dihasilkan menjadi seimbang, suara menjadi jernih atau terdengar dengan detail seperti yang diharapkan. Equalizer bisa dituning melemahkan range frekwensi tertentu(cut) dan menguatkan range frekwensi tertentu(bost). Sound system tanpa equalizer sepertinya kurang lengkap. Baca juga tentang equalizer dan setup umum yang menjadi patokan professional ==> Fungsi Equalizer, jenis, kegunaan, dan manfaatnya untuk Sound System

Compressor/limiter

Berfungsi untuk mengompres(memadatkan) dan membatasi gain berlebih. Hal ini agar tidak menyebabkan terjadinya kliping pada power amplifier. Audio professional tidak pernah meninggalkan compressor/limiter, selain agar suara sound system tidak pecah mengganggu telinga juga untuk mencegah power amplifier bekerja melebihi seharusnya.

Active Crossover

Inilah bagian terpenting, meskipun semua diatas juga penting. Crossover sudah kita bahas diawal artikel tadi, yang jelas berfungsi untuk mengatur range frekwensi yang sama dengan karakter loudspeaker. Biasanya crossover bisa disetting 2, 3, bahkan 4 way tergantung kebutuhan, namun yang ideal dan sering dipakai biasanya 3 way – Low, mid, dan hi.

Audio Effect, Equalizer, Compressor/limiter, dan Crossover adalah satu kesatuan yang wajib ada dalam sound system profesional terutama yang berkekuatan tinggi, sering disebut sebagai audio processor. Baca juga : Audio Processing/Aksesoris Sound System Yang Wajib Beserta Fungsinya

Namun seiring dengan kemajuan teknologi digital yang semakin ringkas, peralatan diatas bisa digantikan hanya dengan 1 alat saja yang disebut dengan DLMS. Dengan menggunakan DLMS praktis kita tak membutuhkan lagi yang namanya Audio Effect, Equalizer, Compressor/limiter, dan Crossover . Tertarik dengan DLMS? Tapi alangkah baiknya baca dulu artikelnya di Mengenal Fungsi Dan Penggunaan DLMS Dalam Sound System

Power Amplifier

Jika kita mengaktifkan 3 way crossover, maka kita memerlukan 3 unit power amplifier untuk mendorong masing-masing dari 3 jenis speaker yang berbeda yaitu Low, Mid, dan Hi.

Nggak harus pakai 3 unit power amplifer juga karena ada model power amplifer diatas 2 channel yaitu 4channel, atau pengen lebih dari 3 unit power amplifier juga bisa. Karena power amplifier bisa disetting bridged-mono atau bridge stereo dari 4channel mejadi 2 channel saja dst. Yang penting semua diatur sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan baik kekuatan daya, ketersediaan unit speaker, modal, sumberdaya dll; dan diagram diatas hanya setelan/instalasi standard atau umum saja.

Power amplifier tentu terdiri dari berbagai macam kekuatan daya keluaran. Sebagai saran, untuk mendorong subwoofer biasanya menggunakan power amplifier yang memiliki kekuatan lebih besar dimana yang cocok untuk drive speaker subwoofer tersebut. Untuk selanjutnya mid dan hi biasanya lebih kecil. Namun yang jelas semua harus disesuaikan dengan power handling masing-masing speaker yang dipakai. Ada beberapa class dalam power amplifier, biasanya digunakan sesuai dengan kebutuhan yang semuanya tentu ada plus dan minusnya. Baca juga : Mengenal Perbedaan Kelas atau Class dalam Driver Power Amplifier

Mungkin Anda juga perlu tahu apa perbedaan, kelebihan dan keunggulan dari class amplifier yang paling sering dipakai untuk mendorong subwoofer yaitu class A/B dan Class D . Anda bisa menggali informasinya di artikel yang ini ==> Kelebihan Kekurangan Power Class D dan Perbedaannya dengan Power Class AB

Speaker

Unit speaker masing-masing channel mendukung untuk 3 way crossover dan 3 unit power amplifier, terdiri dari Subwoofer untuk low, fullrange untuk mid, dan tweeter untuk Hi.

Kita bisa menggunakan lebih dari 1 loudspeaker dalam satu box, dan Anda harus mengerti juga cara menyambung banyak speaker agar sound system bekerja efektif dan aman; untuk informasi lengkapnya sudah saya tulis di ==> Cara Menyambung Banyak Speaker yang Benar pada Audio Sound System

Demikian Cara routing atau instalasi sound system standard professional audio lengkap yang paling sering digunakan untuk live music atau keperluan pertunjukan lainnya. Semoga bermanfaat!

Artikel di Update pada Mei 14, 2022 2:39 pm

Ads
Supri: Editor dan penulis di spiderbeat.com adalah seorang bloger, teknisi audio dan elektronik, Menulis blog adalah salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang, untuk menyiman catatan dan berbagi kepada Anda.

View Comments (6)

  • Bang fungsi DI Box utk apa ya ? Apakah mic dynamic yang jaraknya sekitar 30m dari mixer perlu pakai DI Box ? Thanks

    • Hanya alat bantu, bukan fungsional. Ya kalau acara live biasanya butuh gitu supaya operator mudah mengontrol audio dari speaker utama. Tapi itu penting supaya tidak noise, beda banget dg jika pakai kabel mic biasa yg panjang

  • Bang, maaf pertanyaan melenceng melenceng, abang punya desain kotak speaket yg bagus untuk hi dan low aja?? Aku mau buat speaker yg pakai 2 speaker yg berbeda didalam 1 box..
    Makasih bang

Ads

Website ini menggunakan kukis

Baca selengkapnya
Ads