X
    Categories: Audio

Cara Pasang Speaker TOA Corong Agar Spul Tak Sering Putus

Ads

Spul speaker corong TOA Sering Putus atau  Jebol, beginilah cara pasang yang benar supaya sobat sekalian tidak selalu menyisihkan duit buat anggaran perjebolan spul yang selalu rutin terjadi. Tapi sebelumnya mungkin ada beberapa hal yang penting untuk dipahami tentang per-TOA-an ini, supaya kedepan bisa melakukan pengkabelan speaker TOA sendiri tanpa perlu bantuan teknisi!

Spul Speaker Corong TOA Cepat Putus Jebol?

Berikut Cara pasangnya yang benar, dan hal Yang Perlu Dipahami.

Amplifier untuk corong TOA seringkali hadir dengan topologi desain power amplifier output transformator(OT) yang outputnya menggunakan satuan Volt, bisa 70-100Volt – disebut amplifier high-impedance output. Tetapi ada juga yang mendukung output dengan satuan ohm yaitu misalnya 4-8ohm disebut low-impedance output. Itu yang penting yang harus kita pahami dan bedakan, karena metode pengkabelan speaker yang berbeda. Kesalahan pengkabelan speaker ini dapat menyebabkan kerusakan dan ketidak optimalan suara yang keluar dari speaker.

Ada juga amplifier Toa yang lebih modern, yang mendukung kedua mode output, yaitu mode Low Impedance(4-8Ω) dan mode High Impedance(70-100V). Dan sobat sekalian bisa memilih salah satu mana yang akan digunakan, pilih yang low impedance atau high impedance tetapi semua tergantung kebutuhan.

Mode  Low impedance dan  High impedance

Mode “low impedance” dan “high impedance” pada amplifier speaker corong (horn speaker) berkaitan dengan impedansi speaker dan bagaimana amplifier mengatur daya keluarannya untuk sesuai dengan impedansi tersebut. Ini adalah pertimbangan yang sangat penting saat menghubungkan speaker corong ke amplifier.

Jika sobat menggunakan amplifier rakitan, maka saya asumsikan amplifier rakitan umumnya menggunakan low impedance yang sama. Tapi tak menutup kemungkinan ada amplifier rakitan yang menggunakan topologi ouput high impedance, maka sebaiknya kenali amplifiernya dengan baik.

Low Impedance Mode (Mode Impedansi Rendah):

Mode impedansi rendah digunakan saat Anda menghubungkan speaker corong dengan impedansi rendah (biasanya 4 ohm atau 8 ohm) ke amplifier yang mendukung mode ini.

Dalam mode ini, amplifier akan memberikan daya keluaran yang lebih besar dan mampu menghasilkan suara yang lebih keras pada impedansi rendah. Ini cocok untuk penggunaan di lingkungan kecil seperti balai RW, atau mushola.

Namun, penting untuk memastikan bahwa amplifier memiliki kemampuan untuk menangani impedansi rendah dan bahwa speaker corong yang sobat sekalian gunakan juga sesuai dengan mode ini. Amplifier corong rakitan pada umumnya hanya mendukung impedansi rendah ini, dan cara pengkabelannya akan saya jelaskan semuanya dibawah.

High Impedance Mode (Mode Impedansi Tinggi):

Mode impedansi tinggi digunakan saat sobat sekalian menghubungkan speaker corong dengan impedansi tinggi (biasanya 70V atau 100V) ke amplifier yang mendukung mode ini.

Dalam mode ini, amplifier akan mengubah sinyal audio menjadi tegangan tinggi (misalnya, 70 volt atau 100 volt) yang kemudian diteruskan ke speaker corong. Ini memungkinkan bagi sobat sekalian untuk menghubungkan beberapa speaker corong dalam satu sistem dengan kabel yang panjang tanpa mengalami penurunan signifikan kualitas suara yang signifikan.

Mode impedansi tinggi umumnya digunakan dalam penyetelan distribusi audio, seperti di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau ruang publik luas, hingga lingkungan masjid yang luas dengan menara yang sangat tinggi.

Pilihan antara mode impedansi rendah dan tinggi akan tergantung pada speaker corong yang sobat sekalian miliki, kemampuan amplifier, dan kebutuhan instalasi. Pastikan untuk mengikuti panduan produsen speaker corong dan amplifiernya agar hasilnya sesuai dengan konfigurasi yang benar. Penggunaan yang salah dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan serta kualitas suara yang buruk.

Baca juga : Penyebab Spul Speaker Corong/Membran TOA Sering Terbakar

Pengkabelan speaker corong

Pengkabelan speaker corong (horn speaker) untuk mode “Low Impedance” (impedansi rendah) dan mode “High Impedance” (impedansi tinggi) akan berbeda tergantung pada jenis speaker corong dan amplifier yang Anda gunakan. Berikut adalah panduan umum untuk pengkabelan dalam kedua mode ini:

Pengkabelan Speaker Corong Mode Low Impedance

  • Pastikan apakah sobat sekalian menggunakan speaker corong dengan impedansi rendah, seperti 4 ohm atau 8 ohm. Speaker ini biasanya memiliki dua terminal, yakni positif (+) dan negatif (-).
  • Gunakan kabel speaker dengan dua konduktor (biasanya berwarna merah dan hitam) yang sesuai dengan impedansi speaker Anda.
  • Hubungkan ujung kabel speaker positif (+) ke terminal positif (+) pada speaker corong, dan ujung kabel speaker negatif (-) ke terminal negatif (-) pada speaker corong.
  • Hubungkan ujung kabel speaker yang lain ke amplifier. Pastikan kabel terhubung ke terminal yang sesuai pada amplifier, biasanya berlabel “Speaker Out” atau sejenisnya.

Pastikan bahwa amplifier yang digunakan mendukung impedansi rendah dan telah diatur untuk mode impedansi rendah jika perlu, karena beberapa amplifier memiliki pengaturan impedansi speaker khusus.

Contoh rangkaian speaker corong Toa:


KETERANGAN :

Skema rangkaian speaker corong toa diatas adalah 4 buah dengan impedansi masing-masing 16Ω. Karena amplifier dalam mode low impedance mendukung 4Ω maka keempat sepeaker corong tersebut kita rangkai paralel semuanya. Begini cara menghitungnya :

Rumus : 1/Ztotal = 1/Z1+1/Z2+1/Z3+…1/Zn

Di mana: Zt adalah impedansi total. Z1,Z2,Z3,…,Zn adalah impedansi masing-masing speaker yang dihubungkan dalam konfigurasi paralel.

Untuk menghitung impedansi total dari empat speaker 16 ohm dalam konfigurasi paralel (untuk menghasilkan impedansi total 4 ohm), maka :

1/Ztotal = 1/16Ω+1/16Ω+1/16Ω++1/16Ω

1/Ztotal = 1/0.0625 + 1/0.0625 + 1/0.0625 + 1/0.0625

1/Ztotal = 1/ 0.25

1/Ztotal = 4

Jadi, dengan menghubungkan empat speaker 16 ohm dalam konfigurasi paralel, impedansi total adalah 4 ohm.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah daya kemampuan amplifiernya. Misalnya daya amplifiernya adalah 100W, maka masing-masing speaker toa setidaknya memiliki kemampuan 24W, 25+25+25+25= 100W. Ha ini juga penting untuk dipertimbangkan supaya speaker dan amplifiernya sama-sama bekerja dengan baik, sehingga suara bagus dan juga awet.

Pengkabelan Speaker Corong Mode High Impedance (Impedansi Tinggi):

Gunakan speaker corong dengan impedansi tinggi, seperti 70V atau 100V. Speaker ini biasanya memiliki beberapa terminal (misalnya, 70V: 70V, COM, 100V: 100V, COM).

  • Speaker corong impedansi tinggi biasanya dilengkapi dengan transformator yang memungkinkan kita bisa mengatur berbagai daya keluaran. Pastikan mengatur transformator pada impedansi yang sesuai (70V atau 100V) tergantung pada sistem amplifier yang ada.
  • Gunakan kabel speaker dengan dua konduktor yang sesuai dengan impedansi speaker dan transformator. Kabel ini biasanya akan terhubung ke terminal COM pada speaker dan ke terminal yang sesuai pada transformator.
  • Hubungkan ujung kabel speaker yang lain ke amplifier. Gunakan terminal yang sesuai pada amplifier, yang biasanya berlabel “70V Out” atau “100V Out.”
  • Pastikan bahwa amplifier yang digunakan mendukung mode impedansi tinggi dan telah diatur sesuai dengan sistem yang digunakan. Amplifier akan mengirim tegangan tinggi (70V atau 100V) ke speaker melalui kabel speaker => melewati transformator impedansi => speaker.

Khusus untuk mode high impedance diatur oleh trafo penyesuai impedansi (matching transformer) yang sudah disematkan pada speaker corong. Jika speaker corongnya tidak dilengkapi trafo maka sobat harus menambahkan sendiri transformator penyesuai impedansi tersebut, tinggal menyesuaikan impedansi masukan dan keluaran trafo dengan impedansi yang tertera pada speakernya. Ingat berapa banyak speaker harus disesuaikan dengan kemampuan/daya keluaran dari amplifier. Jika keluaran amplifiernya 200Watt, maka jika menggunakan 4 speaker maka masing-masing sepaker memiliki kapasitas 25Watt. Jika masing-masing speaker memiliki impedansi yang berbeda, maka tinggal menyesuaikan dengan keluaran dari masing-masing trafo matching, 4Ω,8Ω, atau 8Ω.

Tips lain-lain

Supaya speaker corong toa tidak sering jebol maka penggunaannya-pun juga harus tepat. Speaker corong adalah speaker yang dirancang untuk mereproduksi suara mid, maka menambah level nada rendah atau bass yang berlebihan juga akan menyebabkannya menjadi cepat rusak. Bass yang berlebihan tidak akan berguna bahkan justru bisa membuat suara yang dihasilkan menjadi kurang enak didengar.

Kesimpulan

Demikian cara memasang speaker corong toa dengan benar yang disesuaikan dengan kemampuan corong dan dukungan amplifiernya, supaya spul speaker TOA Corong sering jebol lagi dan amplifiernya juga awet.  Pengkabelan yang benar sangat penting untuk memastikan kualitas suara yang baik dan mencegah kerusakan pada spul speaker dan amplifiernya. Penting untuk merujuk petunjuk penggunaan yang benar dan spesifikasi peralatan untuk pengkabelan yang tepat. Pemasangan yang sesuai, tak hanya membuat perangkat lebih awet, tetapi juga akan menjamin kualitas suara yang optimal. Bagikan konten ini di media sosial sobat sekalian untuk membantu yang lain bisa dengan mudah menemukan informasi ini, semoga bermanfaat!

Ads
Supri: Editor dan penulis di spiderbeat.com adalah seorang bloger, teknisi audio dan elektronik, Menulis blog adalah salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang, untuk menyiman catatan dan berbagi kepada Anda.
Ads

Website ini menggunakan kukis

Baca selengkapnya
Ads